Hadiah Umrah untuk Santri Berprestasi

0
827

BincangSyariah.Com – Bersarung dan berpeci bukan penghalang santri untuk berprestasi. Sarung dan peci adalah salah satu identitas santri. Banyak alumni pesantren yang pulang ke rumah langsung melanjutkan profesi orang tua.

Kalau petani, ia pergi ke sawah. Kalau guru, ia pergi ke madrasah. Kalau pegawai, ia pergi ka kantor. Intinya santri anti gengsi, tidak merasa malu sedikitpun untuk membantu atau meneruskan pekerjaan orang tua di rumah.

Bagi santri, profesi apa saja yang akan disandang kelak, tidak masalah. Yang terpenting bermanfaat untuk orang lain dan dirinya sendiri. Percuma jadi pejabat, bila pada akhirnya terjerat kasus berat. Hanya mensejahterakan diri dan keluarganya lewat korupsi. Iya, lebih baik jadi petani, walau terkadang sering terdholimi.

Jika berbicara prestasi, sudah tidak terhitung lagi santri yang mampu mengharumkan nama pondok dan daerah asalnya. Bukan hanya dalam bidang agama, akan tetapi dalam bidang umumpun santri tidak kalah bersaing. Bahkan bukan hanya bertaraf nasional, tapi sampai ranah internasional.

Salah satu ajang perlombaan yang paling diminati para santri adalah MQK (Musabaqoh Qiroatul Kutub). Lomba adu kemampuan baca kitab kuning. Kitab yang tidak berharkat sama sekali. Bahkan ada beberapa partai politik yang menyelenggarakan lomba baca kitab. Di seleksi mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga pusat. Hadiahnya tidak tanggung-tanggung, langsung diumrahkan, ditambah uang pembinaan.

Lomba MQK ataupun MTQ dan yang sejenisnya, untuk saat ini bukan hanya diselenggarakan oleh instansi pemerintah, tapi pesantren besar juga ikut ambil bagian. Hadiah utamanya adalah umrah. Misal di Madura, tepatnya di Pamekasan, ada PP. Mambaul Ulum Bata-Bata. Tiap 2 tahun sekali pondok ini mengadakan lomba MQK yang menyediakan hadiah utama berupa umrah.

Baca Juga :  Hari Santri Nasional dan Peran Santri Untuk Kemerdekaan

Di PP. Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan, juga sering mengadakan lomba MTQ yang berhadiah umrah. Dalam waktu dekat ini, PP. Tebu Ireng Jombang juga akan mengadakan lomba MQK dan MTQ yang hadiah utamanya berupa umrah.

Dengan hadiah utama berupa umrah, semakin banyak pesantren yang mengutus santri untuk mengikuti ajang perlombaan tersebut. Santri juga semakin tambah bersemangat untuk belajar di pesantren.

Artinya, salah satu cara pesantren untuk memotivasi belajar para santri adalah dengan memberikan reward yang luar biasa. “Jika santri mampu begini, maka ia akan mendapatkan ini.” Salah satu reward yang diberikan pesantren untuk santri berprestasi adalah hadiah umrah. Bahkan terkadang dengan kedua orang tuanya.

Mengapa hadiah utamanya harus umrah? Salah satu pertanyaan yang diajukan oleh sebagian orang. Nah, salah satu jawabannya adalah karena setiap santri dapat dipastikan memiliki keinginan kuat untuk menginjakkan kaki di Tanah Haram, Mekah. Orientasi pesantren adalah ukhrawi dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan, termasuk dalam ajang perlombaan.

Jika kita harus rajin menabung di sebuah lembaga keuangan untuk memperebutkan hadiah utama, maka santri harus rajin ngaji untuk meraih impiannya. Wallahua’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here