Iman dan Gotong Royong Kunci Sukses Umat Muslim Bangun Perdaban Maju di Spanyol

0
783

BincangSyariah.Com – Peradaban Islam di Spanyol telah bersemi selama delapan ratus tahun lamanya. Terhitung sejak penaklukan yang dilakukan oleh Tariq bin Ziyad tahun 92 H sampai runtuhnya kerajaan Granada tahun 892 H pasca kekalahan melawan pasukan Nasrani. Saat Islam berkuasa, peradaban Spanyol berkembang menjadi salah satu peradaban termaju di dunia. Ibu kotanya, Cordoba dapat bersaing dengan kota-kota besar seperti Konstantinopel, Kairouan dan Baghdad. Bahkan, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Spanyol telah menginspirasi kebangkitan Eropa. (Baca: Asal Mula Penamaan Andalusia; Cikal Bakal Kota Peradaban Islam di Spanyol)

Pencapaian ini tidak didapat dengan instan. Butuh waktu dan perjuangan panjang sampai akhirnya dapat  mencapai titik puncak. Perjuangan ini sudah dimulai sejak pasukan Muslim memutuskan untuk menyebrangi lautan untuk sampai ke daratan Spanyol. Tentunya banyak halangan dan rintangan yang dihadapi pasukan Muslim, apalagi informasi mengenai Spanyol ini sangat terbatas karena letaknya yang dipisahkan oleh laut. Belum lagi, mereka harus menghadapi pasukan kuat kerajaan Gothic di bawah pimpinan raja Roderick.

Pada akhirnya pasukan Muslim dapat melewati rintangan-rintangan itu dan berhasil meraih tujuannya. Hal ini tidak terlepas dari niat ikhlas pasukan Muslim untuk berjihad di jalan Allah Swt serta sikap gotong royong dan saling membantu sesama Muslim. Seperti kerjasama yang dilakukan oleh Musa bin Nusair Gubernur Afrika Utara dengan dua panglima perangnya Tariq bin Ziyad dan Tarif bin Malik.

Perjuangan, keimanan serta kerja sama apik antar pejuang Muslim saat menaklukan Spanyol ini dikisahkan Raghib  as Surjani dalam karyanya Qissat Andalus min Al Fath ila Suqut. Menurutnya, ekspedisi Spanyol dimulai setelah  Musa bin Nusair berhasil menstabilkan kondisi seluruh daratan Afrika Utara. Ia berencana untuk melakukan ekspedisi ke wilayah terdekat. Saat itu terdapat dua pilihan, antara menuju Selatan Afrika atau menuju Eropa melalui Spanyol. Benua Afrika memang memiliki kekayaan melimpah dan wilayah yang sangat luas. Namun, ekspedisi ini tidak ditujukan untuk mencari harta kekayaan tapi untuk berdakwah di jalan Allah Swt.

Spanyol pun dipilih karena kondisinya yang stabil dan strategis. Ditambah lagi kerajaan Gothic sebagai penguasa Spanyol sedang berada dalam fase kemunduran. Musa berpendapat agar penaklukan berjalan lancar, setidaknya ada dua wilayah pesisir dekat Spanyol yaitu Semenanjung Iberia dan Sabta yang harus dikuasai terlebih dahulu. Semenanjung Iberia dapat dikuasai dengan mudah. Namun tidak dengan Sabta yang memiliki pertahanan cukup kuat.

Baca Juga :  Ini Alasan Peradaban Islam Alami Kemajuan Saat di Andalusia Spanyol

Musa bin Nusair sempat kebingungan memikirkan cara untuk mengalahkan Sabta. Tiba-tiba Raja Julian penguasa Sabta mengirim utusan menemui Tariq bin Ziyad untuk menawarkan sebuah kerja sama untuk menaklukan Spanyol. Raja Julian merupakan sahabat dekat raja Wittiza, raja Spanyol terdahulu yang tahtanya direbut oleh raja Roderik. Bahkan dikisahkan anak raja Julian pernah mendapatkan perlakuan tidak baik dari raja Roderik. Maka tidak heran jika ia sangat ingin mengalahkan raja Roderik. Mengingat kekuatan yang dimiliki Julian tidak cukup, ia pun menjalin kesepakatan dengan kaum Muslim yang saat itu memiliki kekuatan yang cukup ditakuti.

Dengan adanya kerja sama tersebut, ada dua keuntungan yang diperoleh oleh pasukan Muslim. Pertama, dapat masuk ke wilayah Sabta. Kedua, mendapatkan informasi detail mengenai kondisi dan kekuatan pasukan Sanyol. Berita mengenai kerja sama ini kemudian disampaikan kepada Khalifah Walid. Melihat persiapan yang sudah cukup matang, ia mengizinkan pasukannya untuk menaklukan Spanyol.

Setelah mendapat izin, Musa bin Nusair mengutus lima ratus pasukan terdiri dari seratus penunggang kuda dan empat ratus pejalan kaki yang dipimpin oleh seorang panglima asal suku Barbar Tarif Ibnu Malik. Tarif sampai di sebuah pulau di Spanyol pada bulan Ramadan tahun 91 H. Dalam perjalan ini ia ditugaskan untuk mempelajari wilayah Spanyol Selatan yang kelak akan kembali dituju oleh pasukan Muslim. Wilayah ini kemudian dikenal dengan pulau Tarif.

Setelah menyelesaikan tugasnya Tarif kembali dan memberikan segala informasi yang ia peroleh kepada Tariq bin Ziyad. Satu tahun kemudian, Musa bin Nusair mengutus tujuh ribu pasukan dipimpin oleh Tariq bin Ziyad. Mereka menuju Selatan Spanyol melalui selat Gibraltar atau yang dikenal dengan selat Jabal Tariq. Di wilayah ini, pasukan Muslim berhasil mengalahkan pasukan Nasrani.

Kemudian menerobos masuk ke arah Toledo, yang kala itu menjadi ibu kota Spanyol. Sebelumebelum hal itu terjadi raja Roderik mengutus panglima terkuatnya Pincio untuk menghadang Tariq dan pasukannya. Namun tidak berhasil, pasukan Muslim kembali menang dan Pincio terbunuh. Mendengar kabar kekalahan Pincio, raja Roderik mengutus pasukan besar terdiri dari seratus ribu pasukan berkuda.

Mengetahui besarnya jumlah pasukan musuh, Tariq meminta Musa bin Nusair untuk mengirimkan bala bantuan. Lalu dikirimlah Tarif bin Malik beserta lima ribu pejalan kaki. Sehingga total pasukan Muslim bertambah menjadi dua belas ribu orang. Peperangan antara kedua belah pihak terjadi pada bulan Ramadan tahun 92 H di wilayah Barbath.

Baca Juga :  Joseph Scacht dan Kritiknya terhadap Hadis Nabi

Dengan memakai jubah serta mahkota emasnya raja Roderik memimpin pertempuran, ia sangat yakin akan dapat mengalahkan pasukan Muslim mengingat jumlah pasukannya jauh lebih banyak.Pertempuran berlangsung selama delapan hari. Atas izin Allah Swt, walaupun dengan jumlah pasukan terbatas, pasukan Muslim kembali memenangkan pertempuran. Hal ini tidak terlepas dari semangat juang dan keyakinan kuat pasukan Muslim untuk berjihad di jalan Allah Swt.

Kemenangan ini menjadi kemenangan terbesar pasukan Muslim di Spanyol sekaligus menjadi modal utama untuk menaklukan wilayah lainnya. Sebenarnya Musa bin Nusair meminta Tariq untuk tidak melakukan penaklukan melebihi wilayah Cordoba karena hawatir akan adanya pengepungan yang dilakukan oleh pasukan Nasrani. Namun, Tariq menilai kekhawatiran tersebut tidak akan terjadi melihat kondisi pasukan Nasrani yang sedang melemah. Tariq pun memutuskan untuk melanjutkan ekspedisi menuju Toledo wilayah terkuat karena hampir seluruh wilayahnya dikelilingi gunung.

Pasukan Muslim berhasil menguasai Toledo melalui jalur selatan. Tidak berhenti sampai di situ, ekspedisi terus dilanjutkan menuju wilayah lainnya. Tariq berhasil menguasai Kastila, Leon, Astorga, pegunungan Galicia, Asturias dan berakhir di selat Baskuni di Samudra Atlantik. Di sisi lain Musa bin Nusair telah mempersiapkan pasukannya untuk membantu Tariq bin Ziyad. Ia pergi bersama delapan belas ribu pasukan. Jika dua belas ribu pasukan Tariq didominasi oleh suku Barbar, delapan belas ribu pasukan Musa berasal dari Yaman, Syam dan Irak. Pasukan Musa berhasil menaklukan wilayah yang belum ditaklukan oleh Tariq seperti Sidonia, Merida, Sevilla dan Carmona. Ia juga menugaskan putranya, Abdul Aziz bin Musa untuk menaklukan wilayah Barat Andalusia atau yang kini dikenal dengan Portugal.

Dalam waktu singkat ia berhasil menguasai seluruh wilayah tersebut. Pasukan Musa dan Tariq bertemu pada tahun 94 H, lalu bersama-sama melanjutkan ekspedisi untuk menaklukan sisa sisa daratan Spanyol. Diantara wilayah yang berhasil dikuasai adalah Barcelona dan Zaragoza. Berkat kerjasama yang baik, hanya dalam kurun waktu tiga tahun pasukan gabungan ini berhasil menduduki seluruh wilayah Spanyol kecuali Sakhra suatu wilayah yang terletak di teluk Biscay.

Musa dan Tariq diminta kembali ke Damaskus oleh Khalifah Walid bin Abdul Malik. Sedangkan pemerintahan Islam di Spanyol diamanahkan kepada Abdul Aziz bin Musa. Dari sini lah kemudian peradaban Spanyol perlahan-lahan berubah menjadi peradaban maju. Pencapaian ini dapat diperoleh berkat kontribusi para pemimpin yang mampu mempersatukan semua elemen masyarakat. Seperti yang tercermin di dalam diri Abdurrahman Ad-Dakhil, Abdurrahman Al Awsath maupun Abdurrahman an Nashir. Kewibawaan serta kemampuan ketiga pemimpin tadi berhasil membawa peradaban Islam di Spanyol mencapai masa kejayaannya.

Baca Juga :  Ciri Sifat Sombong Menurut Nabi

Raghib As Surjani juga memaparkan bagaimana Abdurrahman an Nasir berhasil membangun peradaban maju di Spanyol. Menurutnya, puncak keemasan peradaban Islam di Spanyol terjadi di masa Abdurrahman an Nashir, di mana segala aspek penting dalam kehidupan seperti pendidikan, ekonomi, sosial dan budaya sangat diperhatikan sehingga memberikan dampak nyata terhadap perilaku dan gaya hidup masyarakat.

Di era ini Spanyol dikenal sebagai lumbung ilmu pengetahuan di wilayah Islam bagian Barat. Hal ini tidak terlepas dari peran aktif para ulama yang bergotong royong mengembangkan ilmu pengetahuan di berbagai bidang seperti Ibnu Hazm ahli fikih, Ibnu Malik ahli bahasa, Hasan ibn Nafi ahli seni, Ibnu Bajah, Ibnu Thufail dan Ibnu Rusyd ahli filsafat, Abbas bin Farnas ahli kimia dan astronomi, Ahmad Ibn Ibas ahli obat-obatan,  Ibnu Jubair ahli sejarah dan lain sebagainya.

An-Nasir sangat mengerti pentingnya sikap gotong-royong  masyarakat dalam memajukan peradaban di wilayahnya. Sehingga ia berusaha mendidik masyarakat dengan menyediakan fasilitas fasilitas pendidikan seperti sekolah dan perpustakaan. Hal ini ditujukan agar seluruh masyarakat dapat belajar dengan maksimal.

Di Cordova sendiri diperkirakan ada  empat ratus ribu buku, padahal waktu itu belum ditemukan percetakan, sehingga semua buku masih menggunakan tulisan tangan. Pentingnya gotong royang  tampak juga dari keberhasilan an-Nasir dalam membangun kota megah Zahira. Kota ini didirikan oleh an-Nasir bekerja sama dengan kota kota maju lainnya seperti Konstantinopel, Baghdad, dan Kairouan. Kehebatan Muslim di Eropa di barengi dengan keimanan yang kuat. Tampak di setiap istana megah yang berhasil dibangun umat Islam, tertulis banyak ukiran Arab berupa syair maupun ayat Al-Qur’an yang menjelaskan bahwa pada hakikatnya kekuasaan adalah milik Alloh Swt semata. Dan mereka meyakini bahwa keberhasilan yang mereka raih tidak lain adalah atas izin dan pertolongan Allah Swt.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here