Hadis-hadis Keutamaan Bacaan Tasbih

0
542

BincangSyariah.Com – Salah satu bacaan dzikir yang dianjurkan untuk dibaca umat muslim adalah tasbih. Di dalam kitab Lubbabul Hadis bab ke dua puluh dua, imam As-Suyuthi (w. 911) menuliskan sepuluh hadis tentang fadhilah atau keutamaan bacaan tasbih yang perlu kita perhatikan sebagaimana berikut.

Hadis Pertama:

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {مَا عَلَى الْأَرْضِ رَجُلٌ يَقُوْلُ لَا اِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أكْبَرُ وَسُبْحَانَ اللهِ وَلَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ إلاَّ غُفِرَتْ ذُنُوْبُهُ وَلَوْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ}.

Nabi saw. bersabda, “Tidaklah di atas bumi ada seorang laki-laki yang berkata “Laa ilaaha illaa Allah wa Allahu Akbar wa Subhanallah wa laa haula wa laa quwwata illaa billah melainkan dosa-dosanya diampuni meskipun seperti buih lautan.” Berdasarkan penelusuran kami, kami tidak menemukan riwayat dengan redaksi persis seperti hadis tersebut. Hanya saja kami menemukan riwayat yang semakna dengan hadis tersebut  sebagaimana berikut.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا عَلَى الْأَرْضِ رَجُلٌ يَقُولُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ إِلَّا كُفِّرَتْ عَنْهُ ذُنُوبُهُ وَلَوْ كَانَتْ أَكْثَرَ مِنْ زَبَدِ الْبَحْرِ. رواه احمد والحاكم.

Dari Abdullah bin ‘Amr, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Tidak ada seorang laki-laki yang mengucapkan laa ilaaha illa Allah wa Allahu Akbar wa Subhaanallahi wal hamdulillah wa laa haulaa wa laa quwwata illaa billaah kecuali dosa-dosanya telah dileburkan darinya meskipun ia lebih banyak dari pada buih lautan.” H.R. Ahmad dan Al-Hakim.

Hadis Kedua:

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ فِيْ يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَإنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ}.

Nabi saw. bersabda, “Siapa yang mengucapkan Subhanallah wa bihamdih dalam sehari seratus kali maka kesalahan-kesalahannya dihapuskan meskipun seperti buih lautan.” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Ahmad, imam Al-Bukhari, imam Muslim, imam At-Tirmidzi, dan imam Ibnu Majah dari sahabat Abu Hurairah r.a. Imam Al-Alqami sebagaimana dikutip oleh imam An-Nawawi dalam kitab Tanqihul Qaul menjelaskan bahwa maksud subhanallah adalah menyucikan Allah dari semua sifat yang tidak patut/layak bersanding dengan-Nya.

Hadis Ketiga:

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {سُبْحَانَ الله نِصْفُ الْمِيْزَانِ، وَالْحَمْدُ لِلهِ مِلْءُ الْمِيْزَانِ، وَاللهُ أَكْبَرُ مِلْءُ السَّمٰوَاتِ وَالْأرْضِ، وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ لَيْسَ دُوْنَهَا سِترٌ وَلَا حِجَابٌ حَتَّى تَخْلَصَ إِلَى رَبِّهَا عَزَّ وَجَلَّ}.

Baca Juga :  Ini Beberapa Aturan Hukum Poligami di Negara-Negara Muslim

Nabi saw. bersabda, “Subhaanallah itu setengahnya timbangan, alhamdulillah itu memenuhi timbangan, Allahu Akbar itu memenuhi langit-langit dan bumi, dan laa ilaaha illaa Allah itu tidak ada satir dan hijab hingga ia murni kepada Tuhannya azza wa jalla.” Yakni lafadz Laa ilaaha ilaa Allah itu langsung sampai kepada Allah swt. dengan tanpa ada penghalang. Kalimat tersebut merupakan sebuah makna konotatif atas cepatnya diterimanya bacaan laa ilaaha illa Allah dan banyaknya pahala. Hadis ini diriwayatkan oleh imam As-Sajzi dari Ibnu Amr bin Al-‘Ash r.a. dan Ibnu Asakir dari Abu Hurairah r.a.

Hadis Keempat:

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {مَنْ هَلَّلَ مِائَةً وَسَبَّحَ مِائَةً وَكَبَّرَ فَإنَّهُ خَيْرٌ مِنْ عَشْرِ رِقَابٍ يَعْتِقُهَا وَسَبْعَ بَدَنَاتٍ يَنْحَرُهَا}.

Nabi saw. bersabda, “Siapa yang membaca tahlil seratus kali, tasbih seratus kali, dan takbir seratus kali maka itu lebih baik dari pada sepuluh budak yang dimerdekakan dan tujuh unta yang disembelih.” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Ibnu Abid Dunya dan imam Ibnu Abi Syaibah dari sahabat Anas bin Malik. Imam Al-Bukhari pun menukil hadis ini di dalam kitabnya Al-Adab Al-Mufrad.

Hadis Kelima:

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلَا اِلٰهَ إِلَّا الله وَاللهُ أَكْبَرُ وَلَاحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ مَرَّةً وَاحِدةً كَتَبَ اللهُ لَهُ مِائَةَ أَلْفِ حَسَنَةٍ وَمَحَا عَنْهُ مِائَةَ ألْفِ سَيِّئَةٍ وَرَفَعَ لَهُ مِائَةَ أَلْفِ دَرَجَةٍ}.

Nabi saw. bersabda, “Siapa yang mengucapkan Subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illaa Allah Wa Allahu Akbar wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adhiim seratus kali maka Allah akan menuliskan baginya seratus ribu kebaikan dan menghapuskan darinya seratus ribu kejelekan, dan mengangkat untuknya seratus ribu derajat.” Berdasarkan penelusuran kami, kami belum menemukan riwayat hadis ini. Begitu pula dengan imam An-Nawawi Al-Bantani ketika mensyarah hadis ini, beliau tidak menyebutkan periwayatnya. Hanya saja beliau menyebutkan hadis lain yang diantaranya adalah hadis shahih riwayat imam Muslim, imam At-Tirmidzi, dan imam An-Nasai sebagaimana berikut.

عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ حَدَّثَنِى أَبِى قَالَ كُنَّا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ « أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَكْسِبَ كُلَّ يَوْمٍ أَلْفَ حَسَنَةٍ ». فَسَأَلَهُ سَائِلٌ مِنْ جُلَسَائِهِ كَيْفَ يَكْسِبُ أَحَدُنَا أَلْفَ حَسَنَةٍ قَالَ « يُسَبِّحُ مِائَةَ تَسْبِيحَةٍ فَيُكْتَبُ لَهُ أَلْفُ حَسَنَةٍ أَوْ يُحَطُّ عَنْهُ أَلْفُ خَطِيئَةٍ ».

Baca Juga :  Abdullah bin Bayah: Pelopor Moderasi dan Perdamaian

Dari Mus’ab bin Sa’ad, ia berkata, “Bapakku telah menceritakan kepadaku, ia berkata, “Kita pernah berada di sisi Rasulullah saw., lalu beliau bersabda, “Apakah salah satu dari kalian tidak mampu melakukan seribu kebaikan setiap hari?” Lalu salah satu dari sahabat yang duduk bersama beliau bertanya, “Bagaimana caranya salah satu dari kita melakukan seribu kebaikan?” Beliau bersabda, “Ia bertasbih seratus kali, maka ditulis untuknya seribu kebaikan atau dihapus darinya seribu kesalahan.”

Hadis Keenam:

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {مَنْ قَالَ سُبْحَانَ الله إلى آخِرِهَا تَنَاثَرَتْ عَنْهُ الخَطَايا والذُّنُوبُ كَتَناثُرِ أوْراقِ الشَّجَرِ}.

Nabi saw. bersabda, “Siapa yang mengucapkan Subhanallah sampai selesai, maka kesalahan-kesalahan dan dosa-dosa itu gugur seperti gugurnya daun-daun pohon.” Berdasarkan penelusuran kami, kami belum menemukan riwayat hadis ini. Begitu pula dengan imam An-Nawawi Al-Bantani ketika mensyarah hadis ini, beliau tidak menyebutkan periwayatnya. Hanya saja beliau menyebutkan hadis lain yang semakna dengan hadis tersebut sebagaimana berikut.

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخَذَ غُصْنًا فَنَفَضَهُ فَلَمْ يَنْتَفِضْ ثُمَّ نَفَضَهُ فَلَمْ يَنْتَفِضْ ثُمَّ نَفَضَهُ فَانْتَفَضَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ تَنْفُضُ الْخَطَايَا كَمَا تَنْفُضُ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا. رواه احمد.

Dari Anas, bahwasannya Rasulullah saw. mengambil ranting, lalu beliau menggugurkannya, namun ranting itu tidak gugur, kemudian beliau menggugurkannya lagi, namun tidak gugur, beliau menggugurkannya lagi, lalu ranting itu gugur. Rasulullah saw. pun bersabda, “Sungguh Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaaha illaa Allah wa Allahu Akbar itu dapat menggugurkan kesalahan-kesalahan sebagaimana pohon menggugurkan daunnya.” H.R. Ahmad.

Hadis Ketujuh:

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {مَنْ قَالَ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ غُرِسَتْ لَهُ بِهَا شَجَرَةٌ فِى الْجَنَّةِ}.

Nabi saw. bersabda, “Siapa yang membaca Subhana rabbiyal adhiimi maka telah di… sebuah pohon untuknya sebab kalimat itu di surga.” Berdasarkan penelusuran kami, kami belum menemukan riwayat hadis ini. Begitu pula dengan imam An-Nawawi Al-Bantani ketika mensyarah hadis ini, beliau tidak menyebutkan periwayatnya. Hanya saja beliau menyebutkan hadis lain yang semakna dengan hadis tersebut sebagaimana berikut.

Baca Juga :  Halal Bi Halal : Antara Tradisi dan Syariat

عَنْ جَابِرٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ قَالَ: سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ غُرِسَتْ لَهُ بِهِ نَخْلَةٌ فِى الْجَنَّةِ. رواه ابن حبان والحاكم.

Dari Jabir dari Nabi saw., beliau bersabda, “Siapa yang membaca Subhanallah wa bihamdih maka telah ditanam pohon kurma untuknya sebab kalimat tersebut di dalam surga.” H.R. Ibnu Hibban dan Al-Hakim.

Hadis Kedelapan:

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {مَنْ قَالَ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى غَفَرَ اللهُ لَهُ وَأَدْخَلَهُ الْجَنَّةَ}.

Siapa yang membaca Subhana rabbiyal a’laa maka Allah akan mengampuninya dan memasukkannya ke surga.” Berdasarkan penelusuran kami, kami belum menemukan riwayat hadis ini. Begitu pula dengan imam An-Nawawi Al-Bantani ketika mensyarah hadis ini, beliau tidak menyebutkan periwayatnya.

Hadis Kesembilan:

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {التَّسْبِيحُ يَجْلُبُ الرِّزْقَ}.

Nabi saw. bersabda, “Tasbih itu bisa menarik rezeki.” Berdasarkan penelusuran kami, kami belum menemukan riwayat hadis ini. Begitu pula dengan imam An-Nawawi Al-Bantani ketika mensyarah hadis ini, beliau tidak menyebutkan periwayatnya.

Hadis Kesepuluh:

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {كَلِمَتَانِ خَفِيْفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ، ثَقِيْلَتَانِ فِى الْمِيْزَانِ، حَبِيْبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَانِ سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ العَظِيْمِ}.

Nabi saw. bersabda, “Dua kalimat yang ringan di lisan, berat di dalam timbangan, dicintai oleh yang Maha pengasih adalah subhanallah wa bihamdihi subhanallahil adhiim.” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Ahmad, imam Al-Bukhari, imam Muslim, imam At-Tirmidzi, dan imam Ibnu Majah dari sahabat Abu Hurairah r.a.

Demikianlah sepuluh hadis yang telah dijelaskan oleh imam As-Suyuthi tentang keutamaan bacaan tasbih di dalam kitabnya yang berjudul Lubbabul Hadits. Di mana di dalam kitab tersebut, beliau menjelaskan empat puluh bab dan setiap bab beliau menuliskan sepuluh hadis dengan tidak menyantumkan sanad untuk meringkas dan mempermudah orang yang mempelajarinya. Meskipun begitu, di dalam pendahuluan kitab tersebut, imam As-Suyuthi menerangkan bahwa hadis nabi, atsar, maupun riwayat yang beliau sampaikan adalah dengan sanad yang shahih (meskipun menurut imam An-Nawawi di dalam kitab Tanqihul Qaul Al-Hatsits ketika mensyarah kitab ini mengatakan ada hadis dhaif di dalamnya, hanya saja masih bisa dijadikan pegangan untuk fadhailul a’mal dan tidak perlu diabaikan sebagaimana kesepakatan ulama). Wa Allahu A’lam bis Shawab.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here