Hadis Ahad dan Pembagiannya

0
17843

BincangSyariah.Com – Mahmud Thahan dalam Taisir Mushtalahul Hadis menjelaskan bahwa hadis ahad adalah hadis yang tidak memenuhi kriteria mutawatir. Perawi dalam hadis ahad jumlahnya kurang dari 10 perawi. Ahad sendiri berarti satu. Intinya selain hadis mutawatir maka berarti ia hadis ahad.

Secara validitas hadis, hadis mutawatir sudah bisa dipastikan benar atau shahih sedang hadis ahad ada yang shahih, hasan, dhaif, munkar, syadz bahkan maudhu’. Jika hadis ahad kualitasnya shahih, maka hadis tersebut bisa dijadikan landasan kaidah dan hukum Islam.

Hadis ahad dari segi kuantitasnya terbagi menjadi tiga;

Pertama, hadis masyhur. Yaitu hadis yang, pada tiap tingkatan perawinya, diriwayatkan oleh tiga perawi hingga lebih tapi masih di bawah batas mutawatir.

Kedua, hadis ‘aziz. Yaitu hadis yang diriwayatkan tidak kurang dari dua orang pada tiap tingkatan perawinya. Misalnya pada tingkatan sahabat hanya terdapat dua perawi, atau pada tingkatan tabiin-nya, meskipun pada tingkatan perawi setelah tabiin terdapat banyak yang meriwayatkan hadis tersebut, hadis itu tetap disebut hadis ‘aziz.

Ketiga, hadis gharib. Yaitu hadis yang hanya diriwayatkan oleh satu perawi. Baik pada salah satu tingkatan perawinya saja, seperti hanya diriwayatkan oleh seroang sahabat. Atau semua mata rantainya hanya ada satu periwayat.

Contoh hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim tentang hadis berikut

أن الرسول الله صلى الله عليه وسلم قال: لايؤمن أحدكم حتى أكون أحب إليه من والده وولده والناس أجمعين

Sesunguhnya Rasulullah Saw bersabda, “Tidaklah kalian beriman sampai aku menjadi yang paling ia cintai dari kedua orang tuanya, anaknya dan semua manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini diriwayatkan oleh dua orang sahabat, yaitu Anas dan Abu Hurairah. Qatadah dan Abdul Aziz bin Shuhaib meriwayatkan dari Anas. Dari jalur Qatadah terdapat Syu’bah dan Sa’id meriwayatkan darinya. Sedang dari jalur Abdul Aziz bin Shuhaib terdapat Ismail bin ‘Ulaiyyah dan Abdul Warits. Hingga tingkat tabi’u tabi’in, hadis tersebut hanya diriwayatkan oleh dua-dua perawi,  Kemudian setelahnya terdapat banyak perawi yang meriwayatkan. Hadis ini disebut hadis ‘aziz.

Baca Juga :  Tafsir Surah al-Sajdah Ayat 4-6; Masa Penciptaan Alam Semesta

Pembahasan lengkap tentang tiga macam hadis ini akan dibahas satu persatu pada artikel selanjutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here