Ini Tiga Kelebihan Tarekat Syadziliyyah

1
4100

BincangSyariah.Com – Tarekat dalam khazanah Islam merupakan cara seseorang dalam bersuluk mendekatkan diri kepada Allah. Di antara tarekat yang dikenal adalah tarikat Syadziliyyah. Rata-rata nama tarekat itu dinisbatkan pada pendiri pertamanya. Tarekat Syadziliyyah dinisbatkan kepada Abu al-Hasan al-Syadzili yang lahir di yang lahir di desa Ghumarah, dekat kota Sabtah, Maroko pada tahun 593 H/1197 M.

Menurut Syekh Syamsuddin Abu Mahmud al-Hanafi, kelebihan tarekat Syadziliyyah itu disebabkan tiga hal. Pertama, para wali Allah dari tarekat Syadziliyyah sudah dipilih dan dicatat langsung dari Lauh Mahfuz. Kedua, wali majdzub dari kalangan tarekat Syadziliyyah bisa kembali ke maqam normal lagi. Ketiga, wali yang mendapatkan predikat Qutub dari kalangan tarekat Syadziliyyah itu berlangsung sampai hari kiamat datang.

Untuk di Indonesia, salah satu mursyid Tarekat Syadziliyyah yang terkenal adalah Kiai Mustaqim bin Husain. Beliau merupakan salah satu Mursyid Tarekat Syadziliyah yang hidup di masa penjajahan Jepang. Beliau merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Pesulukan Toreqot Agung (PETA) Tulungagung, Jawa Timur. Beliau merupakan ulama yang lahir pada tahun 1901 dan wafat pada tahun 1970, sebagaimana dikutip dari iain-tulungagung.ac.id.

Wallahualam.

Baca Juga :  Ghibah Hati

1 KOMENTAR

  1. […] Seorang teman lain mengatakan bahwa beliau telah memperoleh “Ijazah”, semacam perkenan mengamalkan tarekat dari banyak sekali guru-guru atau “mursyid” tarekat yang berbeda-beda, bukan hanya dari dalam negeri, melainkan juga dari luar negeri. Gus Dur terlalu sering berziarah ke tempat-tempat peristirahatan para pendiri Tarekat yang lebih dari 40 itu, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. (Ini Tiga Kelebihan Tarekat Syadziliyyah) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here