Hadis-hadis Keutamaan Taubat

0
91

BincangSyariah.Com – Taubat merupakan kembali dari hal yang tercela menuju hal yang terpuji menurut agama. Di dalam kitab Lubbabul Hadis bab kedua puluh tiga, imam As-Suyuthi (w. 911) menuliskan sepuluh hadis tentang fadhilah atau keutamaan taubat yang perlu kita perhatikan sebagaimana berikut.

Hadis Pertama:

قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {التَّائِبُ مِنَ الذَّنْبِ كَمَنْ لَا ذَنْبَ لَهُ وَالْمُسْتَغْفِرُ مِنَ الذَّنْبِ وَهُوَ مُقِيْمٌ عَلَيْهِ كَالْمُسْتَهْزِىءِ بِرَبِّهِ}.

Nabi saw. bersabda, “Orang yang bertaubat dari dosa seperti orang yang tidak ada dosa baginya, dan orang yang meminta ampunan dari dosa namun ia masih melakukan dosa itu, maka ia seperti orang yang menghina Tuhannya.” Hadis mauquf ini diriwayatkan oleh imam Al-Baihaqi dan imam Ibnu ‘Asakir dari sahabat Ibnu ‘Abbas r.a.

Hadis Kedua:

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {النَّدَمُ تَوْبَةٌ وَالتَّائِبُ مِنَ الذَّنْبِ كَمَنْ لَا ذَنْبَ لَهُ}.

Nabi saw. bersabda, “Penyesalan itu taubat dan orang yang bertaubat dari dosa itu seperti orang yang tidak ada dosa baginya.” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Ath-Thabarani dan Abu Nu’aim dari sahabat Ibnu Sa’id Al-Anshari r.a. Namun, hadis ini dinilai dhaif oleh imam Al-Bukhari dan imam-imam lainnya.

Hadis Ketiga:

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {مَا مِنْ شَيْءٍ أَحَبُّ إلَى اللهِ تَعَالَى مِنْ شَابٍّ تَائِبٍ وَمَا مِنْ شَيْءٍ أَبْغَضُ إِلَى اللهِ تَعَالَى مِنْ شَيْخٍ مُقِيْمٍ عَلَى مَعَاصِيْهِ}.

Nabi saw. bersabda, “Tidak ada yang lebih dicintai oleh Allah ta’ala dari pada pemuda yang taubat dan tidak adalah yang lebih dibenci Allah ta’ala dari pada orang tua yang selalu istiqamah pada kemaksiatan-kemaksiatannya.” Hadis tersebut merupakan potongan hadis riwayat imam Abul Mudhaffar dari sahabat Salman Al-Farisi r.a.

Baca Juga :  Nasehat Imam Ghazali agar Menjaga Mata dari Empat Hal Ini

Hadis Keempat:

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {لِكُلِّ شَيءٍ حِيْلةٌ وَحِيْلَةُ الذُّنُوْبِ التَّوْبَةُ}.

Nabi saw. bersabda, “Setiap segala sesuatu itu ada harganya, sedangkan harganya dosa adalah taubat.” Berdasarkan penelusuran kami, kami belum menemukan perawi hadis ini. Begitu pula dengan imam An-Nawawi Al-Bantani di dalam kitab Tanqihul Qaul ketika mensyarah hadis tersebut tidak menyebutkan perawi hadis ini tidak seperti hadis-hadis lainnya.

Hadis Kelima:

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {لِكُلِّ شَيْءٍ دَوَاءٌ وَدَوَاءُ الذُّنُوْبِ التَّوْبَةُ}.

Nabi saw. bersabda, “Setiap sesuatu itu ada obatnya dan obatnya dosa adalah taubat.” Berdasarkan penelusuran kami, kami belum menemukan perawi hadis ini. Begitu pula dengan imam An-Nawawi Al-Bantani di dalam kitab Tanqihul Qaul ketika mensyarah hadis tersebut tidak menyebutkan perawi hadis ini tidak seperti hadis-hadis lainnya.

Hadis Keenam:

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {التَّوْبَةُ تَهْدِمُ الْحَوْبَةَ}.

Nabi saw. bersabda, “Taubat itu dapat menghancurkan dosa.” Berdasarkan penelusuran kami, kami belum menemukan perawi hadis ini. Begitu pula dengan imam An-Nawawi Al-Bantani di dalam kitab Tanqihul Qaul ketika mensyarah hadis tersebut tidak menyebutkan perawi hadis ini tidak seperti hadis-hadis lainnya.

Hadis Ketujuh:

وَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: {تُوْبُوْا إِلَى اللهِ فَإِنِّيْ أَتُوْبُ إلَيْهِ كُلَّ يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ}.

Nabi saw. bersabda, “Taubatlah kepada Allah, karena sungguh aku bertaubat kepada-Nya setiap hari seratus kali.” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Al-Bukhari dan Muslim dari sahabat Ibnu Umar r.a. Imam An-Nawawi Al-Bantani menerangkan bahwa kata seratus di dalam hadis tersebut adalah untuk menunjukkan banyak bukan batasan. Dalam arti, Nabi saw. setiap harinya banyak bertaubat/ meminta ampunan kepada Allah swt.

Hadis Kedelapan:

وَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: {تُوْبُوْا إِلَى اللهِ وَلَا تَيْأَسُوْا فَإنَّ الْيَأْسَ كُفْرٌ}.

Baca Juga :  Apakah Tidak Ada Nabi Wanita? Ini Penjelasannya

Nabi saw. bersabda, “Taubatlah kalian kepada Allah dan janganlah berputus asa, karena sungguh putus asa adalah kekufuran.” Berdasarkan penelusuran kami, kami belum menemukan perawi hadis ini. Begitu pula dengan imam An-Nawawi Al-Bantani di dalam kitab Tanqihul Qaul ketika mensyarah hadis tersebut tidak menyebutkan perawi hadis ini tidak seperti hadis-hadis lainnya.

Hadis Kesembilan:

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {عَجِّلُوْا بِالتَّوْبَةِ قَبْلَ الْمَوْتِ وَعَجِّلُوْا بِالصَّلَاةِ قَبْلَ الْفَوْتِ}.

Nabi saw. bersabda, “Bersegeralah bertaubat sebelum meninggal dunia dan bersegeralah shalat sebelum waktu habis.” Berdasarkan penelusuran kami, kami belum menemukan perawi hadis ini. Begitu pula dengan imam An-Nawawi Al-Bantani di dalam kitab Tanqihul Qaul ketika mensyarah hadis tersebut tidak menyebutkan perawi hadis ini tidak seperti hadis-hadis lainnya.

Hadis Kesepuluh:

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {تُوْبُوْا إِلَى رَبِّكُمْ قَبْلَ أنْ تَمُوْتُوْا}.

Nabi saw. bersabda, “Bertaubatlah kepada Tuhan kalian sebelum kalian meninggal dunia.” Berdasarkan penelusuran kami, kami belum menemukan perawi hadis ini. Begitu pula dengan imam An-Nawawi Al-Bantani di dalam kitab Tanqihul Qaul ketika mensyarah hadis tersebut tidak menyebutkan perawi hadis ini tidak seperti hadis-hadis lainnya.

Demikianlah sepuluh hadis yang telah dijelaskan oleh imam As-Suyuthi tentang keutamaan taubat di dalam kitabnya yang berjudul Lubbabul Hadits. Di mana di dalam kitab tersebut, beliau menjelaskan empat puluh bab dan setiap bab beliau menuliskan sepuluh hadis dengan tidak menyantumkan sanad untuk meringkas dan mempermudah orang yang mempelajarinya. Meskipun begitu, di dalam pendahuluan kitab tersebut, imam As-Suyuthi menerangkan bahwa hadis nabi, atsar, maupun riwayat yang beliau sampaikan adalah dengan sanad yang shahih (meskipun menurut imam An-Nawawi di dalam kitab Tanqihul Qaul Al-Hatsits ketika mensyarah kitab ini mengatakan ada hadis dhaif di dalamnya, hanya saja masih bisa dijadikan pegangan untuk fadhailul a’mal dan tidak perlu diabaikan sebagaimana kesepakatan ulama). Wa Allahu A’lam bis Shawab.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here