Hari ini Harlah ke-73, Ini Sejarah Muslimat NU

0
424

BincangSyariah.Com – Pada awal berdirinya di tahun 1938, saat itu Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) bernama Nahdlatoel Oelama Moeslimat (NOM). Delapan tahun kemudian pada 1946 NOM diresmikan sebagai bagian dari NU dengan nama Nahdlatul Ulama Muslimat (NUM). Lalu pada tahun 1952 merupakan masa terbentuknya NUM menjadi banom dan mengubah namanya menjadi Muslimat NU.

Susan Blackburn dalam Kongres Perempuan Pertama menyebutkan organisasi Muslimat NU tidak lepas dari kondisi sosial pada tahun 1930 yang didukung munculnya situasi emansipasi nasional dan kesadaran pendidikan. Dimana tonggak penting dari pergerakan perempuan pada masa itu ditandai dengan diselenggarakannya kongres perenpuan Indonesia di Yogyakarta tahun 1928.

Muslimat NU merupakan organisasi keperempuanan di bawah payung organisasi NU. Eksistensi perempuan NU, mulai terlihat setelah dua belas tahun pasca lahirnya NU (1926), tepatnya dalam kongres di Menes, Banten, pada tahun 1938.

Pada kongres tersebut, Nyai Djunaisih berkesempatan menyampaikan gagasannya akan pentingnya organisasi keperempuanan, ia merasa selama ini organisasi NU terlalu diwarnai oleh budaya partiarki. Menurut beliau tak hanya lelaki tapi perempuan pun harus mendapatkan pendidikan yang selaras dengan ajaran Islam dan hal tersebut bisa dilakukan melalui mengkoordinasikan para muslimat NU.

“Dalam agama Islam tidak hanya laki-laki saja yang harus dididik berkenaan dengan ilmu agama melainkan perempuan juga harus dan wajib mendapat didikan yang selaras dengan tuntutan dan kehendak agama Islam,” kata beliau sebagaimana dikutip oleh Afif dalam buku Merintis Pergerakan Kaum Ibu.

Pernyataan beliau ini merupakan sejarah cikal bakal Muslimat NU lahir. Gagasannya didukung juga oleh Nyai Syarah yang berpendapat bahwa untuk melakukan itu perempuan perlu wadah pergerakan bagi perempuan. Beliau menyuarakan pentingnya perempuan berorganisasi dan berperan aktif tidak hanya di wilayah domestik.

Baca Juga :  Ibnu Batutah: Sang Penjelajah Legendaris Asal Maroko

Sejak itu, perempuan mulai mendapatkan perhatian dari kalangan tokoh NU. Setahun berjalan, pada kongres NU ke- 14 tahun 1939, Rapat Umum Muslimat NU pertama kali dilaksanakan yang dihadiri oleh para Muslimah perwakilan dari berbagai daerah.

Di antara yang ikut menyumbang gagasan selama rapat umum tersebut yaitu Ny. Saodah dan Ny. Gan Antang dari Bandung, Ny. Badriyah dari Wonosobo, Ny. Sulimah dari Banyumas, Ny. Istiqomah dari Parakan dan Ny. Alfiyah dari Kroya Cilacap.

Lies Marcoes dalam Peta Gerakan Perempuan Islam Pasca Orde Baru menyebutkan sekalipun mendapatkan dukungan dari beberapa tokoh, tapi perjalanan muslimat NU sebagai gerakan perempuan yang pertama memerlukan waktu yang relatif lama dan melewati perdebatan berkali-kali. Kehadiran Muslimat NU merupakan bentuk reformasi dalam organisasi Nu. Sebab munculnya Muslimat NU di tengah-tengah kuatnya pengaruh dominasi laki-laki dalam NU dapat diartikan sebagai gugatan dan lerlawanan kultural yang berani.

Akan tetapi atas bantuan dari sebagian tokoh NU seperti KH. Muhammad Dahlan, KH. Wahab Chasbullah dan lainnya yang memiliki pemikiran progresif maka dapat mempermudah lahirnya Muslimat NU. Dapat disimpulkan bahwa proses lahirnya Muslimat NU terdapat dukungan dari kaum laki-laki.

Dengan terbentuknya Muslimat NU memberi manfaat mengenai kondisi perempuan di dalam NU yang lebih terorganisir sehingga dapat mempermudah terselenggaranya tujuan NU di kalangan perempuan.

Adapun peran Muslimat NU untuk mendorong kebijakan pemerintah salah satunya adalah ajakan Keluarga Berencana : Cukup Dua Anak di tahun 70-an. Dimana pada saat itu para Muslimat dan Fatayat NU bergerilya memberikan pemahaman kepada kaum ibu bahwa kebijakan ini tidak bertentangan dengan Islam.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here