Ini Sahabat Nabi yang Selalu Minta Sakit Panas

0
642

BincangSyariah.Com – Kesehatan bagi sebagian orang merupakan hal yang selalu diharapkan. Akan tetapi, sebagai manusia tentu saja kita pernah mengalami sakit. Sakit tersebut bisa saja disebabkan kelelahan, faktor usia, atau musibah. Musibah yang menimpa manusia itu dapat menjadi penebus dosa. Hal ini sebagaimana hadis riwayat Abu Hurairah.

قَارِبُوا وسَدِّدُوا فَفِي كُلِّ مَا يُصَابُ بِهِ المُسْلِمُ كَفَّارَةٌ حَتَّى النَّكْبَةِ يُنْكَبُهَا أَوْ الشَّوْكةِ يُشَاكُهَا

Berhati-hati dan sederhanalah (dalam segala hal). Setiap musibah yang menimpa seorang Muslim itu sebagai penebus dosa, bahkan sakit yang menimpa begitupun duri yang menusuk (HR Muslim dan Tirmidzi).

Sebagaimana dikutip Syekh al-Munawi dalam Faidhul Qadir, Imam al-Ghazali bercerita bahwa sahabat Nabi Zaid bin Tsabit itu selalu memohon diberikan sakit panas. Pada akhirnya, Allah pun mengabulkan permohonan sahabat Nabi tersebut. Sampai wafatnya, sahabat Zaid bin Tsabit selalu mengalami sakit panas.

Syekh al-Munawi juga mengutip perkataan Nabi Isa as. demikian.

لا يكون عالما من لم يفرح بدخول المصائب والأمراض عليه لما يرجوه من ذلك من كفارة خطاياه

Orang tidak dikatakan pandai itu jika ia belum dapat berbahagia sekalipun tertimpa musibah dan sakit. Ini karena dosa-dosanya dapat diampuni ketika tertimpa musibah ataupun sakit.

Terlepas dari hal itu, sakit ataupun sehat tentu yang terpenting adalah kita harus selalu bersyukur, memohon ampun, dan selalu taat pada Allah Swt. Jangan sampai kita rajin beribadah justru setelah kita mendapat musibah terlebih dahulu.

Jika kita merasa belum mampu, tidak ada salahnya kita selalu memohon bilapun diberikan musibah, semoga hal itu tidak datang-datang tiba-tiba, sehingga kita belum mempunyai persiapan apapun. Ada baiknya juga kita berdoa dengan doa berikut.

Baca Juga :  Teladan Sifat Nabi untuk Perbaiki Moral Bangsa

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوالِ نِعْمَتِكَ، وتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ، وفُجَاءةِ نِقْمَتِكَ ، وَجَميْعِ سَخَطِكَ

Allohumma inni a‘udzu bika min zawali ni‘matika, wa tahawwuli ‘afiyatika, wa fuj’ati niqmatika, wa jami‘i sakhathika.

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya kenikmatan yang telah Engkau berikan, dari berubahnya kesehatan yang telah Engkau anugerahkan, dari siksa-Mu yang datang secara tiba-tiba, dan dari segala kemurkaan-Mu) (HR. Muslim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here