Ini Cara Bersedekah ala Bisyr bin Harits al-Hafi

0
125

BincangSyariah.Com — Ia adalah Bisyr bin Harits bin Abdurrahman bin ‘Atha’ bin Hilal Abu Nashr Al-Hafi Al-Marzawi. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Bidayah wa Al-Nihayah karya Al-Hafizh Ibnu Katsir (w. 774 H), Bisyr bin Harits merupakan seorang sufi yang kepopulerannya bagaikan seorang nabi. Ia wafat di Baghdad pada tahun 227 H.

Al-kisah, pernah suatu saat di kota Baghdad, terdapat seorang saudagar kaya raya yang dermawan dan suka bersedekah. Sifat kedermawanannya ini mengundang kagum banyak kalangan.

Ketika sang saudagar tersebut sedang berjalan, ia di hampiri oleh salah seorang yang mengaguminya seraya berkata, “Wahai tuan, mengapa Anda begitu dermawan dan suka sekali bersedakah kepada fakir miskin?”

“Tidak ada alasan bagiku untuk tidak berbuat baik,” jawab sang saudagar diplomatis.

“Bagaimana bisa, tuan?” tanya pengagum penuh heran.

“Tatkala aku telah selesai melaksanakan shalat Jumat, ku lihat Bisyr bin Harits keluar dari masjid dengan terburu-buru,” jawab sang saudagar memulai ceritanya.

“Aku merasa heran. Seorang Bisyr bin Harits yang terkenal akan kesalehannya, senantiasa hidup zuhud tersebut tidak melakukan i’tikaf terlebih dahulu di masjid. Dengan penuh penasaran, akupun lantas mengikutinya dari belakang. Kulihatnya ia menuju ke sebuah toko untuk membeli roti, daging, dan sebungkus manisan. Dan tidak lupa, untuk setiap penjual, ia memberinya sebesar satu dirham,” sambung sang saudagar tersebut.

“lalu?” tanya seorang pengagum.

“Lalu dibawanya makanan tersebut melewati padang sahara. Hingga pada akhirnya tibalah di sebuah perkampungan. Kulihat Bisyr bin Harits memasuki masjid dan menyuapi seorang yang sedang sakit parah dengan makanan yang dibelinya di toko tadi”, jawab sang saudagar.

“Khawatir nanti ketahuan Bisyr bin Harits, aku memutuskan untuk sejenak berkeliling kampung sebentar. Setelah kurasa cukup lama, akupun memutuskan untuk kembali ke masjid, namun Bisyr bin Harits sudah tidak lagi berada di sana. Dan dengan penuh kekecewaan, aku pun menanyakan kepada orang sakit tersebut, “Kemana Bisyr bin Harits”, sambung sang saudagar.

Baca Juga :  Olahraga Jalan Kaki Ala Rasulullah Saw

“Ke Baghdad,” jawab orang sakit.

“Berapa jaraknya kalau dari sini?” tanya sang saudagar.

“Kurang lebih empat puluh farsakh,” jawab orang sakit.

“Innalillahi, itu jarak yang sangatlah jauh. Mengapa engkau tidak memberitahuku sedari tadi?”, tanya sang saudagar.

“Kalau anda ingin bertemu dengannya, tunggu saja, Jum’at yang akan datang ia akan kembali lagi,” jawab orang sakit tersebut.

Sang pengagum saudagar tersebut hanya terdiam termenung mendengar cerita yang disampaikan. Dengan penuh penasaran, sang pengagum tersebut bertanya, “Lantas apakah anda menunggu atau memutuskan untuk kembali ke rumah?”

“Aku memutuskan untuk menunggu. Hari Jumat pun tiba, dan kulihat Bisyr bin Harits kembali datang membawa makanan dan buah-buahan. Selepas Bisyr bin Harits menyuapi orang sakit tersebut, ku dengar orang sakit itu berkata, “Wahai Syekh! Sahabatmu telah menunggumu sejak seminggu yang lalu”. Sang saudagar melanjutkan cerita.

“Bisyr bin Harits lalu menatapku dengan tajam. Ku dengar ia berkata, “Kau membututiku? Kemari!, dengan penuh ketakutan akupun mendekati Bisyr bin Harits seraya berkata, “Maaf, tuan” jawab sang saudagar.

“Berapa jaraknya dari sini menuju ke rumahmu?” tanya Bisyr bin Harits.

“Cukup jauh, tuan”, jawab sang saudagar.

“Pergilah. Jangan kau mengikutiku lagi!”, kata Bisyr bin Harits.

“Dan sejak kejadian itulah, aku memutuskan untuk bertobat dan mengikuti apa yang telah dilakukan Bisyr bin Harits”, jawab sang saudagar sembari menutup ceritanya.

Sementara itu, sang pengagum bergegas meninggalkan sang saudagar sembari merenungi apa yang telah di ceritakannya. Ia mulai paham, bahwa cerita sang saudagar dengan Bisyr bin Harits memberikan kesan mengenai cara terbaik dalam bersedekah.

Wallahu’alam…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here