Hamzah bin Abdul Muthallib: Paman Nabi Bergelar Penghulu Orang-Orang Syahid

0
341

BincangSyariah.Com – Dari semua paman-paman Nabi Muhamamad Saw yang hidup di Mekah dan menyaksikan dakwahnya, tecatat hanya sedikit yang mendukung dan membelanya. Satu di antara yang sedikit itu bernama Hamzah bin Abdul Muthalib. Setelah penulis menelusuri berbagai literatur sejarah, ternyata paman Nabi tidak semuanya benar-benar paman, dalam arti terpaut usia yang sangat jauh. Hamzah adalah paman sekaligus saudara sesusuan Nabi yang jarak usianya tidak terpaut jauh. Menurut catatan al-Waqidi  dalam al-Maghazi rentang usia Nabi dengan Hamzah hanya berkisar antara 2 – 4 tahun saja. Keduanya sama-sama pernah menyusu kepada Tsuwaibah, bekas budak Abu Lahab, paman Nabi yang lain.

Di masa awal Islam, telah kita ketahui bahwa Nabi bersama umat muslim sangat kesulitan. Satu di antara pembela setia Nabi Muhamamd Saw adalah pamannya ini, Hamzah. Bahkan karena keberanian dan kegagahannya, ia dijuluki sebagai asadullah (singa Allah). Bagaimana biografi dari Hamzah bin Abdul Muthalib ini? Selengkapnya akan diruaikan sebagai berikut.

Latar Belakang Keluarga    

Hamzah adalah putra dari pasangan Abdul Muthalib bin Hasyim dan Halah binti Uhaib. Meski terbilang masih muda dibandingkan kakak-kakaknya seperti Abu Thalib dan Abu Lahab, Hamzah telah memiliki pengaruh yang cukup kuat karena sosoknya yang disegani dan secara nasab lebih tinggi karena menjadi putra dari Abdul Muthalib.

Hamzah memiliki julukan (kunyah) Abu Ya’la yang diambil dari anak pertamanya Ya’la, hasil dari pernikahan dengan Bintul Millah. Dari istri pertamanya ini Hamzah memiliki tiga anak, Ya’la, dan Amir. Selain menikah dengan Bintul MIllah, Hamzah juga menikah dengan Khaulah binti Qais dikaruniai anak laki-laki bernama Imarah. Selain anak laki-laki, Ibnu Sa’ad mencatat bahwa Hamzah juga memiliki anak perempuan bernama Amamah hasil dari pernikahannya bersama Salma binti ‘Umais, saudara kandung dari Asma binti ‘Umais istri Ja’far bin Abi Thalib.

Baca Juga :  Utsman bin Mazh'un, Sahabat yang Ditegur Nabi Karena Ingin Membujang Seumur Hidup

Sama seperti Nabi Muhammad yang membantu Abu Thalib dengan mengasuh salah satu putranya, Ali, Hamzah juga ikut andil meringankan beban kakak kandung beda ibu ini dengan mengasuh Ja’far. Begitulah menurut catatan Abu al-Faraj al-Asfihani. Meskipun berbeda pendapat dengan al-Thabari tidak menulis Hamzah akan tetapi Abbas yang mengasuh Ja’far.

Sebelum Masuk Islam

Selain sebagai pemuka Bani Hasyim dan Bani Quraish yang berarti memiliki darah biru di Mekah, Hamzah juga sosok yang pandai berkuda, memanah, dan memainkan pedang. Hamzah merupakan sosok yang gagah berani dan hobi berburu. Karena hobinya ini, Hamzah seringkali keluar dari kota Mekah selama berhari-hari. Menurut catatan Ibnu Habib dalam kitab al-Muhabbar, Hamzah memiliki kebiasaan untuk melakukan thawaf di sekeliling Kakbah setibanya ia pulang berburu dari luar kota.

Al-Waqidi dan Ibnu Habib, Hamzah merupakan pemuka Quraish yang mempunyai kedudukan karena nasab dan kemampuannya sehingga orang-orang banyak yang berbaiat untuk mengikat janji dengannya.

Sama seperti Abu Thalib, di masa tiga tahun pertama Nabi Muhammad menyampaikan risalah secara sembunyi-sembunyi, Hamzah turut menjadi garda terdepan untuk membela dakwah Nabi Muhammad meskipun pada saat itu belum menyatakan diri masuk Islam.

Kisah Masuk Islam

Dalam Sirah Nabawiyyah Ibnu Hisyam bercerita tentang kisah masuk Islamnya Hamzah bin Abdul Muthalib. Suatu hari Nabi Muhammad Saw berpapasan dengan Abu Jahal di dekat bukit Shafa. Tanpa pikir panjang Abu Jahal memaki-maki dan bersumpah serapah serta mengeluarkan ucapan-ucapan buruk kepada Nabi Muhammad. Nabi tidak menghiraukan hinaan Abu Jahal dan berlalu begitu saja. Tetapi ternyata kejadian itu dilihat oleh salah satu pembantu Hamzah.

Ketika peristiwa itu terjadi Hamzah sedang berburu di luar Mekah. Setibanya di Mekah, ia melakukan kebiasaannya pergi ke Masjidil Haram untuk thawaf. Setelah Thawaf selesai, Hamzah bercengkrama dengan orang-orang yang berada di sana. Ketika sedang berbincang, pembantu Hamzah datang menghampiri dan berkata, “Tuan, ketika anda sedang tidak ada, Abu Jahal telah menghina keponakan anda Muhammad.”

Baca Juga :  al-Walid bin Mughirah: Sadar Al-Qur'an Bukan Buatan Manusia

Mendengar berita itu, Hamzah pun berdiri dan bergegas menemui Abu Jahal yang sedang berada di tengah-tengah keramaian. Hamzah menghunuskan anak panahnya ke arah kepala Abu Jahal hingga kepalanya terluka dan mengeluarkan darah.

Hamzah berkata dengan lantang, “Kau telah menghina dan berlaku buruk kepada Muhammad, kau tidak tahu bahwa aku telah memeluk agama yang dibawanya? Aku telah mengucapkan kalimat yang dia ucapkan.”

Melihat kejadian itu, Bani Mahzum berdiri untuk membantu Abu Jahal. Karena takut akan kedudukan dan kekuatan Hamzah, Abu Jahal melarang mereka untuk beraksi sambil berkata, “Biarkan Hamzah, aku telah menghina keponakannya.”

Setelah mengetahui bahwa Nabi Muhammad telah memiliki pelindung yang kuat berada di barisan kaum muslimin, gangguan dan penindasan dari orang-orang musyrik Mekah berkurang drastis. A-Thabari menulis bahwa Hamzah masuk Islam ketika Nabi diperintahkan untuk memulai dakwah secara terang-terangan, yaitu ketika Nabi Muhamamd mengumpulkan keluarga dekatnya dan mengajak mereka masuk Islam, disitulah Hamzah menyatakan diri masuk Islam.

Panglima Terdepan Pemegang Panji 

Ketika Nabi Muhammad melakukan perjanjian dengan orang-orang Yatsrib dalam bai’at aqabah pertama dan kedua, Hamzah termasuk orang yang menjadi jaminan dan pelindung Nabi Muhammad Saw. Begitu pun ketika umat muslim secara berkelompok hijrah ke Yatsrib (Madinah), Hamzah adalah orang yang paling awal angkat kaki dari Mekah demi perjuangan Islam.

Pada tahun pertama hijrah, Nabi Muhammad Saw telah mempercayakan panji pasukan muslim ke tangan Hamzah agar memimpin pasukan muslim untuk mencegat kafilah Quraisy yang pulang dari Syam menuju Mekah. Bersama dengan 30 orang pasukan, Hamzah berani berhadapan dengan 300 penunggang kuda yang dikomandani Abu Jahal. al-Waqidi mencatat bahwa pada peristiwa tersebut tidak ada pertumpahan darah, kedua pasukan sepakat untuk melakukan perjanjian dan tidak melakukan perang.

Baca Juga :  Hukum Zakat Kepada Orang Kekurangan Biaya Nikah

Ibnu Sa’ad mengungkapkan bahwa Hamzah adalah pemegang panji dalam perang Abwa, Dzu al-‘Usyairah dan Bani Qainuqa. Begitu pun pada perang Badar, peperangan dengan kemenangan terbesar dari umat Muslim, Hamzah berada di garda terdepan.

Sebelum peperangan dimulai, Hamzah bin Abdul Muthalib menjadi utusan kaum muslimin untuk berduel satu lawan satu dengan pasukan lawan. Dari pihak musyrik Mekah diutus Utaibah bin Rabi’ah. Akhirnya dengan perlawanan sengit Hamzah berhasil menang melawan Utaibah yang akhirnya terbunuh pada perang Badar.

Penghulu orang-orang Syahid (Sayyid al-Syuhada)

Setahun berselang setelah terjadinya perang Badar, meletuslah perang Uhud yang bertepatan pada hari Sabtu 7 atau 15 Syawal tahun ke-3 Hijriah. Pada perang inilah Hamzah bin Abdul Muthalib, sang paman yang menjadi orang terdepan dalam membela Nabi Muhammad menghembuskan napas terakhirnya sebagai syahid.

Diceritakan dalam beberapa literatur sejarah seperti al-Maghazi, al-Sirah al-Nabawiyyah maupun Thabaqat al-Kubra, Hamzah bin Abdul Muthalib adalah orang yang paling diburu dalam peperangan ini, terutama bagi orang-orang yang telah kehilangan kerabatnya di perang Badar. Disebutkan bahwa Wahsyi bin Harb diutus oleh beberapa orang seperti Hindun bin Utbah, Bintu Harits, dan Jubair bin Muth’im menjanjikan Wahsyi untuk dimerdekakan dan hadiah-hadiah lain bila ia berhasil membunuh Hamzah.

Wahsyi yang memang terkenal jago memainkan tombak berhasil membunuh Hamzah dengan mengarahkan tombak tepat di dadanya Hamzah. Setelah perang usai, Wahsyi yang dijanjikan harta oleh Hindun berhasil membawa hati Hamzah untuk Hindun.

Melihat jasad pamannya tercabik-cabik, Nabi Muhammad Saw sangat terpukul. Diriwayatkan dari ‘Atha dari Jabir bahwasanya Nabi Saw bersabda:

سَيِّدُ الشُّهَدَاءِ حَمْزَةُ بنُ عَبْدِ المُطَّلِبِ

“Penghulu para syahid adalah Hamzah bin Abdul Muthalib.” Wallahu A’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here