Hadis-hadis Keutamaan Menjenguk Orang Sakit

0
76

BincangSyariah.Com – Salah satu ibadah ghairu mahdhah yang dianjurkan bagi umat muslim adalah menjenguk orang sakit. Di dalam kitab Lubbabul Hadis bab ke tiga puluh enam, imam As-Suyuthi (w. 911) menuliskan hadis-hadis tentang keutamaan menjenguk orang sakit yang perlu kita perhatikan sebagaimana berikut.

Hadis Pertama:

قَالَ النَّبِيُّ عَلَيْهِ السَّلَامُ: {عُوْدُوا الْمَرِيْضَ وَاَتْبَعُوا الْجَنَازَةَ تُذَكِّرْكُمُ الْآخِرَةَ}.

Nabi saw. bersabda, “Jenguklah orang sakit dan iringilah jenazah, maka hal itu akan mengingatkan kalian pada akhirat (keadaan dan kengeriannya).” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Ahmad, imam Ibnu Hibban dan imam Al-Baihaqi dari sahabat Abu Sa’id Al-Khudri. Imam An-Nawawi Al-Bantani menjelaskan bahwa perintah pada hadis tersebut adalah menunjukkan pada kesunnahan (bukan kewajiban).

Hadis Kedua:

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {عَائِدُ الْمَرِيْضِ يَمْشِيْ فِيْ مَخْرَفَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَرْجِعَ}

Nabi saw. bersabda, “Orang yang menjenguk orang sakit maka ia akan berjalan di taman surga sampai ia kembali.” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Muslim dari sahabat Tsauban r.a. (bekas budak Rasulullah saw. yang telah merdeka). Imam An-Nawawi Al-Bantani menjelaskan bahwa maksud hadis ini adalah orang yang mengunjungi orang sakit diliputi oleh pahala seperti ia berada di taman surga yang dikelilingi buah-buahan.

Hadis Ketiga:

وَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: {عِيَادَةُ الْمَرِيْضِ أَوَّلَ يَوْمٍ فَرِيْضَةٌ وَمَا بَعْدَهَا سُنَّةٌ}

Nabi saw. bersabda, “Menjenguk orang sakit di hari pertama itu wajib, sedangkan di hari setelahnya itu sunnah.” Berdasarkan penelusuran kami, hadis ini belum kami temukan sanad dan perawinya. Begitupun dalam penjelasan imam An-Nawawi Al-Bantani ketika mensyarah hadis ini tidak menyebutkan riwayat dan perawinya. Hanya saja imam An-Nawawi menjelaskan bahwa maksud wajib dan sunnah dalam hadis tersebut bukan dalam ranah syariat, melainkan dalam ranah adab/akhlak yang baik.

Baca Juga :  Mengasihi Sesama Tanpa Pilih Kasih

Hadis Keempat:

وَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: {لَا تَجِبُ عِيَادَةُ الْمَرِيْضِ إِلاَّ بَعْدَ ثَلاَثةِ أيَّامٍ}

Nabi saw. bersabda, “Menjenguk orang sakit itu tidak wajib kecuali setelah tiga hari.” Berdasarkan penelusuran kami, hadis ini belum kami temukan sanad dan perawinya. Begitupun dalam penjelasan imam An-Nawawi Al-Bantani ketika mensyarah hadis ini tidak menyebutkan riwayat dan perawinya.

Hadis Kelima:

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {مَنْ عَادَ مَرِيْضًا صَالِحًا خَرَجَ مَعَهُ سَبْعُوْنَ مَلَكًا يَسْتَغْفِرُوْنَ لَهُ، وَيَخْرُجُوْنَ مِنْ بَيْتِ الْمَرِيْضِ مَعَهُ وَيَدْخُلُوْنَ إِلَى بَيْتِهِ}

Nabi saw. bersabda, “Siapa yang menjenguk orang sakit yang shalih, maka keluar bersamanya tujuh puluh malaikat yang memintakan ampun untuknya, dan mereka keluar dari rumahnya orang sakit itu bersamanya dan mereka masuk ke rumahnya.” Berdasarkan penelusuran kami, hadis ini belum kami temukan sanad dan perawinya. Begitupun dalam penjelasan imam An-Nawawi Al-Bantani ketika mensyarah hadis ini tidak menyebutkan riwayat dan perawinya.

Hadis Keenam:

وَقَالَ عَلَيْهِ السَّلَامُ: {مَنْ عَادَ مَرِيْضًا لَمْ يَزَلْ فِيْ خُرْفَةِ الْجَنَّةِ}

Nabi saw. bersabda, “Siapa yang menjenguk orang sakit maka ia selalu berada di taman surga.” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Muslim dari sahabat Tsauban r.a.

Hadis Ketujuh:

وَقَالَ عَلَيْهِ السَّلَامُ: {عَائِدُ الْمَرِيْضِ يَخُوْضُ فِيْ رَحْمَةِ اللهِ تَعَالَى فَإِذَا جَلَسَ عِنْدَهُ انْغَمَسَ فِيْهَا}

Nabi saw. bersabda, “Orang yang menjenguk orang sakit itu akan berjalan di dalam rahmat Allah ta’ala. Jika ia duduk di sampingnya (orang yang sakit), maka ia telah menyelam dalam rahmatNya.” Berdasarkan penelusuran kami, hadis ini belum kami temukan sanad dan perawinya. Begitupun dalam penjelasan imam An-Nawawi Al-Bantani ketika mensyarah hadis ini tidak menyebutkan riwayat dan perawinya. Hanya saja terdapat riwayat imam Ahmad yang semakna dengan hadis tersebut sebagaimana berikut.

Baca Juga :  Ternyata Ada Habib yang Tak Dikasihi Rasulullah, Siapa Mereka?

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَائِدُ الْمَرِيضِ يَخُوضُ فِي الرَّحْمَةِ وَوَضَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَهُ عَلَى وَرِكِهِ ثُمَّ قَالَ هَكَذَا مُقْبِلًا وَمُدْبِرًا وَإِذَا جَلَسَ عِنْدَهُ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ

Dari Abu Umamah, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Orang yang mengunjungi orang sakit itu berjalan di dalam rahmat Allah, dan Rasulullah saw. meletakkan tangannya di atas pinggangnya, kemudian beliau bersabda, “Seperti ini mendatangi dan membelakangi, dan jika ia duduk di sampingnya (orang yang sakit) maka rahmat Allah swt. telah meliputinya.”

Hadis Kedelapan:

وَقَالَ عَلَيْهِ السَّلَامُ: {عَدَمُ عِيَادَةِ الْمَرِيْضِ أَشَدُّ عَلَيْهِ مِنْ مَرَضِهِ}

Nabi saw. bersabda, “Tidak ada yang menjenguk orang sakit itu lebih dahsyat (sakitnya) dari pada penyakitnya.” Berdasarkan penelusuran kami, hadis ini belum kami temukan sanad dan perawinya. Begitupun dalam penjelasan imam An-Nawawi Al-Bantani ketika mensyarah hadis ini tidak menyebutkan riwayat dan perawinya.

Hadis Kesembilan:

وَقَالَ عَلَيْهِ السَّلَامُ: {الْعِيَادَةُ فَوَاقُ نَاقَةٍ}

Nabi saw. bersabda, “(Waktu) mengunjungi (orang sakit) itu (kira-kira) di antara (dua susu) unta.” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Al-Baihaqi dari sahabat Anas bin Malik r.a. Imam An-Nawawi Al-Bantani menjelaskan bahwa maksud hadis ini adalah hendaknya waktu mengunjungi orang sakit itu sebentar saja, karena ia juga perlu waktu istirahat.

Hadis Kesepuluh:

وَقَالَ عَلَيْهِ السَّلَامُ: {وَمِنْ تَمَامِ عِيَادَةِ الْمَرِيْضِ أَنْ يَضَعَ أَحَدُكُمْ يَدَهُ عَلَى وَجْهِهِ أَوْ عَلَى يَدِهِ فَيَسْأَلُهُ كَيْفَ هُوَ وَتَمامُ تَحِيَّتِكُمْ بَيْنَكُمُ الْمُصَافَحَةُ}

Nabi saw. bersabda, “Dan di antara kesempurnaan mengunjungi orang sakit adalah salah satu dari kalian meletakkan tangannya di atas dahinya atau di atas tangannya, lalu bertanya kepadanya bagaimana keadaannya. Dan sempurnanya salam kalian adalah adanya jabat tangan di antara kalian.” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Ahmad dan imam At-Thabarani dari sahabat Abu Umamah r.a. dengan sanad yang dhaif.

Baca Juga :  Hubbul Wathan Minal Iman, Hadis atau Bukan?

Demikianlah sepuluh hadis yang telah dijelaskan oleh imam As-Suyuthi tentang keutamaan menjenguk orang sakit di dalam kitabnya yang berjudul Lubbabul Hadits. Di mana di dalam kitab tersebut, beliau menjelaskan empat puluh bab dan setiap bab beliau menuliskan sepuluh hadis dengan tidak menyantumkan sanad untuk meringkas dan mempermudah orang yang mempelajarinya. Meskipun begitu, di dalam pendahuluan kitab tersebut, imam As-Suyuthi menerangkan bahwa hadis nabi, atsar, maupun riwayat yang beliau sampaikan adalah dengan sanad yang shahih (meskipun menurut imam An-Nawawi di dalam kitab Tanqihul Qaul Al-Hatsits ketika mensyarah kitab ini mengatakan ada hadis dhaif di dalamnya, hanya saja masih bisa dijadikan pegangan untuk fadhailul a’mal dan tidak perlu diabaikan sebagaimana kesepakatan ulama). Wa Allahu A’lam bis Shawab



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here