Ini Bahaya Ujub Menurut Para Ulama

0
815

BincangSyariah.Com – Ujub dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia hanya didefinisikan ‘kesombongan; keangkuhan; dan rasa bangga’. Sementara itu, ujub dalam pandangan Imam al-Qurthubi, seperti dikutip Syekh al-Munawi dalam Faidhul Qadir, itu perasaan memiliki kesempurnaan sejati, dan ia lupa akan nikmat yang sudah Allah berikan. Orang yang sebenarnya tidak mempunyai kapasitas dan kemampuan pada bidang tertentu yang dia bicarakan, kemudian dia berbicara panjang lebar di luar kapasitasnya, itulah orang ujub. Bahaya dari ujub itu adalah kehancuran masa depan seseorang.

قال الغزالي: ومن آفات العجب أنه يحجب عن التوفيق والتأييد من الله تعالى فإن عجب مخذول فإذا انقطع عن العبد التأييد والتوفيق فما أسرع ما يهلك

Imam al-Ghazali mengatakan, bahaya ujub itu ia akan terhijab dari mendapatkan taufik dan penguatan dari Allah. Jika orang itu ujub, ia terhina. Ketika seseorang hamba sudah terlepas dari penguatan dan taufik Allah, sesegara mungkin ia pasti akan hancur.

قال عيسى عليه الصلاة والسلام: يا معشر الحواريين كم سراج قد أطفأته الريح وكم عابد أفسده العجب

Di lain kesempatan, Nabi Isa berpesan pada orang-orang dekatnya, “Wahai hawariun, berapa banyak lampu damar yang mati tertiup angin. Begitupun juga dengan orang ahli ibadah yang rusak karena keujubannya.”

Diriwayatkan dari Anas bin Malik yang mendengar Rasulullah saw. bersabda.

ثَلَاثٌ مُهْلِكَاتٌ: شُحٌّ مُطَاعٌ، وَهَوًى مُتَّبَعٌ، وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ مِنَ الْخُيَلَاءِ

Tiga perbuatan yang dapat merusak itu sifat pelit yang banyak diikuti orang lain, hawa nafsu yang diikuti banyak orang, dan merasa ujub terhadap dirinya sendiri dengan tujuan menyombongkan diri (HR Thabrani)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here