Hindari Tiga Hal Tidak Bermanfaat Ini di Malam Hari Raya

0
1800

BincangSyariah.Com – Malam satu Syawal atau akrab disebut malam takbiran merupakan malam kebahagiaan umat muslim yang beriman karena telah melewati masa karantina selama bulan Ramadan. Sebulan dilatih dengan berbagai kegiatan ubudiyah, seperti puasa, salat Tarawih, tadarus Alquran, dan lain sebagainya.

Datangnya malam tersebut disambut dengan penuh rasa riang gembira dan bahagia menuju hari kembali fitrah/suci umat islam menyambut kesucian hati  atas terlaksananya rukun Islam berupa puasa Ramadan dan zakat fitrah.

Lantas, tidak dianjurkan bagi di antara umat muslim jika selesai melaksanakan ibadah puasa dan zakat fitrah lalu mencederainya hanya di satu malam dengan hal-hal yang nirfaedah alias melakukan sesuatu yg tidak mengundang kemanfaatan.

Berikut hal-hal tidak bermanfaat yang kerap menjadi kebiasaan yang lumrah, namun alangkah baiknya kita hindari secara seksama.

Pesta Kembang Api

Tanpa disadari pesta kembang api kini telah menjadi budaya masyarakat indonesia, baik muslim maupun nonmuslim. Gemerlap cahaya dan gemericik suaranya telah dinobatkan sebagai suatu kebanggaan dan tontonan yang asyik.

Pesta ini juga seakan menjadi syarat dalam menyambut momentum malam tahun baru dan malam Idulfitri atau Iduladha. Padahal, pesta ini sama sekali tidak mengandung unsur kemanfaatan melainkan hanya kesenangan sesaat. Tidak hanya itu, untuk menikmatinya harus mengeluarkan isi dompet dengan harga ratusan ribu bahkan mungkin jutaan. Seandainya budget yang lumayan itu bisa dialokasikan ke fakir miskin, mungkin akan berbekas dan lebih bermakna.

Kebayang, jika perayaan itu ditonton oleh mereka dengan kondisi tidak bahagia karena menghadapi hari raya dengan berbagai macam kekurangan ataupun tidak memiliki apapun di meja makan untuk hari esok, sehingga malam tersebut baginya bukan malam bahagia melainkan adalah malam derita. Melihat pesta tersebut tidak sama sekali memberikan secuil rupiah ke atas telapak tangannya sebagai seseorang yang berhak menerima zakat.

Baca Juga :  Hukum Takbiran pada Malam Idul Fitri

Begadang tanpa Mengagungkan Kebesaran Asma Allah Swt.

Kegiatan ini acapkali menjadi rutinitas wajib bagi mereka yang memiliki jiwa supel atau sosialita. Herannya, pada momentum malam takbiran malah banyak kejadian-kejadian di luar harapan. Seperti yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya, bahwa aktivitas begadang hanya gitu-gitu saja alias normatif. Bahkan ada sebagian kelompok yang ditemani oleh  suguhan minuman keras maupun obat-obatan terlarang. Ini nyata terjadi di beberapa kota di Indonesia. Sehingga ada beberapa peristiwa yang sampai merenggut nyawa akibat mengkonsumsi miras pada malam itu.

Bermain Game

Di sisi lain, bahwa waktu tersebut juga akan mendatangkan kemudharatan manakala diisi dengan bermain game sampai larut malam hingga menjelang subuh. Hal ini tentunya sudah melewatkan kesunahan-kesunahan sampai perbuatan tersebut dianggap sia-sia. Tidak hanya itu, aktivitas ini juga berlebihan jika dianggap sebagai pembatas jarak aktivitas sosial di kehidupan nyata, karena lebih banyak menghabiskan waktu di dunia maya tanpa unsur-unsur manfaat.

Lalu, bagaimana aktivitas yang hendaknya kita lakukan guna menyambut malam hari raya, agar senantiasa dilimpahkan keberkahan?

Bersandar pada firman Allah Swt.

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ

Allah berfirman, yang artinya: “…hendaklah kamu mencukupkan bilangannya (puasa) dan hendaklah kamu mengagungkan Allah (bertakbir) atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu.” (Qs. Al Baqarah: 185)

 

Maka dari itu, mari kita hias malam hari raya dengan perbanyak mengucapkan takbir Allahu Akbar secara khusyuk dan khidmat setelah sempurna melaksanakan ibadah puasa satu bulan, sebagaimana anjuran dan perintah Alquran.

Wallahu A’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here