Imam Malik: Ahli Fikih yang Menulis Seratus Ribu Hadis Nabi

0
1269

BincangSyariah.Com – Imam Malik adalah pelopor penghimpunan hadis-hadis Nabi jauh sebelum Imam Ismail al-Bukhari (810-870 M) dan Imam Muslim bin al-Hajjaj (822-875 M). Ia menulis buku kompilasi hadis-hadis Nabi yang diberi judul al-Muwaththa’, artinya “yang disepakati” atau “yang disetujui”. Imam Jalal al-Din al-Suyuthi, mengisahkan penamaan kitab ini. Imam Malik mengatakan,

عَرَضْتُ كِتَابِيْ هَذَا عَلَى سَبْعِيْنَ فَقِيْهًا مِنْ فُقَهَاءِ الْمَدِيْنَةِ. فَكُلُّهُمْ وَاطَأَنِيْ عَلَيْهِ، فَسَمَّيْتُهُ الْمُوَطَّأَ.

Saya menunjukkan kitabku ini kepada 70 ahli fiqih Madinah. Semuanya sepakat atasnya. Maka aku memberinya nama al-Muwaththa’. (Tanwir al-Hawalik, hlm. 7).

Al-Muwaththa juga bisa berarti “mudah” dan “sistematis”. Karya ini disusun dengan baik dan mudah.

Imam Malik hafal dan menguasai puluhan ribu hadis. Bahkan, ia telah menulis seratus ribu hadis. Tentang ini, ia sendiri mengatakan,

كَتَبْتُ بِيَدِيْ مِائَةَ أَلْفِ حَدِيْثٍ.

Aku telah menulis dengan tanganku sendiri seratus ribu hadis. (Musthafa Syalabi, Thabaqat al-Ushuliyin, hlm. 118).

Wudu dan Jalan Kaki

Adalah menarik bahwa setiap Imam Malik bin Anas akan meriwayatkan hadis kepada para sahabatnya, ia lebih dulu mengambil wudu, duduk dengan tenang, dan menyisir rambutnya. Manakala ditanyakan soal ini, ia menjawab, “Saya senang menghormati hadis Rasulullah Saw.”

Di Madinah, Imam Malik tidak pernah naik kendaraan, meski usianya sudah tua dan lemah. Ia lebih memilih berjalan kaki saja. Ketika ia ditanya mengapa begitu, ia menjawab bahwa di Madinah ini terdapat tempat istirahat Rasulullah saw. Ia sangat menghormati Nabi yang mulia, Muhammad Saw. Katanya,

أَسْتَحْيِ مِنَ اللهِ أَنْ أَطَأَ تُرْبَةً فِيْهَا رَسُوْلُ اللهِ بِحَافِرِ دَابَّةٍ.

Aku malu kepada Allah jika kaki kendaraanku menginjak tanah di mana Rasulullah berada. (Qadhi ‘Iyadh, al-Syifa bi Ta’rif Huquq al-Musthafa, pasal 7, I’zaz wa Ikram Man Lahu Shilah bih Shallallah ‘alaih Wasallam).[]

Baca Juga :  Dengan Menjadi Pemaaf, Tubuh Anda Akan Sehat

[Tulisan ini disadur dari buku Lawaamii’ al-Hikmah ‘Pendar-pendar Kebijaksanaan’]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here