Tiga Ibu yang Menyusui Nabi Muhammad

1
153

BincangSyariah.Com – Dalam kitab-kitab sirah telah banyak disebutkan mengenai kehidupan Nabi Muhammad Saw ketika masih balita dan kebiasaan bangsa Arab kala itu. Disebutkan bahwa pada masa itu, sudah menjadi kebiasaan bangsa Arab untuk menyusukan anak yang baru lahir kepada orang lain yang berada di perkampungan.

Hal ini karena bangsa Arab meyakini bahwa lingkungan perkampungan kawasannya masih lebih sehat, masih steril dari berbagai macam penyakit, udaranya lebih segar, airnya masih bersih, dan bahasanya lebih asli sehingga mereka mengirim anaknya yang baru lahir agar ia tumbuh di lingkungan yang baik dan sehat.

Begitu juga dengan Nabi Saw, beliau tidak hanya disusui oleh ibunya sendiri, Aminah, melainkan juga disusui oleh perempuan lain. Berdasarkan kitab ِAt-Thabaqat al-Kubra karya Muhammad bin Sa’d, ada tiga perempuan yang menyusui Nabi Muhammad Saw menurut kesepakatan para ulama. Kelak, tiga perempuan tersebut dalam literatur sejarah islam disebut sebagai murdhi’aatu ar-rasuul (para ibu yang menyusui Rasulullah Saw.)

Pertama, Tsuwaibah Al-Aslamiyah. Ia adalah budak dari paman Nabi Saw, Abu Lahab. Setelah Nabi Saw disusui ibunya selama tiga hari, kemudian beliau disusui oleh Tsuwaibah Al-Aslamiyah. Menurut para ulama, Tsuwaibah merupakan perempuan pertama yang menyusui Nabi Saw setelah ibunya, dan disusui selama empat bulan.

Imam Al-Thabari dalam kitab Tarikh Al-Thabari mengatakan sebagai berikut;

أول من أرضع رسول الله صلى عليه وسلم ثويبة بلبن ابن لها يقال له مسروح أياما قبل أن تقدم حليمة، وكانت قد أرضعت قبله حمزة بن عبد المطلب، وأرضعت بعده أبا سلمة بن عبد الأسد المخزومي

Orang pertama yang menyusui Nabi Saw adalah Tsuwaibah melalui air susu anaknya yang bernama Masruh beberapa hari sebelum datang Halimah. Sebelum Nabi Saw, Tsuwaibah sudah pernah menyusui Hamzah bin Abdul Muththalib, dan kemudian setelah Nabi Saw ia menyusui Abu Salamah bin Abd Al-Asad Al-Makhzumi.

Kedua, Halimah Al-Sa’diyah. Setelah Tsuwaibah, perempuan kedua yang menyusui Nabi Saw adalah Halimah binti Dzuaib Al-Sa’diyah. Ia perempuan terlama yang menyusui Nabi Saw hingga usia Nabi Saw. beliau selesai menyusui. Salah satu putra Halimah, bernama Syeima, kemudian menjadi saudara sepersusuan Nabi Muhammad.

Baca Juga :  Tujuh Pusat Pendidikan pada Zaman Nabi

Ketiga, seorang perempuan dari Bani Sa’d. Para ulama tidak menyebutkan siapa nama perempuan ini. Mereka hanya menyebutkan bahwa pada masa Nabi Saw disusui oleh Halimah, terdapat seorang perempuan dari Bani Sa’d yang menyusui Nabi Saw selama sehari. Sebelumnya, perempuan Bani Sa’d tersebut telah menyusui Hamzah, paman Nabi Saw. Sehingga Hamzah menjadi saudara sepersusuan Nabi dari dua perempuan, dari Tsuwaibah dan perempuan Bani Sa’d tersebut.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab As-Sirah Al-Halbiyah berikut;

كان حمزة رضي الله عنه مسترضعاً عندها في بني سعد، أرضعته صلى الله عليه وسلم يوما وهي عند حليمة، أي فهو (حمزة) رضيعه صلى الله عليه وسلم من جهة ثويبة، ومن جهة تلك المرأة السعدية

Hamzah pernah menyusu pada perempuan dari Bani Sa’d. Ia pernah menyusui Nabi Saw selama sehari ketika berada dalam pengasuhan Halimah. Karena itu, Hamzah adalah saudara sepersusuan Nabi  Saw dari jalur Tsuwaibah dan jalur perempuan dari Bani Sa’d tersebut.

1 KOMENTAR

  1. […] Sosok perempuan yang ikut menjadi ibu susuan Rasulullah. Beberapa anak kecil lainnya juga menjadi saudara sepersusuan Rasulullah baik berasal dari keluarga Halimah ataupun keluarga lain. Mereka adalah Hamzah bin Abdul Muttalib, Abdullah bin Haris, Syeima dan Unaisah binti Haris. Salah satu putri Halimah yang sering kali membantu ibunya dalam merawat nabi adalah Syeima. (Baca: Tiga Ibu Susuan Nabi Muhammad) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here