Hadis-hadis Keutamaan Diam

0
510

BincangSyariah.Com – Di dalam kitab Lubbabul Hadis bab ke tiga puluh tiga, imam As-Suyuthi (w. 911) menuliskan sepuluh hadis tentang fadhilah atau keutamaan diam yang perlu kita perhatikan sebagaimana berikut.

Hadis Pertama:

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {الْعَافِيَةُ عَشَرَةُ أَجْزَاءٍ تِسْعَةٌ فِى الصَّمْتِ وَالْعَاشِرُ فِى الْعُزْلَةِ عَنِ النَّاسِ}.

Nabi saw. bersabda, “Kesehatan itu ada sepuluh bagian, sembilannya di dalam diam, dan kesepuluhnya di dalam menyediri dari manusia.” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Ad-Dailami dari sahabat Ibnu Abbas r.a.

Hadis Kedua:

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {لِكُلِّ شَيْءٍ نَجَاسَةٌ وَنَجَاسَةُ اللِّسَانِ الْبَذَاءَةُ}.

Nabi saw. bersabda, “Setiap sesuatu itu najis, dan najisnya lisan itu bicara keburukan.” Berdasarkan penelusuran kami, kami belum menemukan periwayat hadis ini. Begitu pula dengan imam An-Nawawi Al-Bantani ketika mensyarah hadis ini tidak menjelaskan periwayatnya.

Hadis Ketiga:

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {مَنْ صَمَتَ نَجَا}.

Nabi saw. bersabda, “Siapa yang diam (dari perkataan yang tidak ada gunanya), maka ia akan selamat (dari siksaan di hari akhir).” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Ahmad bin Hanbal dan imam At-Tirmidzi dari sahabat Abdullah bin ‘Amr r.a.

Hadis Keempat:

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {سُكُوْتُ الْعَالِمِ شَيْنٌ، وَكَلاَمَهُ زَيْنٌ وَكَلَامُ الْجَاهِلِ شَيْنٌ وَسُكُوْتُهُ زَيْنٌ}.

Nabi saw. bersabda, “Diamnya orang yang berilmu itu aib dan bicaranya adalah perhiasan, sedangkan bicaranya orang yang bodoh adalah aib, sedangkan diamnya adalah perhiasan.” Berdasarkan penelusuran kami, kami belum menemukan periwayat hadis ini. Begitu pula dengan imam An-Nawawi Al-Bantani ketika mensyarah hadis ini tidak menjelaskan periwayatnya.

Hadis Kelima:

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {أَصْلُ الْإِيْمَانِ السُّكُوْتُ إلاَّ عَنْ ذِكْرِ اللهِ تَعَالَى}.

Baca Juga :  Kritik terhadap Bertrand Badie Soal Modernisasi Politik di Dunia Muslim

Nabi saw. bersabda, “Asalnya keimanan itu diam kecuali dari dzikir kepada Allah ta’ala.” Berdasarkan penelusuran kami, kami belum menemukan periwayat hadis ini. Begitu pula dengan imam An-Nawawi Al-Bantani ketika mensyarah hadis ini tidak menjelaskan periwayatnya.

Hadis Keenam:

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {الصَّمْتُ زَيْنٌ لِلْعَالِمِ وَسَتْرٌ لِلْجَاهِلِ}.

Nabi saw. bersabda, “Diam itu hiasan untuk orang yang berilmu dan penghalang untuk orang yang bodoh.” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Abus Syaikh dari Mahraz bin Zuhair Al-Aslami dan imam Al-Baihaqi dari Sufyan bin ‘Uyainah.

Hadis Ketujuh:

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {كَمْ مِنْ كَلِمَةٍ سَلَبَتْ نِعْمَةً وَكَمْ مِنْ كَلِمَةٍ جَلَبَتْ نَقْمَةً}.

Nabi saw. bersabda, “Banyak sekali kata yang dapat merusak nikmat, dan banyak sekali kata yang dapat merusak kesusahan.” Berdasarkan penelusuran kami, kami belum menemukan periwayat hadis ini. Begitu pula dengan imam An-Nawawi Al-Bantani ketika mensyarah hadis ini tidak menjelaskan periwayatnya.

Hadis Kedelapan:

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {مَنْ أَخْرَسَ لِسَانَهُ لَمْ يَسْتَحِقّ أَحَدٌ مُهِمَّاتِهِ}.

Nabi saw. bersabda, “Siapa yang bisu lisannya, maka seseorang tidak berhak hal-hal yang penting darinya.” Berdasarkan penelusuran kami, kami belum menemukan periwayat hadis ini. Begitu pula dengan imam An-Nawawi Al-Bantani ketika mensyarah hadis ini tidak menjelaskan periwayatnya.

Hadis Kesembilan:

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {الْحِكْمَةُ عَشَرَةُ أجْزَاءٍ تِسْعَةٌ مِنْهَا فِى الْعُزْلَةِ وَوَاحِدٌ فِى الصَّمْتِ}.

Nabi saw. bersabda, “Hikmah itu ada sepuluh bagian, sembilan darinya adalah di dalam menyendiri, dan satunya di dalam diam.” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Ibnu ‘Adi dan imam Ibnu La’al dari sahabat Abu Hurairah r.a.

Hadis Kesepuluh:

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {الصَّمْتُ حُكْمٌ وَقَلِيْلٌ فَاعِلُهُ}.

Baca Juga :  'Abidah al-Madaniyyah: Hamba Yang Menjadi Ulama Perempuan

Nabi saw. bersabda, “Diam itu (kumpulan dari) hikmah-hikmah, dan sedikit yang melakukannya.” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Al-Qudha’i dari sahabat Anas bin Malik r.a. dan imam Ad-Dailami dari sahabat Umar r.a.

Demikianlah sepuluh hadis yang telah dijelaskan oleh imam As-Suyuthi tentang keutamaan diam di dalam kitabnya yang berjudul Lubbabul Hadits. Di mana di dalam kitab tersebut, beliau menjelaskan empat puluh bab dan setiap bab beliau menuliskan sepuluh hadis dengan tidak menyantumkan sanad untuk meringkas dan mempermudah orang yang mempelajarinya. Meskipun begitu, di dalam pendahuluan kitab tersebut, imam As-Suyuthi menerangkan bahwa hadis nabi, atsar, maupun riwayat yang beliau sampaikan adalah dengan sanad yang shahih (meskipun menurut imam An-Nawawi di dalam kitab Tanqihul Qaul Al-Hatsits ketika mensyarah kitab ini mengatakan ada hadis dhaif di dalamnya, hanya saja masih bisa dijadikan pegangan untuk fadhailul a’mal dan tidak perlu diabaikan sebagaimana kesepakatan ulama). Wa Allahu A’lam bis Shawab



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here