Islam Agama Cinta Menurut Said Ramadhan al-Buthi

0
999

BincangSyariah.Com- Islam agama cinta dikenal sebagai dengan agama yang mengajarkan kasih sayang dan mencintai kepada sesama makhluk. Ungkapan ini tentunya tidak hanya sekedar sebagai jargon semata, akan tetapi seyogyanya diaplikasikan dalam relasi dan hubungan antara individu (muasyarah).

Penegasan Islam sebagai agama kasih sayang, juga ditegaskan dalam sebuah hadis Nabi yang populer.

الراحمون يرحمُهم الرحمنُ . ارحموا من في الأرضِ يرحمْكم من في السماءِ، الرحمُ شِجنةٌ من الرحمنِ فمن وصلها وصله اللهُ ومن قطعها قطعه اللهُ

“orang yang berkasih sayang maka Sang Maha Kasih akan menyanyanginya. Kasihilah mereka yang berada di bumi, Niscaya Yang ada di langit akan mengasihimu. Hubungan baik itu merupakan sifat dari Sifat Sang Maha Kasih. Maka bagi siapa yang menyambungkannya, Allah akan menyambungkan kasih sayangnya. Dan siapa yang memutuskannya, maka Allah akan memutuskan juga.”

Hadis yang diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dalam sunan al-Tirmidzi, ini menjadi pondasi dari kehidupan bersama. yang menarik adalah kata Sijnah min al-Rahman, dimaknai oleh sebagaian ulama sebagai akar. Analoginya kira-kira seperti sebuah pohon besar. Jika pohon besar dan memiliki ranting yang kuat, maka itu mengisyaratkan adanya akar juga yang kuat. Pendapat ini sendiri diikuti oleh al-Tirmidzi.

Lantas, jika memang kasih sayang sebagai landasan agama. bagaimana bisa kita temukan beberapa para pendakwah yang senang melakukan ujaran kebencian sebagai sarana untuk mengajak kepada orang lain. Jika dikatakan mengikuti kepada ajaran Nabi, maka ajaran Nabi mana yang diikuti? Pertanyaan tersebut bisa kita lontarkan sebagai kritik cara penyampaian kerberagamaan kita hari ini.

Sejenak kita bisa belajar dari al-Alim al-Allamah al-Syahid, Muhammad Said Ramadhan al-Buthi. Di dalam bukunya, al-Hubb fil Quran wa Dauruhu fil hayatil Insan (Makna Cinta di dalam Al-Quran, dan perannya dalam kehidupan manusia), bahwa salah satu tugas utama umat Islam adalah menyebarkan cinta dan kasih sayang kepada sesama.

Baca Juga :  Hukum Memakai Pakaian Serba Hitam Saat Upacara Pemakaman

Katanya, “Allah tidak menuntut hamba-hamba-Nya untuk mencintai Allah semata dengan meniadakan cinta-cinta yang lain. Namun, Allah menuntut kepada mereka agar cintanya kepada selain-Nya, baik itu manusia maupun kesenangan dunia, tidak lebih besar daripada cintanya kepada Allah Swt.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here