Hikmah Dibalik Pengulangan Kisah-kisah di dalam Al-Qur’an

0
153

BincangSyariah.Com – Tidak dapat dipungkiri bahwa Al-Qur’an itu mengandung kisah-kisah yang diulang-ulang di surah yang berbeda-beda, padahal isinya sama. Ada pula yang kisahnya itu temanya sama namun dikisahkan dengan gambaran yang berbeda-beda. Ada pula yang dikisahkan dengan ringkas dan ada yang panjang lebar. Lalu apa hikmah dibalik pengulangan kisah-kisah di dalam Al-Qur’an tersebut?

Syekh Manna’ Al-Qaththan di dalam kitabnya “Mabahits Fi Ulumil Qur’an” menjelaskan bahwa di antara hikmah dibalik berulangnya kisah-kisah di dalam Al-Qur’an adalah sebagai berikut.

Pertama. Bukti bahwa itulah puncak dari balaghahnya Al-Qur’an

Sebagaimana diketahui bahwa salah satu keistimewaaan balaghah (nya suatu bacaan) adalah menampakkan satu makna dengan gambaran-gambaran yang berbeda-beda, kisah yang berulang-ulang di setiap tempat dengan gaya bahasa yang berbeda-beda antara satu tempat dengan yang lainnya, dan terformat dalam suatu format yang berbeda dengan format yang lainnya.

Manusia pun tidak condong/fokus dengan pengulangan kisah-kisahnya, tetapi makna-makna yang tidak ia pahami di tempat-tempat yang lain itu justru diperbaharui di dalam dirinya dengan berulangnya kisah itu.

Kedua. Kuatnya Al-Qur’an untuk melemahkan yang lainnya.

Berulangnya kisah yang sama dan satu makna dengan gambaran yang berbeda-beda adalah untuk menunjukkan ketidak mampuan orang Arab untuk mendatangkan satu gambaran saja darinya. Inilah puncak dari tantangan Al-Qur’an kepada orang Arab.

Mereka disuruh mendatangkan satu ayat saja tidak bisa, apalagi mendatangkan beberapa ayat dengan makna yang sama. Sekali lagi ini adalah salah satu bukti kemukjizatan Al-Qur’an yang hanya Allah swt. saja yang mampu membuatnya.

Ketiga.  Agar kisah tersebut diperhatikan dan dijadikan pelajaran dalam diri.

Jadi, berulangnya kisah-kisah di dalam Al-Qur’an adalah salah satu cara bentuk penguatan dan perhatian yang harus benar-benar diperhatikan. Seperti kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir’aun. Kisah keduanya adalah perumpamaan yang sempurna tentang pertarungan antara yang benar/hak dan yang salah/batil. Di mana kisahnya tidak hanya diulang dalam satu surah saja, tetapi diulang-ulang dalam banyak surah.

Baca Juga :  Kisah Dokter yang Masuk Islam Karena Melihat Kemujaraban Wudu

Keempat. Menunjukkan adanya tujuan yang berbeda di setiap kisah itu disebutkan.

Jadi, meskipun kisah tersebut sama, namun maksud dan tujuannya berbeda-beda di setiap kisah itu disebutkan kembali dalam ayat yang lain. Yakni disesuaikan dengan situasi dan kondisi sebab turunnya ayat itu.

Misalnya dalam satu kondisi Nabi saw. menerima wahyu tentang kisah Nabi Musa a.s. untuk meneguhkan hati beliau bahwa dari dulu bangsa Yahudi keras kepala. Di dalam situasi dan kondisi lainnya Nabi saw. menghadapi masalah yang berbeda dan Allah swt. mewahyukan kembali tentang kisah Nabi Musa a.s.

Demikianlah empat hikmah dibalik berulangnya kisah-kisah di dalam Al-Qur’an. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here