Hadis-hadis Keutamaan Berdoa

0
183

BincangSyariah.Com – Doa adalah manifestasi ketidakberdayaan seorang hamba yang selalu butuh bantuan sang Maha Pencipta; Allah Azza wa jalla. Di dalam kitab Lubbabul Hadis bab ke sembilan belas, imam As-Suyuthi (w. 911) menuliskan sepuluh hadis tentang fadhilah atau keutamaan doa yang perlu kita perhatikan sebagaimana berikut.

Hadis Pertama:

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {الدُّعَاءُ مُخُّ الْعِبَادَةِ}.

Nabi saw. bersabda, “Doa adalah murninya (otak atau pangkalnya) ibadah.” Hadis shahih ini diriwayatkan oleh imam At-Tirmidzi dari Anas bin Malik. Imam An-Nawawi Al-Bantani menjelaskan bahwa doa itu murninya ibadah disebabkan karena dua hal. Pertama; doa itu wujud dari menjalankan perintah Allah yang menyuruh hambaNya untuk meminta kepada Nya. Kedua; jika ia melihat kesuksesan urusan-urusannya dari Allah swt., maka ia pun memutuskan pengharapannya kepada selain Allah, yakni ia hanya meminta kepadaNya untuk hajatnya.

Hadis Kedua:

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {إنَّ الله تَعَالَى يُحِبُّ الْمُلِحِّيْنَ فِى الدُّعَاءِ}.

Nabi saw. bersabda, “Sungguh Allah ta’ala itu menyukai orang-orang yang melanggengkan (selalu tetap) di dalam berdoa.” Hadis ini dhaif diriwayatkan oleh imam Al-Hakiim, imam Ibnu Adi, dan imam Al-Baihaqi dari sayyidah Aisyah r.a. Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa maksud tetap dalam berdoa adalah ia selalu konsisten berdoa kepada Allah swt. dengan ikhlas dan niat yang benar.

Hadis Ketiga:

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {لَيْسَ شَيْءٌ أَكْرَمَ عَلَى اللهِ تَعَالَى مِنَ الدُّعَاءِ}.

Nabi saw. bersabda, “Tidak ada sesuatu pun yang lebih mulia di sisi Allah ta’ala dari pada doa.” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Ahmad, imam Al-Bukhari, imam At-Tirmidzi, imam An-Nasa’i dari sahabat Abu Hurairah r.a. dengan sanad-sanad yang shahih.

Baca Juga :  Umur Hewan Kurban yang Dianjurkan Rasulullah

Hadis Keempat:

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {يَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى يَا عَبْدِي أنَا عِنْدَ ظَنِّكَ وَأَنَا مَعَكَ إذَا دَعَوْتَنِيْ}.

Nabi saw. bersabda, “Allah ta’ala berfirman, “Wahai hamba-Ku, Aku menurut persangkaanmu dan Aku bersamamu jika engkau berdoa kepada-Ku.” Berdasarkan penelusuran kami, kami belum menemukan periwayat hadis ini. Begitu pula dengan imam An-Nawawi Al-Bantani ketika mensyarah hadis ini tidak menjelaskan periwayatnya.

Hadis Kelima:

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {مَنْ لَمْ يَدْعُ اللهَ تَعَالَى يَغْضَبْ عَلَيْهِ}.

Nabi saw. bersabda, “Siapa yang tidak berdoa kepada Allah ta’ala, maka Dia marah kepadanya.” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Ahmad dan imam Ibnu Majah dari sahabat Abu Hurairah r.a. Namun, berdasarkan penelusuran kami riwayat yang kami temukan bukan menggunakan kata yaghdhabu dengan bentuk fiil mudhari’ tetapi dengan menggunakan bentuk fiil madhi atau ghadhaba.

Hadis Keenam:

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {تَرْكُ الدُّعَاءِ مَعْصِيَةٌ}.

Nabi saw. bersabda, “Meninggalkan doa adalah maksiat.” Berdasarkan penelusuran kami, kami belum menemukan periwayat hadis ini. Begitu pula dengan imam An-Nawawi Al-Bantani ketika mensyarah hadis ini tidak menjelaskan periwayatnya.

Hadis Ketujuh:

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {الدُّعَاءُ سِلَاحُ الْمُؤْمِنِ وَعِمَادُ الدِّيْنِ وَنُوْرُ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضِ}.

Nabi saw. bersabda, “Doa itu senjata orang mukmin, tiang agama, serta cahaya langit-langit dan bumi.” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Abu Ya’la dan imam Al-Hakim dari sahabat Ali r.a.

Hadis Kedelapan:

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {دَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ مُسْتَجَابَةٌ وَإِنْ كَانَ فَاجِرًا فَفُجُوْرُهُ عَلَى نَفْسِهِ}.

Nabi saw. bersabda, “Doanya orang yang terdzalimi itu dikabulkan, meskipun ia durhaka, maka kedzalimannya itu atas dirinya.” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Ath-Thayalisi, imam Abu Daud, dan imam Ahmad bin Hanbal dari sahabat Abu Hurairah r.a.

Baca Juga :  Menelusuri Dalil Halal Bihalal dalam Islam

Hadis Kesembilan:

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {اتَّقُوْا دَعْوَةَ الْمَظْلُوْمِ، فَإِنَّهَا تُحْمَلُ عَلَى الْغَمَامِ، يَقُوْلُ اللَّهُ وَعِزَّتِيْ وَجَلَالِيْ لَأَنْصُرَنَّكَ وَلَوْ بَعْدَ حِيْنٍ}.

Nabi saw. bersabda, “Takutlah dengan doanya orang yang didzalimi, karena ia membawa mendung, Allah berfirman, “Demi keagungan dan kebesaranKu, sungguh Aku akan menolongmu meskipun di masa yang lama.” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Ath-Thabarani dan Ad-Dhiya’ dari Khuzaimah bin Tsabit dengan sanad yang shahih.

Hadis Kesepuluh:

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {اتَّقُوْا دَعْوَةَ الْمَظْلُوْمِ وَإنْ كَانَ كَافِرًا، فَإِنَّهُ لَيْسَ دُوْنَهَا حِجَابٌ}.

Nabi saw. bersabda, “Takutlah dengan doanya orang yang didzalimi meskipun ia kafir, karena sesungguhnya doanya tidak ada penghalang (mustajab).” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Ahmad dan imam Ad-Dhiya’ Al-Maqdisi dari sahabat Anas bin Malik r.a. dan sanadnya shahih.

Demikianlah sepuluh hadis yang telah dijelaskan oleh imam As-Suyuthi tentang keutamaan doa di dalam kitabnya yang berjudul Lubbabul Hadits. Di mana di dalam kitab tersebut, beliau menjelaskan empat puluh bab dan setiap bab beliau menuliskan sepuluh hadis dengan tidak menyantumkan sanad untuk meringkas dan mempermudah orang yang mempelajarinya. Meskipun begitu, di dalam pendahuluan kitab tersebut, imam As-Suyuthi menerangkan bahwa hadis nabi, atsar, maupun riwayat yang beliau sampaikan adalah dengan sanad yang shahih (meskipun menurut imam An-Nawawi di dalam kitab Tanqihul Qaul Al-Hatsits ketika mensyarah kitab ini mengatakan ada hadis dhaif di dalamnya, hanya saja masih bisa dijadikan pegangan untuk fadhailul a’mal dan tidak perlu diabaikan sebagaimana kesepakatan ulama). Wa Allahu A’lam bis Shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here