Ini Delapan rekomendasi Multaqa Ulama, Habaib dan Cendekiawan Muslim

0
835

BincangSyariah.Com – Pertemuan atau Multaqa Ulama, Habaib dan Cendekiawan Muslim yang diadakan di Kartika Chandra pada Jumat malam, (3/05/19) yang lalu, merupakan pertemuan tokoh Muslim se-Indonesia yang diinisiasi oleh KH Maimoen Zubair, penganguh Pondok Pesantren al-Anwar Rembah serta Habib Luthfi bin Yahya yang merupakan Rais Aam Jami’yyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah sekaligus Ketua Forum Sufi Internasional.

Multaqa ulama dan habaib tersebut menghasilkan delapan rekomendasi yang mengajak umat Islam Indonesia;

1. Kami menegaskan kembali kesepakatan para pendiri bangsa yang didalamnya alim ulama terkemuka bahwa untuk bangunan kenegaraan yang sejalan dengan ajaran islam yang rahmatan lil alamin di Indonesia adalah NKRI, UUD yang sejalan ajaran dengan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin dalam Pancasila kaitan ini kesetian pada NKRI, dan Pancasila yang secara nyata berkesesuaian dengan ajaran Islam.

2. Kami mengajak seluruh umat Islam untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 2019, supaya bersama-sama meningkatkan ukhuwah Islamiyah menjalin silaturahim menghindari fitnah dan perpecahan serta saling memaafkan melalui rekonsiliasi diatas. Kita insyaallah akan memasuki bulan suci Ramadan dalam keadaan damai penuh kesucian dan tanpa permusuhan. Dan kita insyaallah akan mendapatkan ampunan dan kemenangan di Hari Raya Idul Fitri.

3. Kami mengimbau umat Islam untuk bersama-sama mewujudkan stabilitas keamanan, perdamaian dan situasi yang kondusif dengan mengedepankan persamaan umat manusia yang saling bersaudara satu sama lain daripada menonjolkan perbedaan sifat kontra produktif sehingga kita selama dan sesudah Ramadan mampu menjalankan ibadah dengan kualitas yang lebih baik serta diberkahi Allah SWT.

4. Kami mengajak seluruh umat Islam di Indonesia untuk menghindari dan menangkal aksi-aksi provokasi dan kekerasan dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab selama dan sesudah bulan Ramadan, karena hal tersebut akan sangat mengganggu berlangsungnya ibadah di bulan suci ramadhan, bahkan dapat menghilangkan pahala berpuasa di bulan Ramadhan yang dilipatgandakan oleh Allah SWT.

Baca Juga :  Tanda-tanda Hati yang Mati Menurut Ibnu Athaillah

5. Kami mengajak seluruh ummat Islam di indonesia senatiasa menaati peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di NKRI sebagai hubungan yang konstruktif dan penuh rasa hormat pemerintah yang sah hal ini sangat jelas diajarkan tradisi agama islam.

6. Kami mengajak seluruh umat Islam di Indonesia untuk tidak terpancing dalam melakukan aksi-aksi inkonstitusional baik langsung dan tidak langsung. Tindakan inkonstitusional bertentangan dengan ajaran Islam dan dapat mengarahkan bughat.

7. Kami mengajak seluruh umat Islam di Indonesia untuk fastabiqul khairat berlomba-lomba dalam kebaikan guna meningkatkan ekonomi umat dalam rangka berpatisipasi transportasi masyaralat dunia melalui era digital, big data dan berjaya teknologi quick count. Demikain umat Indonesia dapat melakukan pengentasan kemiskinan bagi ketimpangan serta mengejar ketinggalan ilmu pengetahuan dan teknologi.

8. Kami mengumumkan seluruh umat islam di Indonesia bahwa kegiatan Multaqo akan dilakukan terus menerus dalam rangka mengawal implementasi kesepakatan yang dibuat hari ini. Multaqo akan dilaksanakan semester dua di tahun ini 2019. Dalam kaitan ini mengajak seluruh umat islam di indonesia melakukan sosialisasi Multaqo melalui berbagai forum kegiatan.

Ttd; KH. Maimun Zubair, Habib Luthfi bin Yahya, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, TGH Turmudi Badarudin, KH Muhammad Iskandar, KH Ahmad Muwafiq, KH Abuya Dimyati, Habib Salim Jindan dan lain-lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here