Hadis-hadis tentang Keutamaan Mengingat Kuburan dan Kengeriannya

3
683

BincangSyariah.Com – Kuburan adalah tempat singgah manusia yang terakhir di dunia sebelum ia dibangkitkan di hari Kiamat. Di dalam kitab Lubbabul Hadis bab ketiga puluh delapan, imam As-Suyuthi (w. 911) menuliskan hadis-hadis tentang keutamaan mengingat kuburan dan kengeriannya yang perlu kita perhatikan sebagaimana berikut.

Hadis Pertama:

قاَلَ النَّبِيُّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: {القَبْرُ رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ أوْ حُفْرَةٌ مِنْ حُفَرِ النَّارِ}

Nabi saw. bersabda, “Kuburan itu (bisa berupa) taman dari taman-taman surga atau lubang dari lubang-lubang neraka.” Hadis ini merupakan potongan dari hadis panjang riwayat imam At-Tirmidzi dari sahabat Abu Sa’id r.a.

Hadis Kedua:

وَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: {المُؤْمِنُ فِيْ قَبْرِهِ فِيْ رَوْضَةٍ خَضْرَاءَ وَيُوَسَّعُ لَهُ قَبْرُهُ سَبْعِيْنَ ذِرَاعًا وَيُضِيْءُ حَتَّى يَكُوْنَ كَالْقَمَرِ لَيْلَةَ البَدْرِ}

Nabi saw. bersabda, “Orang mukmin di dalam kuburannya (itu seperti) di dalam taman yang hijau, kuburannya diluaskan untuknya tujuh puluh zira’, dan kuburannya terang sampai seperti bulan di malam bulan purnama.” Berdasarkan penelusuran kami, kami tidak menemukan periwayat hadis tersebut dengan redaksi demikian, namun kami menemukan hadis yang semakna dengan hadis tersebut dengan redaksi sebagaimana berikut.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: «الْمُؤْمِنُ فِي قَبْرِهِ فِي رَوْضَةٍ، وَيُرَحَّبُ لَهُ قَبْرُهُ سَبْعِينَ ذِرَاعًا، وَيُنَوَّرُ لَهُ كَالْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ. (رواه ابو يعلى)

Dari Abu Hurairah r.a., dari Rasulullah saw., beliau bersabda, “Orang mukmin di dalam kuburannya di dalam taman dan kuburannya diluaskan untuknya tujuh puluh zira’ dan diterangkan untuknya seperti bulan di malam bulan purnama.” (H.R. Abu Ya’la)

Hadis Ketiga:

وَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: {لَوْ أنَّ بَنِيْ آدَمَ عَلِمُوا كَيْفَ عَذَابُ الْقَبْرِ مَا نَفَعَهُمُ الْعَيْشُ فِى الدُّنْيَا فَتَعَوَّذُوْا بِاللهِ الْكَرِيْمِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ الْوَخِيْمِ}

Nabi saw. “Seandainya bani Adam (manusia) mengetahui bagaimana azab kuburan itu maka kehidupan di dunia tidaklah lagi berguna untuk mereka, lalu mereka meminta perlindungan kepada Allah yang Maha Mulia dari pada azab kubur yang mengerikan.” Berdasarkan penelusuran kami, hadis ini belum kami temukan sanad dan perawinya. Begitupun dalam penjelasan imam An-Nawawi Al-Bantani ketika mensyarah hadis ini tidak menyebutkan riwayat dan perawinya.

Baca Juga :  Hadis-hadis Keutamaan Menjenguk Orang Sakit

Hadis Keempat:

وَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: {مَا مِنْ عَبْدٍ يَمُرَّ بِقَبْرِ رَجُلٍ كَانَ يَعْرِفُهُ فِى الدُّنْيَا فَيُسَلِّمُ عَلَيْهِ إِلَّا عَرَفَهُ وَرَدَّ عَلَيْهِ السَّلَامَ}.

Nabi saw. bersabda, “Tidak ada hamba yang melewati kuburan seseorang yang ia kenal di dunia lalu ia mengucapkan salam kepadanya kecuali ia (mayit) pun juga mengetahuinya dan membalas salam kepadanya.” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Al-Khathib dan imam Ibnu ‘Asakir dari sahabat Abu Hurairah r.a.

Hadis Kelima:

وَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: {مَا مِنْ مُسْلِمٍ مَرَّ بِقَبْرٍ مِنْ مَقَابِرِ الْمُسْلِمِيْنَ إِلَّا قَالَ لَهُ أَهْلُ الْقُبُوْرِ يَا غَافِلُ لَوْ عَلِمْتَ مَا نَعْلَمُ لَذَابَ لَحْمُكَ عَلَى جَسَدِكَ وَدَمُكَ عَلَى بَدَنِكَ

Nabi saw. bersabda, “Tidak ada seorang muslim yang melewati kuburan dari kuburan-kuburan orang-orang muslim kecuali ahli kubur berkata kepadanya, “Wahai yang lalai, seandainya engkau tau apa yang kami ketahui maka daging yang ada di tubuhmu dan darah di atas badanmu akan pecah.” Berdasarkan penelusuran kami, hadis ini belum kami temukan sanad dan perawinya. Begitupun dalam penjelasan imam An-Nawawi Al-Bantani ketika mensyarah hadis ini tidak menyebutkan riwayat dan perawinya.

Hadis Keenam:

وَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: إِنَّ الْعَبْدَ الْمُؤْمِنَ إِذَا وُضِعَ فِى الْقَبْرِ وَأُقْعِدَ وَقَالَ أهْلُهُ وَأَقْرِبَاؤُهُ وَأَحِبَّاؤُهُ وَأَبْنَاؤُهُ وَاسَيِّدَاهُ وَاشَرِيْفَاهُ وَاأمِيْرَاهُ قَالَ لَهُ الْمُلْكُ اسْمَعْ مَا يَقُوْلُوْنَ أَنْتَ كُنْتَ سَيِّدًا وَأَنْتَ شَرِيْفًا وَأَنْتَ أمِيْرًا قَالَ الْمَيِّتُ: يَا لَيْتَهُمْ لَمْ يَكُوْنُوْا فَيَضْغَطُهُ ضَغْطَةً تَخْتَلِفُ بِهَا أَضْلَاعُهُ}

Nabi saw. bersabda, “Sungguh seorang hamba yang mukmin jika diletakkan di dalam kuburan dan didudukkan, keluarganya, kerabat-kerabatnya, orang-orang yang dikasihinya, anak-anaknya, tuan-tuannya, orang-orang dimuliakannya, dan pemimpin-pemimpinnya membicarakan tentangnya. Malaikat berkata kepadanya, “Dengarkan apa yang mereka katakan, kamu dulu adalah seorang junjungan, kamu seorang yang mulia, dan kamu adalah seorang pemimpin.” Mayyit itu pun berkata, ‘Seandainya mereka tidak mendapatkan (seperti yang mereka bicarakan), maka ia (mayyit itu) akan dihimpit dengan himpitan yang dapat memecah tulang-tulang rusuknya.” Berdasarkan penelusuran kami, hadis ini belum kami temukan sanad dan perawinya. Begitupun dalam penjelasan imam An-Nawawi Al-Bantani ketika mensyarah hadis ini tidak menyebutkan riwayat dan perawinya.

Baca Juga :  Merawat Niat Lillahi Ta'ala Sungguh Tidak Mudah

Hadis Ketujuh:

وَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: {قَالَ اللهُ تَعَالَى يَا عِيْسَى كَمْ مِنْ وَجْهٍ صَبِيْحٍ وَبَدَنٍ صَحِيْحٍ وَلِسَانٍ فَصِيْحٍ غَدًا بَيْنَ أَطْبَاقِ النِّيْرَانِ يَصِيْحُ.

Nabi saw. bersabda, “Allah ta’ala berfirman, “Wahai Isa berapa banyak wajah yang tampan, badan yang sehat, dan lisan yang fasih kelak (di akhirat berada) di antara tingkatan-tingkatan neraka akan berteriak-teriak.” Berdasarkan penelusuran kami, hadis ini belum kami temukan sanad dan perawinya. Begitupun dalam penjelasan imam An-Nawawi Al-Bantani ketika mensyarah hadis ini tidak menyebutkan riwayat dan perawinya.

Hadis Kedelapan:

وَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: القَبْرُ أوَّلُ مَنْزِلٍ مِنْ مَنَازِلِ الْآخِرَةِ وَآخِرُ مَنْزِلٍ مِنْ مَنَازِلِ الدُّنْيَا}.

Nabi saw. bersabda, “Kuburan itu tempat singgah pertama dari tempat-tempat di akhirat dan tempat terakhir dari tempat-tempat di dunia.” Berdasarkan penelusuran kami, hadis ini belum kami temukan sanad dan perawinya. Begitupun dalam penjelasan imam An-Nawawi Al-Bantani ketika mensyarah hadis ini tidak menyebutkan riwayat dan perawinya.

Hadis Kesembilan:

وَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: {القَبْرُ مَنْزِلٌ لاَ بُدَّ فِيْهِ مِنَ النُّزُوْلِ}.

Nabi saw. bersabda, “Kuburan itu tempat yang pasti di dalamnya ditempati.” Berdasarkan penelusuran kami, hadis ini belum kami temukan sanad dan perawinya. Begitupun dalam penjelasan imam An-Nawawi Al-Bantani ketika mensyarah hadis ini tidak menyebutkan riwayat dan perawinya.

Hadis Kesepuluh:

وَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: {إِذَا مَاتَ أَحَدُكُمْ عُرِضَ عَلَيْهِ مَقْعَدُهُ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ إِنْ كَانَ مِنْ أهْلِ الْجَنَّةِ فَمِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَإِنْ كَانَ مِنْ أهْلِ النَّارِ فَمِنْ أَهْلِ النَّارِ يُقَالُ هَذَا مَقْعَدُكَ حَتَّى يَبْعَثَكَ اللهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ}

Nabi saw. bersabda, “Jika salah satu dari kalian meninggal dunia maka ia akan diperlihatkan padanya tempatnya (di akhirat nanti) pada pagi dan malam hari. Jika ia termasuk penghuni surga, maka ia akan menghuni surga, dan jika ia termasuk dari penghuni neraka, maka ia menghuni neraka. Dan dikatakan kepadanya, “Ini tempatmu tinggalmu sampai Allah membangkitkanmu di hari Kiamat.” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Al-Bukhari, imam Muslim, imam At-Tirmidzi, dan imam Ibnu Majah dari sahabat Ibnu ‘Umar bin Al-Khattab r.a.

Baca Juga :  Penjelasan Imam al-Ghazali Soal Buka Puasa Secara Berlebihan

Demikianlah sepuluh hadis yang telah dijelaskan oleh imam As-Suyuthi tentang keutamaan mengingat kuburan dan kengeriannya di dalam kitabnya yang berjudul Lubbabul Hadits. Di mana di dalam kitab tersebut, beliau menjelaskan empat puluh bab dan setiap bab beliau menuliskan sepuluh hadis dengan tidak menyantumkan sanad untuk meringkas dan mempermudah orang yang mempelajarinya. Meskipun begitu, di dalam pendahuluan kitab tersebut, imam As-Suyuthi menerangkan bahwa hadis nabi, atsar, maupun riwayat yang beliau sampaikan adalah dengan sanad yang shahih (meskipun menurut imam An-Nawawi di dalam kitab Tanqihul Qaul Al-Hatsits ketika mensyarah kitab ini mengatakan ada hadis dhaif di dalamnya, hanya saja masih bisa dijadikan pegangan untuk fadhailul a’mal dan tidak perlu diabaikan sebagaimana kesepakatan ulama). Wa Allahu A’lam bis Shawab.

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here