Hubungan Islam, Sains dan Vaksin Virus Corona

0
20

BincangSyariah.Com – Pandemi Covid-19 menyerang dunia. Vaksin Corona sebenarnya sudah diusahakan Israel, Amerika Serikat, China, dan Jerman.

Indonesia sudah mengimpor vaksin. Tapi, kesediaan dan kemauan umat Islam untuk memakai vaksin corona tersebut masih diragukan.

Selain alasan tak masuk akal lantaran si negara pembuat dan penemu vaksin corona bukan berasal dari agama yang sama, ketidaksiapan umat Islam menghadapi kemajuan ilmu pengetahuan pun jadi alasan paling kuat.

Logika seperti ini cukup sempit.

Sesungguhnya, umat Islam tidak dilarang oleh Allah Swt. untuk memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Muslim dan Muslimah bahkan ditantang oleh Allah Swt. untuk menembus langit dan bumi agar mereka dapat mengamati alam semesta sebagai tanda-tanda kebesaran penciptanya. Allah Swt. menantang makhluk-Nya, jin dan manusia, dalam firmanNya:

“Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan.” (Q.S. Ar-Rahman Ayat 33)

Untuk itu, umat Islam pun diperintahkan oleh Allah Swt. untuk memperhatikan apa yang ada di langit dan bumi dalam firman-Nya:

Katakanlah: “Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman.” (Q.S. Yunus: 101)

Umat Islam diperintahkan oleh Allah Swt. untuk memperhatikan apa yang ada di langit dan bumi.

Tujuannya adalah agar bisa mengembangkan ilmu pengetahuan, untuk melihat tanda-tanda kebesaran Allah Swt.

Kemajuan teknologi membuktikan semakin banyak kebesaran Allah Swt yang bisa kita lihat.

Seorang ilmuwan Jepang, Dr. Masaru Emoto, telah memotret ribuan kristal air selama dua puluh tahun penelitian.

Ia menemukan bahwa molekul air yang terpapar kata-kata yang baik berubah menjadi kristal-kristal yang sangat indah dan rumit.

Sedangkan air yang terpapar kata-kata buruk bentuk kristalnya juga menjadi buruk.

Manusia tidak akan bisa melihat kebesaran Allah Swt apabila belum memiliki teknologi untuk melihat benda-benda molekular.

(Baca: M. Quraish Shihab: Doa Agar Indonesia Bebas Corona)

Upaya Umat Islam Menghadapi Kemajuan Sains

Hubungan Islam dan sains adalah integrasi antara iman dan ilmu yang mesti seimbang.

Kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pesatnya perkembangan peradaban di dunia jangan sampai membuat umat Islam melupakan dirinya untuk mempersiapkan bekal kehidupan di akhirat kelak.

Iman adalah pengontrol kaum Muslim agar tidak kehilangan arah dan tidak melupakan Tuhannya.

Dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, seyogyanya umat Islam tidak boleh hanya melihat dari sisi peradaban dunia belaka, tapi juga bagaimana mereka bisa tetap menjalankan ajaran agamanya dan mengikuti Al-Quran.

Umat Islam tetap tidak boleh tertinggal dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Berikut adalah beberapa upaya yang bisa dilakukan:

Pertama, kreatif menciptakan alat.

Temuan alat-alat yang memudahkan pekerjaan manusia atau dikenal dengan nama teknologi adalah penanda kemajauan zaman.

Siapa pun harus terus mencari dan menemukan alat-alat baru agar hidup lebih mudah dan maju dalam perdaban.

Umat Islam mesti cekatan dalam menemukan dan menciptakan alat atau teknologi tersebut.

Menulis dan membaca adalah syarat utama mengembangkan ilmu pengetahuan. Dalam Al-Quran disebutkan allam bil qalam (Tuhan mengajar manusia dengan qalam) atas apa yang belum diketahuinya.

Qalam berarti alat tulis. Allah Swt. mendidik manusia untuk membaca dan menulis.

Kedua, menghargai waktu.

Waktu bisa diibaratkan sebagai uang. Lengah dalam menggunakan waktu akan berakibat kerugian.

Masyarakat maju adalah masyarakat yang mampu menghargai waktu dan pandai menggunakan waktu.

Masyarakat yang gemar malas-malasan dan tidak pandai menggunakan waktu bukan saja tidak akan maju, tapi juga tertinggal dan tergilas oleh zaman.

Ketiga, memiliki etos kerja yang kuat.

Kabar buruk saat ini adalah hampir tidak pernah ada penemuan baru yang dihasilkan oleh umat Islam.

Sedangkan, negara-negara yang maju di bidang iptek adalah negara-negara dengan masyarakat yang suka bekerja keras, memiliki etos kerja tinggi, tekun, dan sungguh-sungguh dalam menangani pelbagai kesulitan.

Menciptakan alat yang menghasilkan berbagai kemudahan bahkan kesembuhan untuk penyakit bukan hanya dinikmati oleh penemunya saja, melainkan oleh seluruh umat manusia.

Manusia mesti rela bersusah payah terlebih dahulu untuk bisa menuai kebaikan setelahnya.

Keuletan juga konsistensi diperlukan untuk memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam dunia Islam.

Islam masih punya harapan turut andil dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi jika saja umat Islam mau dan konsisten menjalankan tiga usulan yang disebutkan.

Selain itu, mendukung sesama dalam kebaikan, termasuk non-muslim juga merupakan satu poin penting dalam kemajuan ilmu pengetahuan.

Menggunakan vaksin Corona dari mereka yang berbeda keyakinan tidak ada salahnya, yang salah adalah apabila ada umat Islam meninggalkan ajaran-Nya, tidak mentaati perintah-Nya, dan melaksanakan larangan-Nya.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here