Hadis-hadis Keutamaan Sedikit Makan, Tidur, dan Istirahat

2
2936

BincangSyariah.Com – Makan, tidur, dan istirahat adalah tiga hal yang dibutuhkan setiap manusia demi kelangsungan hidupnya di dunia. Namun, ketiga hal itu tidaklah baik jika dilakukan dengan berlebihan. Di dalam kitab Lubbabul Hadis bab ke tiga puluh empat imam As-Suyuthi (w. 911) menuliskan sepuluh hadis tentang fadhilah atau keutamaan sedikit makan, tidur, dan istirahat yang perlu kita perhatikan sebagaimana berikut.

Hadis Pertama:

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {ثَلاثَةٌ تُوْرِثُ قَسْوَةَ القَلْبِ حُبُّ النَّوْمِ وَحُبُّ الرَّاحَةِ وَحُبُّ الْأَكْلِ}.

Nabi saw. bersabda, “Tiga hal yang dapat menyebabkan kerasnya hati adalah senang tidur, senang istirahat, dan senang makan.” Berdasarkan penelusuran kami, kami belum menemukan periwayat hadis ini. Begitu pula dengan imam An-Nawawi Al-Bantani ketika mensyarah hadis ini tidak menjelaskan periwayatnya.

Hadis Kedua:

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {مَنْ شَبِعَ فِى الدُّنْيَا جَاعَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ جَاعَ فِى الدُّنْيَا شَبِعَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ}.

Nabi saw. bersabda, “Siapa yang kenyang di dunia, maka ia akan lapar di hari Kiamat, dan siapa yang lapar di dunia maka ia akan kenyang di hari Kiamat.” Berdasarkan penelusuran kami, kami belum menemukan periwayat hadis ini. Begitu pula dengan imam An-Nawawi Al-Bantani ketika mensyarah hadis ini tidak menjelaskan periwayatnya. Hanya saja, imam An-Nawawi menyantumkan hadis lain riwayat imam Ath-Thabarani dari sahabat Ibnu Abbas r.a. sebagai berikut.

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ أَهْلَ الشِّبَعِ فِى الدُّنْيَا هُمْ أَهْلُ الْجُوْعِ فِى الْآخِرَةِ غَدًا

Nabi saw. bersabda, “Sungguh orang yang kenyang di dunia mereka adalah orang yang lapar di akhirat nanti.”

Hadis Ketiga:

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {مَنْ أكَلَ فَوْقَ الشَّبَعِ فَقَدْ أَكَلَ الْحَرَامَ}.

Baca Juga :  Diksi Kecepatan Langkah: Keindahan Bahasa Al-Qur’an

Nabi saw. bersabda, “Siapa yang makan di atas kekenyangan maka sungguh ia telah makan yang haram.” Berdasarkan penelusuran kami, kami belum menemukan periwayat hadis ini. Begitu pula dengan imam An-Nawawi Al-Bantani ketika mensyarah hadis ini tidak menjelaskan periwayatnya.

Hadis Keempat:

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {سَيِّدُ الْعَمَلِ الْجُوْعُ}.

Nabi saw. bersabda, “Tuannya amal adalah lapar.” Berdasarkan penelusuran kami, kami belum menemukan periwayat hadis ini. Begitu pula dengan imam An-Nawawi Al-Bantani ketika mensyarah hadis ini tidak menjelaskan periwayatnya.

Hadis Kelima:

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {الْجُوْعُ مُخُّ الْعِبَادَةِ}.

Nabi saw. bersabda, “Lapar adalah murninya ibadah.” Berdasarkan penelusuran kami, kami belum menemukan periwayat hadis ini. Begitu pula dengan imam An-Nawawi Al-Bantani ketika mensyarah hadis ini tidak menjelaskan periwayatnya.

Hadis Keenam:

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {أَحْيَوْا قُلُوْبَكُمْ بِقِلَّةِ الضَّحِكِ وَقِلَّةِ الشَّبَعِ وَطَهِّرُوْهَا بِالْجُوْعِ تَصْفُوْ وَتَرِقُّ}.

Nabi saw. bersabda, “Hidupkanlah hati kalian dengan sedikit tertawa dan sedikit kenyang, dan sucikanlah ia dengan lapar, maka ia akan jernih dan lunak.” Berdasarkan penelusuran kami, kami belum menemukan periwayat hadis ini. Begitu pula dengan imam An-Nawawi Al-Bantani ketika mensyarah hadis ini tidak menjelaskan periwayatnya. Hanya saja, imam An-Nawawi mengatakan bahwa hadis ini seperti yang terdapat dalam kitab Ihya’ Ulumiddin, “Hati-hati kalian itu dapat menjadi buruk dengan tertawa dan makan, maka sucikanlah ia dengan rasa lapar, maka kalian akan melihat keagungan Allah ta’ala.”

Hadis Ketujuh:

وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {أَقْرَبُكُمْ مِنِّيْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُكُمْ جُوْعًا وَتَفَكُّرًا}.

Nabi saw. bersabda, “Orang yang paling dekat di antara kalian denganku di hari Kiamat adalah yang paling banyak lapar dan mikirnya.” Berdasarkan penelusuran kami, kami belum menemukan periwayat hadis ini. Begitu pula dengan imam An-Nawawi Al-Bantani ketika mensyarah hadis ini tidak menjelaskan periwayatnya.

Baca Juga :  Benarkah Nabi Adam AS Khilafah Pertama di Bumi?

Hadis Kedelapan

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {مَنْ كَثُرَ طَعَامُهُ كَثُرَ عَذَابُهُ}.

Nabi saw. bersabda, “Siapa yang banyak makannya, maka banyak pula adzabnya (hisab dan celaan nya).” Berdasarkan penelusuran kami, kami belum menemukan periwayat hadis ini. Begitu pula dengan imam An-Nawawi Al-Bantani ketika mensyarah hadis ini tidak menjelaskan periwayatnya. Hanya saja imam An-Nawawi menjelaskan bahwa memang dunia ini adalah tempat untuk mengabdi kepada Allah dan untuk beribadah bukan tempat bersenang senang dan syahwat. Oleh sebab itu, maka orang yang banyak makan itu berhak dicela. Terlebih banyak makan itu dapat menyebabkan malas untuk beribadah.

Hadis Kesembilan:

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {لَا صِحَّةَ مَعَ كَثْرَةِ النَّوْمِ وَلَا صِحَّةَ مَعَ كَثْرَةِ الْأَكْلِ وَلاَ شِفَاءَ بِحَرَامٍ}.

Nabi saw. bersabda, “Tidak ada kesehatan yang disertai dengan banyaknya tidur, tidak ada kesehatan yang disertai dengan banyaknya makan, dan tidak ada kesembuhan yang disertai dengan keharaman.” Berdasarkan penelusuran kami, kami belum menemukan periwayat hadis ini. Begitu pula dengan imam An-Nawawi Al-Bantani ketika mensyarah hadis ini tidak menjelaskan periwayatnya.

Hadis Kesepuluh:

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {الصُّبْحَةُ تَمْنَعُ الرِّزْقَ}.

Nabi saw. bersabda, “Tidur setelah shubuh (tidur di pagi hari) itu dapat menghalangi (sebagian) rezeki.” Hadis ini diriwayatkan oleh Abdullah bin imam Ahmad, imam Ibnu ‘Adi, imam Al-Baihaqi dari sahabat Usman bin ‘Affan r.a. dan imam Al-Baihaqi dari sahabat Anas bin Malik r.a. dengan sanad yang dhaif. Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa maksud hadis tersebut adalah tidur setelah shubuh itu dapat mencegah keberkahan rezeki. Hal ini disebabkan karena waktu pagi itu adalah waktu berzikir, berfikir, dan penyebaran rezeki-rezeki baik secara hissi maupun maknawi.

Baca Juga :  Dialog Allah dengan Nabi Muhammad tentang Pahala Sedekah

Demikianlah sepuluh hadis yang telah dijelaskan oleh imam As-Suyuthi tentang keutamaan sedikit makan, tidur, dan istirahat di dalam kitabnya yang berjudul Lubbabul Hadits. Di mana di dalam kitab tersebut, beliau menjelaskan empat puluh bab dan setiap bab beliau menuliskan sepuluh hadis dengan tidak menyantumkan sanad untuk meringkas dan mempermudah orang yang mempelajarinya. Meskipun begitu, di dalam pendahuluan kitab tersebut, imam As-Suyuthi menerangkan bahwa hadis nabi, atsar, maupun riwayat yang beliau sampaikan adalah dengan sanad yang shahih (meskipun menurut imam An-Nawawi di dalam kitab Tanqihul Qaul Al-Hatsits ketika mensyarah kitab ini mengatakan ada hadis dhaif di dalamnya, hanya saja masih bisa dijadikan pegangan untuk fadhailul a’mal dan tidak perlu diabaikan sebagaimana kesepakatan ulama). Wa Allahu A’lam bis Shawab.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here