Imam Mahdi Itu Siapa?

12
28013

BincangSyariah.Com – Dalam Islam, memang dikenal berbagai macam kisah-kisah. Mulai dari heroik, kepahlawanan, bahkan tak jarang, cerita futuristik. Pada dasarnya, kita tidak mengetahui bahwa kisah itu benar atau tidak, kecuali setelah melalui cara pengujian validitas.

Dalam beberapa kajian, kisah terkadang dilihat bukan semata persoalan valid atau tidaknya. Akan tetapi, bagaimana kisah, cerita tersebut berfungsi secara efektif sebagai basis pembenaran atas sebuah keyakinan. Terkadang keyakinan tersebut, bisa berasal dari kepentingan politis kelompok tertentu. Dari sini lah, certia, mitos berfungsi sebagai pembenaran atas keyakinan dan asumsi bagi para pembaca, pendengar.

Kisah Imam al-Mahdi termasuk di antara kisah terpopuler. Kemunculan Imam al-Mahdi diyakini merupakan salah satu tanda akhir zaman, hari kiamat. Sosok al-Mahdi merupakan sosok misterius, namun sekaligus selalu dinantikan. Sebagaimana terlihat dalam namanya, “al-Mahdi al-Muntazhar”.

Sosok al-Mahdi tercantum dalam hadis Nabi. Bagaimana ia ditampilkan? Ia adalah sosok dari keturunan Rasulullah Saw. sendiri. hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis :

عن أم سلمة قالت: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول المهدي من عترتي من ولد فاطمة

Dari Ummu Salamah berkata, saya mendengar Rasulullah Saw. bersabda: “al-Mahdi adalah keturunannku dari silsilah Fatimah. (HR. Abi Daud, Hadis No. 4284, Maktabah Syamilah).

Menurut Abu Bakar Ibn al-Arabi dalam ‘Aridhat al-Ahwazi, bahwa hadis-hadis yang berbicara tentang al-Mahdi memiliki beragam jenis kualitas. Ada yang shahih, hasan, bahkan Maudhu’ (palsu). Hanya satu riwayat yang paling shahih. Riwayat yang teks hadisnya Yuwathi’u Ismuhi Ismi wa Abuhu bi Abi, Ia memiliki nama yang serupa denganku dan nama orang tuanya sama dengan nama orang tuaku.

Dari hadis ini banyak perbedaan pendapat dalam Islam mengenai al-Mahdi. Dalam sejarah pemikiran Islam, banyak sekali penafsiran mengenai al-Mahdi. Banyak ulama yang memercayai keberadaannya sebagai sosok personal, ada yang juga yang menafsirkan secara sifat. Dua model penafsiran ini, sudah terjadi sejak era Islam awal.

Baca Juga :  Apakah Tidak Ikut Jihad Berarti Munafik?

Dalam literatur sejarah aliran Islam banyak yang menyebutkan bahwa al-Mahdi merupakan keturunan dari al-Hasan dan al-Husein, Ahlul Bait dari jalur Fatimah. Ada yang menyebutnya dengan nama Ahmad, dan ada juga menyebut Muhammad. Orang tuanya Abdullah.

Para ulama sepakat bahwa al-Mahdi muncul sebelum kedatangan Isa As. di akhir zaman. Narasi tentang al-Mahdi banyak lahir dari tradisi Syiah. Ia dikenal sebagai Muhammad bin al-Hasab al-Askari. Ia adalah putra dari imam ke-12 yang menghilang sebelum wafat sang Imam. Ia dianggap sebagai imam yang disembunyikan oleh Allah.

Al-Syahrastani dalam al-Milal wa al-Nihal menjelaskan bahwa kehilangan Muhammad ini ketika ia memasuki sebuah gua dan menghilang begitu saja. Ia tidak ditemukan dan tidak terdengar kabar sedikitpun. Cerita ini diyakini kuat oleh Itsna Asyariah Syiah.

Kaum Ibadiyah juga meyakini hal yang sama. Akan tetapi, bagi mereka al-Mahdi al-Muntazhar bukanlah dari kalangan ahli bait. Ia hanyalah karakter dari kebaikan dan pemberi petunjukan karena dunia saat itu telah diliputi oleh kejahatan dan kerusakan. Pandangan ini senada dengan aliran Mu’tazilah. Bagi mereka, sosok al-Mahdi tidak lain adalah upaya untuk memperbaiki kerusakan terbesar yang terjadi saat dunia berada di ujung usianya.      Kelompok Sunni berpendapat bahwa al-Mahdi berbeda dari Muhammad bin al-Hasan al-Askari. Ia adalah seorang pemimpin yang berlaku adil, berperang kelak bersama Isa As untuk melawan Dajjal.

Ali Syariati pernah berpendapat bahwa al-Mahdi bukan personal tertentu, akan tetapi ia bisa siapa saja. Al-Mahdi merupakan orang yang akan memberikan petunjuk, menyampaikan kebenaran. Ia adalah sifat bagi orang yang bersedia untuk menegakkan keadilan.

Keberadaan al-Mahdi sering disetarakan dengan al-Masih, Messiah. Narasi Messiah banyak bermunculan saat terjadi konflik antar kaum beragama. Dengan demikian, narasi tentang al-Mahdi tidak saja tradisi cerita panjang dalam Islam, ia juga lahir dari berbagai macam tradisi keagamaan.

Baca Juga :  Jihad Seorang Perempuan Menurut Ali Bin Abi Thalib

12 KOMENTAR

  1. Menurut riwayat imam almahdi adalah seorang guru.siapa yg menjadi muridnya maka dia bs sucses atau menjadi peyabat negara.menjadi perdana mentri dsb.
    Waullahu alam bissoaap.

  2. IMAM MAHDI TDK DIKENAL DLM AL QURAN & TDK ADA KRITERIANYA DI DLM HADITS NABI MUHAMMAD SAW TTG. RUKUN IMAN! LALU BAGAIMANA, MITOS?

    Komentar dan alasannya:

    1. Kata mitos itu ditutup dengan ‘tanda tanya’ artinya silahkan jawab bagi yang berkenan.

    2. Akhir Zaman merupakan kata kunci sebelum mengulas Imam Mahdi dan Isa Al Masih (menurut umat Muslim) atau Yesus Kristus (menurut non-Muslim) dikaitkan dengan istilah Akhir Zaman.

    – Istilah Akhir Zaman tidak ada satu ayat pun termuat di dalam Al Quran, kalau ada ustadz yang menemukan, mangga silahkan sampaikan;
    – Istilah Akhir Zaman pun tidak ada di dalam Hadits Nabi Muhammad SAW tentang rukun iman, mangga silahkan jawab apa penulis antisunnah?
    – Istilah Akhir Zaman TERNYATA bersumber dari ALKITAB atau BIBEL ada sebanyak 20 kali disebut pada 19 ayatnya;

    3. Imam Mahdi masalah gaib bagi Nabi Muhammad SAW sedangkan soal para penghuni gua Kahfi menurut wahyu diingatkan jika ada pertanyaan berapa orang yang bermukim di sana, tak perlu dipolemikkan (QS. 18:22), kononlah pula peristiwa masa depan (katanya Akhir Zaman) setelah Nabi Muhammad SAW wafat, APAKAH ADA WAHYU-nya nabi berani menyebutkan tentang Akhir Zaman apa lagi sosok Imam Mahdi?

    – ternyata di atas disebut istilah Akhir Zaman satu ayat pun di dalam Al Quran tidak ada;
    – adakah wahyu tentang akan turunnya kembali Isa Al Masih setelah selesai masa tugasnya (QS. 2:134 dan 141) sedang Nabi Isa putra Maryam (QS. 19:34) tegas menyatakan beliau wafat (QS. 5:117);
    – adakah wahyu tentang Imam Mahdi (1) akan muncul versi Syiah setelah raib dari permukaan bumi ini atau (2) akan lahir versi Sunni di Akhir Zaman kemudian sosok kedua jenis Imam Mahdi ini kelak akan berduet dengan Isa Al Masih (versi umat Muslim) atau Yesus Kristus (versi Alkitab karena memang ada istilah Akhir Zaman di dalam kitab sucinya)?

    4. Siapa dan awal muncul Imam Mahdi sebenarnya:

    Paham tentang Al Mahdi muncul dikalangan Syiah Dua Belas yang meyakini bahwa imam kedua belas atau imam yang gaib itu akan kembali untuk menahbiskan zaman kegemilangan. Ini merupakan gagasan yang berbahaya. Bukan hanya subversif secara politis, tetapi gagasan ini cenderung untuk ditafsirkan secara kasar dan gampang. (hal. 225)

    Bentuk baru Syiah Dua Belas telah menjadi sekte resmi di Iran di bawah pemerintahan Dinasti Syafawi, dan menandai awal permusuhan antara Syiah dan Sunni yang belum pernah terjadi sebelumnya. (hal. 343) *)

    5. Tentang Imam Mahdi yang dihadistkan oleh konspirasi

    Imam Mahdi versi Syiah yang katanya didukung oleh 5.600 hadits nabi adalah figur tokoh yang sedang raib ribuan tahun entah ke gua di muka bumi atau sudah melayang ke planet selain bumi. Dia akan muncul ke permukaan bumi di Akhir Zaman. Sebaliknya yang dari Ahlussunnah alias Sunni yang katanya hanya didukung 400 hadits nabi dan dia akan lahir entah kapan lahirnya tapi dekat-dekat Akhir Zaman dia pun akan berperan di Akhir Zaman. **)

    Demikian penjelasan singkat soal chat di atas dan isi dari chat itu bahkan mendukung dan memuliakan kedudukan Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul Allah dan penutup para nabi (QS. 33:40) yang dianugerahi penghargaan Allah SWT menyandang sebagai rahmatan lil ‘alamin (QS. 21:107).

    *) kutipan dari buku: SEJARAH TUHAN karya besar KAREN ARMSTRONG, penerbitan Mizan, 2001

    **) https://ganaislamika.com/ibnu-bathuthah-penjelajah-terbesar-sepanjang-masa-13-imam-mahdi/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here