Ini Ciri Orang yang Mudah Waswas Saat Salat dan Wudu, dan Cara Mengatasinya

0
773

BincangSyariah.Com – Seringkali orang yang waswas saat wudu atau salat itu mereka yang sudah pernah belajar fikih dasar untuk kedua ibadah tersebut. Syarat, rukun, dan perkara yang membatalkan kedua ibadah tersebut terkadang sudah hafal di luar kepala bagi mereka. Namun, hal itu pun seringkali menjadi kelemahan. Rasa waswas justru timbul pada mereka yang sudah mengerti tata cara salat dan wudu dengan baik. Bagaimanakah hal tersebut bisa terjadi? Berikut ini kisah dari Syekh Abu Bakar Syatha dalam I’anatut Thalibin.

Jarir bin ‘Ubaidah al-‘Adawi bercerita, “Aku curhat pada al-‘Ala bin Ziyad mengenai rasa waswas yang ada di hatiku.” Beliau pun pun menjawab, “Perumpamaan sebuah rumah yang dilewati maling itu bila terdapat barang berharga di dalamnya, maka maling itu akan masuk. Jika tidak ada barang berharga, maka ia akan meninggalkan rumah tersebut.”

Nah, begitu pun dengan hati. Seseorang yang di dalam hatinya selalu berzikir pada Allah, tidak ada jalan bagi setan untuk memasukinya. Namun, jika hati itu kosong, maka setan pun akan lebih mudah memasuki hati yang kosong tersebut.

Seorang hamba Allah itu pasti akan selalu diganggu oleh setan. Namun zikiran yang selalu dilantunkan akan menyelamatkannya dari rasa waswas tersebut.

Ada juga cerita dari Qais bin al-Hajjaj. “Setan pernah bilang padaku: “Saya pernah coba mengganggumu, dan waktu itu saya serasa besar seperti unta. Tapi hari ini saya serasa kecil seperti burung emprit.” “Mengapa bisa begitu?” tanya Qais bin al-Hajjaj pada setan. “Anda mampu mengecilkan saya dengan (sering membaca) Alquran.”

Terkait waswas, Sayid Ahmad bin al-Jauzi juga pernah curhat pada Abu Sulaiman al-Darani. “Sekiranya kamu merasa waswas itu datang, cobalah merasa bahagia. Jika kamu bahagia maka waswas akan hilang dengan sendirinya,” nasihat Abu Sulaiman al-Darani pada Sayid Ahmad. Hal ini karena kebahagian seorang mukmin itu merupakan sesuatu hal yang paling dibenci oleh setan. Ketika Anda merasa susah dan sedih, setan akan membuat Anda semakin waswas.

Baca Juga :  Kisah Umar bin Khattab yang Kalah "Bersaing" Amalan dengan Abu Bakar

Selain itu, Imam an-Nawawi juga pernah berkata demikian, “Waswas itu hanya menimpa pada seseorang yang keimanannya sudah baik. Ini seumpama maling yang tak mungkin mencuri di rumah yang rusak.”

Dari beberapa kisah di atas, orang yang mudah terkena penyakit waswas itu mereka yang jarang mengingat Allah dengan berzikir. Semakin kosong hati kita dan sering melamun, setan atau jin akan mudah merasuk.

Oleh karena itu perbanyaklah membaca Alquran, membaca salawat, dan zikiran-zikiran lainnya. Namun, bila Anda sudah telanjur terkena penyakit tersebut, maka bacalah tiga zikiran berikut ini. Wallahualam.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here