Humor: Nasruddin Hoja Khutbah di Masjid

0
160

Bincangsyariah.Com – Suatu ketika masyarakat pernah menugaskan Nasruddin Hoja khutbah di masjid setiap hari jumat. Rupanya, ia merasa berat dengan tugas itu. Ia pun senantiasa mencari akal agar tidak usah berkhutbah setiap jumat.

Pada suatu hari jumat, ia mempunyai suatu gagasan yang bagus. Ketika ia tampil di mimbar dan akan menyampaikan khotbahnya, ia berkata dengan suara keras, “Saudara-saudara, apakah saudara-saudara sudah mengetahui yang akan saya sampaikan dalam khotbah ini?” 

Para jamaah itu tentu saja terkejut dan menjawab, “Belum, kami belum tahu.”

Dengan tenang Nasruddin berkata, “Wah kalau saudara belum apa-apa mengenai hal yang begini penting, saya kira akan membuang-buang waktu saja bagi saya untuk berbicara mengenai itu.” Sehabis berbicara itu, Nasruddin turun dari mimbar dan tidak jadi memberi khutbah.

Jumat berikutnya.

Ia tampil lagi di mimbar dan menyodorkan pertanyaan yang sama seperti pekan lalu. “Apakah saudara-saudara tahu mengenai hal yang akan saya bicarakan hari ini?”

Para jamaah berpikir dan mereka ingat apa yang terjadi seminggu sebelumnya. Jadi kali ini mereka jawab serentak, “Kami sudah tahu!”

Nasruddin pun berkata kepada merka, “Lha, kalau semua sudah tahu apa yang akan saya sampaikan, saya kira akan membuang-buang waktu saja kalau saya memberikan khutbah di sini.” 

Dan, seperti minggu sebelumnya, kemudian ia turun mimbar tanpa memberikan khutbah.

Jumat berikutnya.

Nasruddin kembali lagi di mimbar dengan pertanyaan yang sama, “apakah saudara-saudara tahu apa yang akan saya sampaikan hari ini?”

Kali ini jemaah bingung. Ada yang menjawab “ya”, ada yang menjawab “tidak.”

Nasruddin lalu menjawab, “Baik kalau begitu. Beberapa di antara saudara tahu apa yang saya sampaikan. Yang lain tidak tahu. Jadi, lebih baik yang tidak tahu, tanya kepada yang tahu.”

Nasruddin pun sehabis berbicara turun dari mimbar, tanpa memberikan khutbah sama sekali.

Baca Juga :  Humor: Empat Kelompok Berdebat Soal Lampu Mati

Sekian

Diolah dari buku Humor Sufi II, diceritakan oleh Sapardi Djoko Damono

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here