Biografi Imam Abu Daud, Pakar Hadis dari Sijistan

2
3770

BincangSyariah.Com – Abad ke-3 hijriah merupakan zaman keemasan pembukuan hadis. Di abad tersebut,  karena pada zaman inilah kitab hadis dengan berbagai bentuknya banyak dibukukan. Salah satu ulama yang ikut andil dalam mengkodifikasi hadis-hadis Nabi Saw. bernama al-Imam Abu Daud.

Perjalanan Keilmuan

Nama lengkapnya adalah Sulaiman bin al Asy’ats bin Ishaq bin Basyir bin Syaddad al-Azdi al-Sijistani. Ia dilahirkan di kota Sijistan pada tahun 202 H/817 M. Beliau diakui keahliannya dalam bidang fikih, hadis dan ahli ibadah ini tinggal di kota Basrah setelah hancurnya kebengisan kekuasaan orang negro di kota tersebut. Dan ia pun wafat di kota ini pada tanggal 16 Syawal tahun 275 H/889 M.

Kepakaran Imam Abu Daud dalam bidang hadis tidak didapatkannya dengan mudah. Ia rela mengembara ke Iraq, Khurasan, Syam, Mesir, hingga Hijaz dan negeri lainnya hanya demi mengumpulkan, menyusun serta menulis hadis demi hadis dari para guru-gurunya. Di antara guru-guru Abu Daud adalah Ahmad bin Hanbal, Muslim bin Ibrahim, Abdullah bin Raja, al Qanabi, Abu Amr Ad-Darir dan masih banyak lagi. Sedangkan murid-muridnya pun banyak sekali. Di antara muridnya yang juga menjadi ulama hadis kondang adalah At-Tirmidzi dan An-Nasai.

Karya

Setelah Abu Daud melalang buana dalam rangka perjalanan ilmiah, ia pun menorehkan buah ilmunya di dalam karya-karyanya. Di antara karyanya adalah kitab al-Marasil, kitab al-Qadar, an-Nasikh wa al-Mansukh, Fadhailul Amal, Kitab az-Zuhd, Dalail an-Nubuwah, Ibtida’ al-Wahyi, Akhbar al Khawarij, dan kitab as-Sunan atau Sunan Abi Daud sendiri yang dikategorikan sebagai kutub as-Sittah (enam kitab hadis paling otoritatif.

Menurut Ibn Sakan, salah satu kitab yang dapat dijadikan hujjah selain kitab Shahih Al Bukhari, Shahih Muslim, dan Sunan An-Nasai. Hal ini karenakan empat imam penyusun kitab-kitab tersebut dianggap mampu mendekteksi dan mengoreksi hadis-hadis yang mengandung illat. Menurut Al-Khathib Abu Bakar dikatakan Abu Daud ketika menyusun kitab sunannya, ia terlebih dahulu sowan kepada gurunya sekaligus temannya yakni Ahmad bin Hanbal, lalu Ahmad mereson baik kitab tersebut.

Baca Juga :  Figur Orang Paling Merugi dalam Kitab Risalah Qusyairiyah

Menurut pengakuan Abu Daud, ia telah menulis hadis 500 ribu hadis namun yang ia seleksi untuk dikumpulkan dalam kitab sunannya sekitar 4800 hadis baik yang shahih dan yang mendekati shahih. Begitu mudahnya beliau dalam menyusun kitab hadis, maka diibaratkan oleh Ibrahim bin Ishaq bahwa hadis itu bisa lunak di tangan Abu Daud sebagaimana besi yang dapat lunak di tangan Nabi daud. Dan setelah kitab sunannya tersusun dengan rapi, maka ia pun mengajarkannya kepada jamaahnya, dan kitab ini menjadi rujukan para ahli hadis lainnya, mereka mengikuti hadis-hadis yang ada di dalam kitabnya dan tidak menyalahinya seperti halnya mereka mengikuti apa yang ada di dalam mushaf al Quran.

Salah satu hadis shahih yang ia riwayatkan di dalam kitabnya adalah hadis dari sahabat Imran bin Hushain ia berkata suatu hari ada seseorang datang kepada Nabi Saw. ia berkata: “Assalamualaikum”. Kemudian Nabi Saw. menjawab salamnya dan ia pun duduk lalu Nabi Saw. berkata: “Sepuluh.” Kemudian datang lagi seorang tamu “Assalamualaikum warahmatullah.” Nabi Saw. pun menjawab salam tamu tersebut lagi dan ia duduk Nabi Saw. berkata: “dua puluh”, kemudian datang lagi tamu mengucapkan salam “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.” Nabi pun menjawab dan tamu itu duduk dan Nabi Saw. mengatakan “tiga puluh”. (H.R Abu Daud).

Selain hadis tersebut, imam Abu Daud yang menyusun kitab sunannya berdasarkan klasifikasi hukum Islam (abwab fiqhiyyah) ini pernah mengatakan bahwa insya Allah manusia akan cukup menjadi pegangan dunianya dengan 4 hadis. 1. hadis innamal amalu bin niyat. 2 minhusni islamil mari tarkuhu mala yanihi. 3 la yakunul mukmin mukminan hatta yardla li akhihi ma yardha linafsihi. 4 al halalu bayyinun wal haramu bayyinun wa bainahuma musytabihatun….

Baca Juga :  Kisah Sahabat Abu Bakar Masuk Islam

Kitab Sunan Abi Daud tersebut telah disyarah atau ditulis kembali dengan penjelasan yang panjang lebar oleh imam-imam pakar hadis lainnya. Pertama kitab Maalim al Sunan karya imam Abu Sulaiman Ahmad bin Ibrahim bin Khatab al Bisti al Khatabi. Kedua kitab Aunul Mabud ala sunan Abi Daud karya imam Syarafah al Ha Muhammad Asyraf Ibn Ali Haidar al Siddiq al Azim Abadi. Ketiga kitab al Manhalu Azbu al Mawrud Syarah Sunan Abi Daud karya Mahmud ibn Muhammad ibn Khattab al Subki.

Demikianlah riwayat dari penyusun dari kitab Sunan Abi Daud, yang menghabiskan dan mendedikasikan hidupnya untuk selalu mencari, mengkaji, menyusun dan mengajarkan hadis-hadis Nabi Saw. Wa Allahu Alam bis Shawab.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here