Hikmah Pagi: Ketika Khalifah Abu Ja’far al-Mansur Dikritik Seorang Pendoa

0
185

BincangSyariah.Com – Pada suatu malam tatkala Khalifah Abu Ja’far Al-Mansur melakukan tawaf di sekitar Ka’bah, beliau mendengar seorang berdoa: “Ya Allah Aku mengadukan kepada-Mu tentang nampaknya kerusakan dan kezaliman di muka bumi ini, tidak ada yang mencegah antara kebenaran dan orang yang memegang kebenaran dari ketamakan”. Tatkala itu Al-Mansur sedang duduk di sudut masjid, kemudian beliau menghampiri orang yang berdo’a tadi, maka terjadila dialog:

Al-Mansur: Apa yang membuatmu mengatakan telah nampak kerusakan dan kezaliman di muka bumi ini?

Yang Berdoa: Jika engkau menjamin keamanan diriku maka akan kuberitahu engkau akar permasalahnya.

Al-Mansur : Engkau aman, kami jamin.

Yang Berdoa: Wahai Amirul Mukmin, yang menjadikan ketamakaan harta dan yang menjadi sebab kerusakan di muka bumi ini adalah engkau!

Al-Mansur : Kok bisa seperti itu, celakalah engkau, saya rakus, karena segala sesuatu ada pada diriku?!

Yang Berdoa: Allah menitipkan urusan hambanya dan harta mereka kepada engkau, lalu engkau lalaikan urusan mereka. Engkau lebih mementingkan untuk mengumpulkan harta mereka, lalu engkau membuat sekat tembok pembatas antara dirimu dengan mereka, yang pintunya terbuat dari besi, dan penjaganya penuh dengan senjata. Engkau membatasi dirimu dari mereka, dan engkau mengirim para pasukan untuk mengambil dan mengumpulkan harta mereka.

Kemudian engkau tidak memperkenankan orang masuk ke tempatmu kecuali orang tertentu saja. Engkau tidak pernah menyuruh membantu orang yang terzalimi dan orang yang dilanda kesusahan. Dan, tidak pula memberikan perhatian kepada orang yang kelaparan, padahal tidak ada satupun dari mereka itu kecuali mereka ada hak terhadap harta itu.

Singkat cerita, menagislah Khalifah Al-Mansur dengan berurai air mata, kemudian ia berujar: “Andaikan Allah tidak menciptakanku!, maka bagaimana nanti dengan nasibku?

Wahai Amirul Mukminin, masyarakat itu mempunyai para ulama, mereka menyampaikan agama, mereka meridhoi keadaan dunia, maka jadikanlah mereka penasehatmu dan ajaklah mereka musyawarah dan diskusi untuk meluruskanmu. (Lihat: Sirah Khalifah Abbasiyyah, Abu Ja’far al-Manshur, Hal:34, atau Tarikh Abi Fida’, Jilid: 1/301-302).

Baca Juga :  Olahraga Jalan Kaki Ala Rasulullah Saw

Mungkin ini sesuai dengan hadits rasulullah,

صِنْفَانِ مِنَ النَّاسِ إِذَا صَلَحَا صَلَحَ الناسُ وَإِذَا فَسَدَا فَسَدَ الناسُ : الْعُلَمَاءُ وَالأُمَرآءُ

Ada dua golongan, apabila mereka berdua baik maka baiklah sumua manusia, dan apabila mereka berdua itu rusak maka rusaklah semua manusia, yaitu ulama dan umara’ (pemimpin). (HR. Abu Nu’aim dari Ibn Abbas, dalam kitab Kanzul ‘Ammal Fi Sunanil Af’al Wal Aqwal, Jilid: 10/119).

Semoga Allah menjaga para ulama, para pemimpin dan kita semuanya sehingga negara kita senantiasa adem, ayem dan damai

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here