Ini Sepuluh Nasihat Bumi kepada Bani Adam

0
1351

BincangSyariah.Com – Ibarat seorang penceramah, bumi tiap hari mengingatkan kepada seluruh manusia (Bani Adam) dengan sepuluh maklumat atau wejangan. Hal ini disampaikan oleh Anas bin Malik radiyllahu ‘anh dalam kitab Daqaaiqul Akhbar halaman 43. Inilah isi sepuluh wejangan bumi kepada Bani Adam;

  1. Engkau berjalan di atasku, kelak kau kembali ke perutku.

Semasa hidup di dunia, kita bebas pergi. Namun sering kali keterpesonaan kita terhadap keindahan dunia kerap melupakan diri kita bahwa pada akhirnya liang lahat adalah terminal akhir bagi setiap kita sebelum akhirnya dibangkitkan.

  1. Engkau bermaksiat di atasku, kelak kau diazab di perutku.

Memang tidak sedikit dari perintah Allah yang telah kita tinggalkan sedang sebagian larangannya kita kerjakan. Begitulah manusia menentang Allah dan bermaksiat di altar bumi. Namun, manusia jenis ini tidak akan lolos dari azab kelak di perut bumi. Na’udzubillah.

  1. Engkau tertawa di atasku, kelak kau menangis di perutku.

Ulama sepakat bahwa tertawa usai bermaksiat adalah bagian dari dosa yang pedih siksanya pada hari pembalasan. Sehingga, di perut bumi kelak mereka tidak henti-hentinya mecucurkan air mata. Maka celakalah manusia yang meramaikan masing-masing kuburnya dengan tangisan penuh kesesalan.

  1. Engkau bersuka-ria di atasku, kelak kau berduka-cita di perutku.

Tak mengapa kita bergembira dalam beramal salih. Tetapi kegembiraan setelah bermaksiat, sungguh hanya akan memperkeruh suasana alam kubur kelak. Kelak bumi akan membungkam orang-orang yang saat di dunia hidup semena-mena terhadap sesama. Kubur akan menyempit dan meremukkan tulang-tulangnya.

  1. Engkau tumpuk harta di atasku, kelak kau hancur di perutku.

Bagaimanapun bergelimangnya harta, tak secuil hartapun yang dapat dibawa ke alam kubur sekalipun harta itu didapat dengan cara yang halal. Lalu, bagaimana kalau harta didapat dengan cara yang haram? Justru, ia semakin membuat pemiliknya kian babak-belur dan hancur.

Baca Juga :  Sejarah Nabi; Umratul Qadha, Umrah yang Tertunda
  1. Engkau lahap barang haram di atas punggungku, kelak kau dimakan ulat di perutku.

Makanan yang tiap hari kita lahap, dikunyah oleh mulut, ditelan oleh tenggorokan, dan tidak langsung terbuang sebagaimana saat kita sedang buang air besar. Tapi makanan itu mengalir menjadi darah dan menggumpal menjadi daging. Maka semakin banyak barang haram yang masuk pada tubuh kita, semakin banyak pula ulat yang bakal melahap tubuh kita di alam kubur.

  1. Engkau angkuh di atasku, kelak engkau hina di perutku.

Tidak sedikit di antara kita, yang mungkin karena memiliki ilmu kekebalan tubuh bertingkah sejadi-jadinya. Bahkan, kadang orang yang tidak bersalah dipaksa menanggung pelampiasan keangkuhannya. Padahal kekebalan itu tidak akan dapat menghindarkan dari kehinaan.

  1. Engkau berlari dengan riang di atasku, kelak kau tersungkur nista

Sesekali perlu berdiam diri merenung. Sudah cukup banyak bekalkah kita untuk kembali ke akhirat? Jika dikalkulasi mana banyak antara amal baik dan buruk kita? Tarik nafas dalam-dalam dan perhatikan umur kita. Sebentar lagi tamu pencabut nyawa datang. Di kubur, kita akan untung atau buntung?

  1. Engkau berjalan dengan cahaya di atasku, kelak kau gelap di dalam perutku.

Karena kita makhluk yang melihat melalui bantuan cahaya dan tentu suka dengan yang terang-benderang. Tetapi kubur adalah sebaliknya. Kubur adalah tempat yang gelap dan sunyi. Ini sudah cukup jadi peringatan agar kita kembali ke jalan Tuhan. Menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya.

  1. Engkau hidup ramai di atasku, kelak kau sendiri di dalam perutku.

Apapun bisa kita lakukan secara bersama. Namun ini hanya berlaku di atas bumi. Di alam kubur, masing-masing sendirian dan menunggu putusan. Benar-benar sendiri tak satupun sanak famili yang menemani. Semoga senantiasa kita selalu bersama rahmat Allah azza wajalla.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here