Hukum dan Keutamaan Orang yang Menuntut Ilmu

0
154

BincangSyariah.Com – Islam menjunjung tinggi orang-orang yang menuntut ilmu. Sebab, ilmu adalah bagian terpenting dalam ajaran agama Islam di mana Nabi Muhammad Saw. juga menganjurkannya.

Istilah ilmu atau ilmu pengetahuan mencakup seluruh pengetahuan yang tidak diketahui manusia, baik yang bermanfaat dan yang tidak bermanfaat. Orang yang mempelajari ilmu yang tidak bermanfaat dan haram akan berdosa.

Bagaimana sebenarnya hukum menuntut ilmu dalam Islam?

Ada ilmu yang tidak bermanfaat, maka ada ilmu yang bermanfaat yang wajib dituntut dan dipelajari. Hukum menuntut ilmu-ilmu wajib tersebut dibagi menjadi dua bagian yakni fardu kifayah dan fardu ‘ain.

Pertama, fardu kifayah.

Hukum menuntut ilmu fardu kifayah berlaku untuk ilmu-ilmu yang harus ada di kalangan umat Islam seperti ilmu kedokteran, perindustrian, ilmu falaq, ilmu eksakta, serta ilmu-ilmu lainnya.

Kedua, fardu ‘ain.

Hukum mencari ilmu menjadi fardu ‘ain apabila ilmu tersebut tidak boleh ditinggalkan oleh setiap Muslim dan Muslimah dalam segala situasi dan kondisi yang ada.

Sebagai misal, ilmu mengenal Allah Swt. dengan segala sifat-Nya, ilmu tentang tata cara beribadah, dan lain sebagainya.

Lalu, apa saja keutamaan orang yang menuntut ilmu?

Orang-orang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya diberikan keutamaan oleh Allah Swt. dan Rasul-Nya dengan derajat yang tinggi di sisi Allah Swt. Beberapa keutamaan orang yang menuntut ilmu dan yang mengajarkannya adalah sebagai berikut:

Pertama, diberikan derajat yang tinggi di sisi Allah Swt.

Quran Surat Al-Mujadilah Ayat 11

 يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Yā ayyuhallażīna āmanū iżā qīla lakum tafassaḥụ fil-majālisi fafsaḥụ yafsaḥillāhu lakum, wa iżā qīlansyuzụ fansyuzụ yarfa’illāhullażīna āmanụ mingkum wallażīna ụtul-‘ilma darajāt, wallāhu bimā ta’malụna khabīr

Artinya: “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. alMujadillah/58:11)

Kedua, diberikan pahala yang besar di hari kiamat nanti.

Dari Anas bin Malik ra. Rasulullah Saw. bersabda, “Penuntut ilmu adalah penuntut rahmat, dan penuntut ilmu adalah pilar Islam dan akan diberikan pahalanya bersama para nabi.” (H.R. ad-Dailami)

Ketiga, merupakan sedekah yang paling utama.

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Sedekah yang paling utama adalah jika seorang muslim mempelajari ilmu dan mengajarkannya kepada saudaranya sesama muslim.” (H.R. Ibnu Majah)

Keempat, lebih utama daripada seorang ahli ibadah.

Dari Ali bin Abi Talib ra. Rasulullah Saw. bersabda, “Seorang alim yang dapat mengambil manfaat dari ilmunya, lebih baik dari seribu orang ahli ibadah.” (H.R. ad-Dailami)

Kelima, lebih utama dari śalat seribu raka’at.

Dari Abu Żarr, Rasulullah Saw. bersabda, “Wahai Aba ªarr, kamu pergi mengajarkan ayat dari Kitabullah telah baik bagimu daripada śalat (sunnah) seratus rakaat, dan pergi mengajarkan satu bab ilmu pengetahuan baik dilaksanakan atau tidak, itu lebih baik daripada śalat seribu rakaat.” (H.R. Ibnu Majah)

Keenam, diberikan pahala seperti pahala orang yang sedang berjihad di jalan AllahSwt.

Dari Ibnu Abbas ra. Rasulullah Saw. bersabda, “Bepergian ketika pagi dan sore guna menuntut ilmu adalah lebih utama daripada berjihad fi sabilillah.” (H.R. ad-Dailami)

Ketujuh, dinaungi oleh malaikat pembawa rahmat dan dimudahkan menuju surga.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw. bersabda, “Tidaklah sekumpulan orang yang berkumpul di suatu rumah dari rumah-rumah (masjid) Allah ‘Azza wa Jalla, mereka mempelajari kitab Allah dan mengkaji di antara mereka, melainkan malaikat mengelilingi dan menyelubungi mereka dengan rahmat, dan Allah menyebut mereka di antara orang-orang yang ada di sisi-Nya. Dan tidaklah seorang meniti suatu jalan untuk menuntut ilmu melainkan Allah memudahkan jalan baginya menuju surga.” (H.R. Muslim dan Ahmad).

Demikian artikel tentang hukum dan keutamaan menuntut ilmu. Semoga bermanfaat. Wallahu A’lam.[] (Baca: Memahami Makna Menuntut Ilmu dan Keutamaannya)

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here