Ini Lima Perkara yang akan Menyelamatkanmu dari Azab Kubur

2
18314

BincangSyariah.Com – Ibnu Rajab dalam Ahwal al-Qubur menyebutkan hadis-hadis yang menerangkan tentang hal-hal yang dapat menyelamatkan seseorang dari azab kubur. Di antaranya;

Pertama, wudhu. Rasulullah pernah menyebutkan bahwa anggota badan yang tersentuh air wudhu akan bercahaya kelak di hari akhir. Wudhu. Namun wudhu juga dapat menyelamatkan seseorang dari azab kubur, sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi

عن عبد الرحمن بن سمرة عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: إني رأيت الليلة عجبا… رأيت رجلا من أمتي بسط عليه عذاب القبر فجاءه وضوءه فاستنقذه منه

Dari Abdurrahman bin Samarah dari Nabi Saw bersabda, “Aku bermimpi pada malam hari sesuatu yang meankjubkan…. aku melihat seorang laki-laki dari umatku akan ditimpa azab kubur kemudian datanglah wudhunya menyelamatkannya darinya.” (HR. al-Thabari).

Kedua, seseorang yang mati syahid. Mati syahid bukan hanya yang terbunuh di medan perang, terdapat beberapa sebab seseorang bisa mendapatkan syahid. Nabi mengatakan salah satu keistimewaan orang yang mati syahid adalah selamat dari azab kubur.

للشهيد عند الله ست خصال يغفر له في أول دفعة ويرى مقعده من الجنة ويجار من عذاب القبر ويأمن من الفزع الأكبر ويوضع على رأسه تاج الوقار الياقوتة منها خير من الدنيا وما فيها ويزوج اثنتين وسبعين زوجة من الحورالعين ويشفع في سبعين من أقاربه

Bagi syahid disisi Allah terdapat enam bagian, diampuni (dosanya) seketika, ia melihat tempat tinggalnya disurga, ia diselamatkan dari azdab kubur, ia aman dari hari kiamat, diletakkan diatas kepalanya mahkota Al-Waqar (keagungan) yang batu yaqut darinya lebih baik dari dunia seisinya, ia dinikahkan dengan tujuhpuluh dua bidadari dan diberikan izin memberi syafaat tujuh puluh kerabatnya. (HR. Tirmidzi)

Baca Juga :  K.H. Mahrus Aly: Ulama Kharismatik Serta Pejuang Kemerdekaan Indonesia

Ketiga, seseorang yang berjaga di perbatasan menjaga keamanan negeri. Termasuk golongan ini adalah seorang tentara yang ditugaskan menjaga wilayah perbatasan seperti di Papua atau Kalimantan, ketika meninggal maka tugas mulia tersebut menjadi amal yang mampu menyelamatkannya dari siksa kubur. Rasulullah Saw bersabda:

رباط يوم وليلة خير من صيام شهر وقيامه وإن مات فيه جرى عليه عمله الذي كان يعمل وأجري عليه رزقه وأمن الفتان

Maknanya: “Ribath (menjaga wilayah perbatasan) sehari semalam lebih baik dari pada puasa sunnah dan shalat sunnah sebulan penuh, dan jika seorang murabith mati di tengah ia melakukan ribath, maka amal perbuatannya itu akan terus berpahala, dan ia diberikan rizqinya di surga kelak, serta tidak ditanya di dalam kubur” (HR. Muslim).

Keempat. Seseorang yang tidak meninggalkan shalat fardhu. Shalat merupakan tiang agama dan amalan wajib yang harus dilakukan setiap mukmin. Ia merupakan amalan pertama yang akan dipertanyakan kelak di hari kiamat. Seorang Imam Tabi’in yang faqih bernama ‘Aun bin Abdillah berkata,

ان العبد إذا دخل القبر سئل عن صلاته أول شيئ يسأل عنه فإن جازت له صلاته نظر فيما سوى ذلك من عمله وإن لم تجز له لم ينظر في شيئ من عمله يعد

Seorang hamba jika masuk ke kubur akan ditanya tentang shalatnya, itu adalah yang pertama kali ditanyakan padanya, jika shalatnya cukup akan diperhitungkan amal lainnya, jika tidak cukup maka amalan lainnya tidak akan diperhitungkan.

Ibnu Rajab mengatakan benar bahwa shalat dapat menyelamatkan seseorang dari murka Allah di antaranya dari azab kubur, namun dalam hadis yang semakna riwayat Tirmizi, an-Nasai dan Abu Daud dikatakan bahwa amal shalat akan dipertanyakan di hari kiamat.

Baca Juga :  Benarkah Nabi Isa Nanti Akan Dikuburkan di Samping Nabi Muhammad?

Kelima, orang yang membaca al-Quran. Banyak dalil dalam al-Quran atau hadis yang menunjukkan bahwa al-Quran dapat memberikan syafaat bagi pembacanya dan menyelamatkannya dari azab kubur. Terutama jika ia membaca surat al-Mulk.

عن ابن مسعود قال: من قرأ تبارك الذي بيده الملك كل ليلة منعه الله من عذاب القبر وكنا في عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم نسميها المانعة

Dari Ibnu Mas’ud berkata, “Barang siapa yang membaca tabarakal ladzi biyadihi al-mulku, setiap malam, maka Allah akan mencegahnya dari azab kubur dan kami pada masa Rasulullah menamakannya surat al-mani’ah (yang mencegah). (HR. An-Nasai)

2 KOMENTAR

  1. Minta supaya hadits selalu pakai sakal untuk membantu orang yg belum paham membacanya sekian dr kami

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here