Ini Mahar Nikah Nabi Adam saat Persunting Hawa

4
3497

BincangSyariah.Com – Salah satu syarat sahnya akad nikah adalah seorang suami menyediakan mahar untuk calon istri sesuai dengan nilai yang disepakati. Pembayaran mahar pada umumnya dibayar tunai. Membayar mahar dicicil atau ditunda juga diperbolehkan. Namun, ulama menganjurkan bagi yang belum membayar mahar sama sekali pada calon istrinya untuk tidak menggaulinya terlebih dahulu, walaupun akad nikah sudah sah.

Syekh Abu Bakar Syatha mengutip cerita mengenai Nabi Adam yang sudah sangat rindu pada pasangannya yang baru saja diciptakan oleh Allah Swt. pada waktu itu. Ia adalah Ibu Hawa. Saat itu Nabi Adam dilarang oleh Allah menyentuh Hawa sampai ia memberikan mahar.

“Ya Allah, mahar apa yang harus aku bayarkan untuk Hawa,” tanya Nabi Adam pada Allah Swt. “Bacalah shalawat sebanyak seribu kali dalam satu kali napas,” arahan Allah pada Nabi Adam. Ternyata Nabi Adam hanya kuat lima ratus bacaan shalawat dalam satu kali napas.

“Adam, bacaan shalawatmu sebanyak lima ratus itu hanya mahar awal. Sisanya kamu harus melunasinya kapan-kapan,” jelas Allah pada Nabi Adam. Dalam riwayat lain, bacaan shalawat yang diminta hanya sebanyak seratus, bukan seribu. Dalam riwayat ini, Nabi Adam hanya kuat membaca tujuh puluh bacaan shalawat. Mahar Nabi Adam pada siti Hawa adalah bacaan shalawat. Wallahualam.

Baca Juga :  Lima Indikator yang Digunakan Kiai Pesantren dalam Mengevaluasi Perkembangan Belajar Santri

4 KOMENTAR

  1. […] “Hadiah setara dengan kedudukan hibah. Bagi ulama dari mazhab ini, pihak yang memberikan hibah tidak berhak meminta kembali barang hibahnya setelah jabat tangan penerimaan kecuali pihak penghibah itu sendiri adalah ayah terhadap anaknya,” (Syekh Wahbah Az-Zuhayli, Al-Fiqhul Islami wa Adillatuh, Beirut, Darul Fikr, cetakan kedua, 1985 M/1405 H, juz 7, halaman 27). (Baca: Ini Mahar Nikah Nabi Adam saat Persunting Hawa) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here