Imam Malik bin Anas; Seorang Ulama Classy Style

0
94

BincangSyariah.Com – Ketika disebutkan kata ulama, barangkali yang terbayang di benak sebagian orang bahwa ulama adalah orang yang hidup miskin, atau minimal dengan tingkat ekonomi pas-pasan. Gaya hidup ini berbeda dengan  imam Malik bin Anas, seorang ulama classy style. Saat sebagian ulama memilih gaya hidup yang sederhana atau bahkan miskin, imam Malik justru hidup dengan kemewahan. Ini dikisahkan oleh ‘Abd al-Ghaniy Al-Daqr dalam A’lam al-Muslimin: al-Imam Malik ibn Anas, (hlm. 32-36).

Disebutkan bahwa dalam hal berpakaian, imam Malik sangat memperhatikan pakaian yang digunakannya. Bagi beliau, memakai pakaian bagus adalah salah satu bentuk dari pemuliaan terhadap ilmu dan orang yang berilmu. Bagi beliau, memakai pakaian bagus adalah lambang dari tingginya wibawa orang berilmu. Oleh karenanya, imam Malik selalu tampil dengan pakaian dan sorban yang paling bagus dan mahal. (Baca: Kisah Imam Malik Menunjukkan Kitab Muwatha` Kepada 70 Ahli Fikih)

Pakaian yang sangat disukai imam Malik adalah pakaian yang berwarna putih terang. Pakaian beliau adalah pakaian paling bagus dan paling mahal yang diimpor dari Khurasan, Mesir, dan daerah lainnya yang terkenal menghasilkan pakaian berkualitas.

Sebagaimana dalam berpakaian, imam Malik juga hidup mewah dalam hal makanan yang beliau makan. Selalu tersedia daging setiap hari di rumahnya. Setiap hari jumat, beliau meminta pelayannya untuk menyiapkan makanan yang banyak untuknya dan keluarganya.

Begitu pula untuk perabotan rumahnya. Perabotan yang dimiliki imam Malik adalah yang terbaik dan termahal pada masanya. Beliau juga menyediakan bantal-bantal terbaik untuk tamu-tamunya yang ingin berkunjung.

Gaya hidup imam Malik ini bukan karena ingin hidup bermewah-mewahan semata. Namun beliau ingin mengajarkan kita untuk hidup dengan status yang mulia, sehingga tidak dipandang sebelah mata. Beliau ingin agar orang berilmu hidup mulia dan disegani.

Baca Juga :  Memahami Makna 'Amal Ahl al-Madinah sebagai Sumber Hukum Mazhab Maliki

Imam Malik berkata:

مَا أُحِبُّ لِأَحَدٍ أَنْعَمَ اللهُ عَلَيْهِ إِلَّا وَيُرَى أَثَرُ نِعْمَتِهِ عَلَيْهِ، وَخَاصَةً أَهْلُ الْعِلْمِ، يَنْبَغِي لَهُمْ أَنْ يُظْهِرُوْا مُرُوآتَهُمْ فِيْ ثِيَابِهِمْ إِجْلَالًا لِلْعِلْمِ

“Tidaklah aku menyukai seseorang yang telah diberi nikmat oleh Allah, kecuali agar nikmat itu diperlihatkan. Terlebih untuk orang yang berilmu, seyogyanya bagi mereka untuk memperlihatkan muru’ah-nya dalam hal berpakaian, untuk memuliakan ilmu pengetahuan”.

Dari gaya hidup imam Malik ini, dapat diambil pelajaran bahwa sebenarnya tidak ada masalah dengan gaya hidup mewah seorang ulama. Apakah ia memilih gaya hidup sederhana, atau lebih memilih hidup dengan kemewahan, masing-masing itu sama baiknya dan memiliki kelebihan tersendiri.

Jangan sampai menjadi keyakinan bahwa ulama itu harus hidup miskin. Jangan sampai ketika ada ulama yang kaya dan hidup dalam kemewahan, yang timbul hanya prasangka dan tuduhan negatif. Karena gaya hidup adalah pilihan masing-masing, dengan niatnya masing-masing pula.

Kaya atau miskin adalah sama-sama ujian dari Allah. Jika dengan miskin seseorang banyak diuji untuk bersabar, maka dengan kekayaan seseorang akan diuji untuk bersyukur. Keduanya sama-sama akan melahirkan kebaikan jika disikapi dengan bijak.

Imam Malik telah mempraktekkan sekaligus mencontohkan hakikat syukur tersebut kepada kita. Beliau telah diberi karunia yang banyak dalam segi harta kekayaan dan ilmu pengetahuan. Maka beliau memperlihatkan karunia tersebut dengan selalu tampil dengan tampilan terbaik di hadapan manusia, sebagai bentuk syukur atas kekayaan harta, dan agar ilmu dan orang berilmu tidak dipandang sebelah mata.

Agaknya gaya hidup imam Malik ini karena mengamalkan hadis yang diriwayatkan dalam Sunan al-Tirmidzi, bahwa Rasulullah Saw. bersabda:

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ: إِنَّ اللهَ يُحِبُّ أَنْ يَرَى أَثَرَ نِعْمَتِهِ عَلَى عَبْدِهِ

Baca Juga :  Apakah Tidak Ada Nabi Wanita? Ini Penjelasannya

“Allah suka melihat bekas nikmat-Nya (yang Ia berikan) pada hamba-Nya”,

Wallahu a’lam bisshawab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here