Ini Doa Malaikat untuk Orang Pelit yang Bertujuan Memperkaya Diri

0
1186

BincangSyariah.Com – Pernahkah mendengar istilah Sapeurs? Sebuah fenomena penduduk Kongo yang melakukan gaya hidup Crazy Rich Africans meski sebenarnya mereka adalah masyarakat yang serba kekurangan. Para Sapeurs seringnya berjalan di kawasan kumuh Brazzaville dengan mengenakan setelan jas warna warni, topi, sepatu kulit, kacamata hitam, dan payung. Mereka tampil layaknya pria kelas atas Eropa yang mengenakan busana dan aksesori dengan material dan potongan yang tepat. Mereka saling memamerkan busana yang dikenakan, meski taka da hadiah bagi seseorang yang pakaiannya paling bagus. Mereka hanya butuh pengakuan bahwa mereka keren, meskipun aslinya kekurangan.

Setelah memahami siapa Sapeurs dan bagaimana kebiasaan mereka, mungkin ada beranggapan jika mereka adalah mengharapkan hal-hal yang keren, padahal sejatinya mereka adalah kepalsuan. Semakin mereka mengejar sebuah pengakuan, semakin jauh yang mereka dapat. Hingga kepalsuan kini melekat pada orang-orang yang bernama Sapeurs tersebut.

Namun rupanya bukan hanya mereka yang bernama Sapeurs yang merekayasa kehidupan dan mendapatkan kepalsuan, ada juga orang yang mengejar kekayaan namun yang ia dapat justru semakin jauh dari kaya. Siapakah dia sesungguhnya? Sahabat Ali radhiyallahu ‘anhu mengatakannya sebagai berikut:

عجيت للبخيل يستعجل الفقر الذي منه هرب ويفونه الغنى الذى إياع طلب فيغيش في الدنيا عيش الفقراء وبحاسب في الأخرة حساب الأغنياء

Aku heran melihat orang yang bakhil, lari dari kefakiran padahal kebakhilannya justru menyegerakan kefakiran dan menjauhkannya dari kekayaan yang dikejarnya. Di dunia hidup seperti hidupnya orang miskin, dan di akhirat dihisab seperti dihisabnya orang kaya.

Keterangan yang tertulis dalam kitab Rabiul Abrar mengisyratkan sebuah kehidupan yang cukup miris. Dimana ia mencoba untuk hidup pelit (bakhil) untuk mendapatkan kekayaan, namun yang dikejar semakin jauh. Tak heran jika disematkan dengan hidupnya orang miskin, namun dihisab seakan-akan ia orang kaya. Maksud dari seakan-akan orang kaya bukan berarti ia banyak harta, melainkan banyak pertanyaan dan pertanggungjawaban atas kebakhilan di masa hidupnya.

Tidak hanya itu, orang yang semasa hidupnya tidak menginfakkan hartanya di jalan Allah atau orang-orang yang memilih hidup pelit untuk memperkaya diri adalah termasuk salah satu orang yang didoakan dengan kejelekan oleh para malaikat. Ini doa malaikat untuk orang pelit dalam kitab az-Zakah, Bukhari meriwayatkan:

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيْهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُوْلُ أَحَدُهُمَا: اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا، وَيَقُوْلُ اْلآخَرُ: اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا.

Tidak satu hari pun dimana seorang hamba berada padanya kecuali dua Malaikat turun kepadanya. Salah satu di antara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak.’ Sedangkan yang lainnya berkata, ‘Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang kikir (HR Bukhari)

Dengan demikian dapat diketahui bersama bahwa untuk bisa mendapatkan kekayaan dan menjadi orang kaya, pelit adalah pilihan yang salah dan bukan solusi terbaik. Karena yang demikian membuat apa yang dikejar semakin jauh, bahkan ia mendapatkan doa yang tidak baik dari para malaikat Allah. Semoga bisa terhindar dari buruknya sifat bakhil di dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here