Isi Kitab Suci Taurat Menurut Syekh Abdul Karim Al-Jili

0
1024

BincangSyariah.Com – Kitab suci Taurat adalah kitab suci yang diturunkan oleh Allah Swt, kepada Nabi Musa as., ketika beliau sedang bermunajat di gurun Sinai. Taurat berdasarkan bahasa ibrani memiliki pengertian atau arti  (undang-undang syariat atau peraturan). Allah berfirman:

وَوَٰعَدْنَا مُوسَىٰ ثَلَٰثِينَ لَيْلَةً وَأَتْمَمْنَٰهَا بِعَشْرٍ فَتَمَّ مِيقَٰتُ رَبِّهِۦٓ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً ۚ وَقَالَ مُوسَىٰ لِأَخِيهِ هَٰرُونَ ٱخْلُفْنِى فِى قَوْمِى وَأَصْلِحْ وَلَا تَتَّبِعْ سَبِيلَ ٱلْمُفْسِدِينَ

Dan telah Kami janjikan kepada Musa (memberikan Taurat) sesudah berlalu waktu tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), lalu sempurnalah waktu yang telah ditentukan Rabbnya empat puluh malam. Dan berkata Musa kepada saudaranya, yaitu Harun, ‘Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, perbaikilah, dan janganlah kamu mengikuti jalan orang-orang yang membuat kerusakan’.” (QS. Al-A’raf: 142).

Syekh Abdul Karim bin Ibrahim Al-Jili dalam karyanya  al-Insan al-Kamil fi Ma’rifati al-Awakhir wa Al-awail (juz 1, hlm. 165)  memaparkan:

أنزل الله تعالى التوراة على موسى فى تسعة ألواح أن يبلغ سبعة منها ويترك لوحين ، لأن العقول لا تكاد تقبل ما فى ذينك اللوحين ، فلو أبرزهما موسى لانتقض عليه ما يطلبه وكان لا يؤمن به رجل واحد ، فهما مخصوصان بموسى عليه السلام دون غيره من اهل ذلك الزمان

Allah Swt. menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa dalam sembilan lembar, supaya menyampaikan yang tujuh lembar  (pada umatnya), dan membiarkan yang dua lembar. Akal hampir tidak menerima terhadap apa yang ada di dalam dua lembar tersebut. Apabila yang dua lembar ini diperlihatkan/ditampakkan oleh Nabi Musa, maka tidak terbantahkan apa yang dia pinta, dan tidak akan beriman seorang pun kepadanya. Maka yang dua Lembar ini dikhususkan pada Nabi Musa as, tidak kepada lainnya  dari penduduk pada zaman itu.

Selanjutnya Syekh Abdul Karim Al-Jili menjelaskan, isi kitab Taurat terdiri atas sembilan lembaran itu pertama, berisi tentang nur; kedua, berisi tentang petunjuk; ketiga, berisi tentang hikmah; keempat, berisi tentang kekuatan; kelima, berisi tentang hukum; keenam. berisi tentang ubudiyah; ketujuh: berisi tentang Jalan yang baik dan buruk.

Baca Juga :  Aplikasi Injil Bahasa Minang Minta Dihapus, Zaman Rasulullah Ada Terjemahan Alkitab Berbahasa Arab Loh!

Adapun isi yang kedelapan dan kesembilan dari kitab Taurat itu mengulas tentang ilmu hakikat. Allah Swt, memerintahkan kepada Nabi Musa untuk tidak menyampaikan isinya. Rincian lembaran kedelapan dan kesembilan yaitu penjelasan mengenai ketuhanan dan takdir.

Wallahu A’lam Bissawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here