Hadis Tentang Hijrah yang Harus Kamu Tahu

0
24

BincangSyariah.Com – Hijrah adalah salah satu tema yang berasal dari khazanah keislaman yang belakangan ini cukup mendapatkan banyak sorotan. Kini, hijrah menjadi tren dan gaya hidup.

Saat ini, hijrah bahkan bisa menjelma dalam selebrasi atau perayaan. Berikut adalah hadis tentang hijrah yang harus kamu tahu:

Sambil mengamati tren hijrah yang kian berkembang dari hari ke hari, mari kita kembali makna hijrah pada apa sebenarnya tertuang dalam hadis Nabi Muhammad Saw.

عن عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: “إنما الأعمال بالنيات – وفي رواية: بالنية – وإنما لكل امرئ ما نوى فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله ومن كانت هجرته إلى دنيا يصيبها أو امرأة يتزوجها فهجرته إلى ما هاجر إليه”

Dari Sahabat Umar bin Khaththab r.a. berkata, “Aku mendengar Rasulullah Saw. bersabda, ‘Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya dan sesungguhnya setiap orang itu akan mendapatkan apa yang dia niatkan. Barang siapa hijrahnya kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena perempuan yang hendak dinikahinya maka hijrahnya sesuai ke mana dia hijrah.’” (H.R. Bukhari & Muslim)

Hadis tersebut menjelaskan tentang hijrah Nabi Muhammad Saw. yang membahas tentang niat. Dalam pembahasan fikih, para ulama selalu mengaitkan niat dengan ibadah seperti thaharah dan shalat. Kedua ibadah tersebut tidak akan sah tanpa niat.

Oleh sebab itulah Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyatakan bahwa menurut para ahli fikih, pembahasan tentang niat adalah sepertiga dari pengetahuan agama.

Selanjutnya, Imam Syafii menyatakan bahwa niat dibahas kurang lebih dalam tujuh puluh bab atau tujuh puluh bagian dalam ilmu fiqih.

Apa yang menarik dari hadis tentang hijrah tersebut? Yang menarik dari hadits tentang hijrah tersebut adalah bahwa penyebab diturunkannya hadis ini bukan membahas tentang ibadah tapi disebabkan karena ada seorang sahabat muhajirin yang ingin berhijrah ke Madinah bukan demi mendapatkan keutamaan hijrah akan tetapi demi menikahi seorang perempuan yang bernama Ummu Qais.

Lebih lanjut lagi, Ibnu Daqiq al-‘Id menjelaskan dalam kitab Ihkamu al-Ahkam bahwa memang dalam hadis ini Nabi Muhammad Saw. tidak menyebutkan tujuan-tujuan duniawi lainnya melainkan hanya menyebutkan tentang perempuan.

Keumuman hadis ini ditujukan untuk setiap orang yang hijrahnya hanya berniatkan untuk urusan duniawi maka ia hanya akan mendapatkan apa yang diniatkannya, bukan ridho dari Allah Swt.

Bukankah esensi hijrah adalah meninggalkan apa yang dilarang secara syar’i? Esesninya bisa diartikan sebagai berubah dari tidak baik menjadi baik.

Mengubah perangai yang kurang baik menjadi baik, bukan hanya secara tampilan luar tapi juga penampilan dalam. (Baca: Pentingnya Memperbaiki Niat dalam Hijrah)

Apabila hijrah hanya sebatas mengikuti tren tanpa menghayati esensi hijrah itu sendiri, maka sesungguhnya hijrah yang dilakukan hasilnya hanya akan sesuai apa yang diniatkan.[]

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here