Ini Beberapa Aturan Hukum Poligami di Negara-Negara Muslim

2
3942

BincangSyariah.Com – Perkawinan poligami disebutkan dalam Alquran surah al-Nisa ayat 3. Para ahli tidak banyak menjelaskan tujuan poligami. Namun secara literal ayat ini menjelaskan bahwa poligami adalah untuk menyambungkan keadilan. Jika dilihat dari sejarah turunnya, ayat ini adalah untuk merespon kondisi sosial masyarakat pasca perang uhud. Saat itu banyak sahabat yang sahid. Sehingga keluarga mereka tidak ada yang bertanggungjawab untuk memberikan nafkah.

Dalam konteks bernegara, pembaruan hukum kekeluargaan baru pada tahun 1915 saat itu pembaharuan hukum kelaurga menyentuk aspek metodologis (ushul al-fiqh).

Tahir Mahmood peneliti hukum kekeluargaan Islam di berbagai negara memilah aturan poligami dalam hukum keluarga menjadi enam kelompok; (1) boleh poligami secara mutlak, (2) poligami dapat menjadi alasan cerai, (3) poligami harus ada izin dari Pengadilan, (4) pembatasan lewat control sosial, (5) poligami dilarang secara mutlak, dan (6) dikenakan hukuman bagi yang melanggar aturan tentang poligami.

Negara-negara yang memperbolehkan seperti Saudi Arabia kita tidak jelaskan secara detail dalam hal ini. Ada dua fokus utama yang dicantumkan di sini. Negara yang melarang sama sekali dan negara yang memperbolehkan namun dengan syarat.

Turki

Turki adalah negara pertama yang mengharamkan poligami secara mutlak. Larangan ini tercantum dalam UU Perdata Turki tahun 1926 Pasal 93. UU ini kemudian diperbaharui pada tahun 1951 Pasal 8 dan Pasal 19. Setiap orang yang akan menikah wajib memberikan keterangan dia tidak sedang dalam ikatan perkawinan. Bagi duda maka dia harus memberikan keterangan bahwa istrinya meninggal atau dia bercerai. Apabila melakukan pernikahan poligami maka pernikahan tersebut batal.

Tunisia

UU No. 66 Tahun 1956 Pasal 18. Negara ini mengganggap poligami sebagai sebuah tindak pidana. Sanksi yang dapat dijatuhkan adalah kurungan, denda atau kurungan dan denda. Alasan Tunisia menetapkan aturan seperti ini adalah karena menganggap kebolehan poligami itu sudah selesai sama seperti selesainya kebolehan hukum perbudakan, kedua Alquran mengidealkan sistem perkawinan monogami. Pendapat dari Muhammad Abduh yang menjadi pegangan Tunisia.

Baca Juga :  Nabi Hanya Empat Kali Disebut dengan Namanya “Muhammad” di dalam Al-Qur'an

Syiria

Pasal 17 UU No. 34 Tahun 1975 Tentang UU Hukum Keluarga Syria. Di sini poligami harus mendapatkan izin dari pengadilan. Izin poligami hanya dapat diberikan apabila, memenuhi alasan hukum, kemampuan ekonomi untuk menafkahi keluarga, dan kemampuan berbuat adil bagi istri-istri. Di sini istri boleh membuat taklik talak yang berisi tentang larangan suami untuk menikah kembali.

Mesir

UU (Amandement Law) No. 100 Tahun 1985 Pasal 11A dan 23A mengatur bahwa poligami dapat menjadi alasan istri untuk mengajukan perceraian disebabkan alasan dapat menimbulkan kesulitan ekonomi, walaupun tidak dicantumkan dalam taklik talak. Pengadilan dalam hal ini juga harus memberitahukan kepada istri akan rencana poligami suami. Yang menarik di sini adalah apabila ada pelanggaran terhadap aturan poligami maka pelaku dapat dijatuhi sanksi pidana denda atau penjara.

Malaysia

Dalam UU Keluarga Islam tahun 1984 pasal 23 ayat (1) mengatur bahwa poligami harus medapatkan izin dari pengadilan. Malaysia sebagai negara federasi hanya masing-masing negara berbeda pandangan terkait dengan prosedur pengajuan izin. Ada negara bagian yang mudah seperti Kelantan, Trengganu dan Perak. Di sini poligami yang tidak memenuhi ketentuan maka akan dikenakan sanksi RM 1000 atau penjara 6 bulan atau kedua-duanya.

Aturan lainnya adalah bagi suami yang melakukan poligami namun tidak dapat berlaku adil maka dapat dikenakan sanksi pidana. Hak lain yang diberikan di sebagian negara bagian adalah untuk memberikan hak kepada Istri untuk memfasakh perkawinan poligami suaminya.

Demikian beberapa regulasi tentang poligami di negara-negara muslim dunia. Kita mau ikut yang mana?

Bahan Bacaan:

Lilik Andriyuni, Poligami dalam Hukum Keluarga di Dunia Islam

Raihanah Haji Abdullah, Poligami di Malaysia

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here