Apakah Gus Dur Pengikut Tarekat?

1
1312

BincangSyariah.Com – Apakah Tarekat Gus Dur? Begitu tanya seorang teman. Saya tak pernah tahu atau mendengar dan tak pernah bertanya kepada beliau tentang Tarekatnya.

Seorang teman lain mengatakan bahwa beliau telah memperoleh “Ijazah”, semacam perkenan mengamalkan tarekat dari banyak sekali guru-guru atau “mursyid” tarekat yang berbeda-beda, bukan hanya dari dalam negeri, melainkan juga dari luar negeri. Gus Dur terlalu sering berziarah ke tempat-tempat peristirahatan para pendiri Tarekat yang lebih dari 40 itu, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. (Ini Tiga Kelebihan Tarekat Syadziliyyah)

Tarekat (Thariqah) adalah cara atau jalan menuju Tuhan berdimensi esoterik, batin, spiritual. Para pengikut Tarekat biasanya menempuh perjalanan menuju Tuhan ini melalui aktifitas ritual-ritual zikir (mengingat dan menyebut) Tuhan, permenungan dalam keheningan malam, ketika segala aktifitas manusia berhenti dan pintu-pintu rumah telah terkunci dan sepi.

Zikir-zikir kepada Tuhan itu diucapkan mereka berkali-kali, puluhan dan ratusan kali, hingga Dia lekat di hati. Ketika Dia telah lekat dan menyatu di hatinya, maka Dia menjadi matanya, menjadi pendengarannya, menjadi tangan dan kakinya. Ini disebutkan dalam hadits Qudsi. Imam al-Bukhari, master hadits terkemuka menulis :

وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّه

“Manakala hambaku mendekati-Ku, dengan selalu mengingat-Ku, sampai Aku mencintainya. Bila Aku mencintainya, maka dia melihat dengan Mata-Ku, mendengar dengan Pendengaran-Ku, memukul dengan Tangan-Ku, berjalan dengan Kaki-Ku. Bila dia meminta, Aku akan mengabulkannya dan bila dia memohon perlindungan-Ku, Aku melindunginya”.

Dalam tradisi di kalangan masyarakat umum, zikir-zikir, do’a-doa dan Istighatsah (memohon pertolongan Tuhan), dilakukan sebagai upaya melepaskan segala kegalauan, kecemasan, kerisauan dan kemelut-kemelut kehidupan atau untuk meminta sesuatu yang diimpikannya.

Ini berbeda dengan para kaum sufi. Do’a dan segala zikir dipanjatkan lebih dalam rangka memohonkan ampunan Tuhan atas dosa dan kesalahan yang diperbuatnya sehingga segalanya diridhai dan ia menjadi orang yang dicintai-Nya. Bagi mereka apapun yang dilakukan dalam kehidupan, tak ada maknanya, tanpa kerelaan dan cinta Tuhan.

Tulisan ini sudah dipublikasikan di Islami.co

1 KOMENTAR

  1. Sanad bertarekat (dzikir tarekat) harus memiliki sanad sampai Rasulullah saw. Dan diantara para shahabat Nabi hanya ada dua yang sampai kepada kita, yaitu melalui jalur shahabat Abubakar Ashidiq dan Ali bin Abu Thalib. Semua cabang tarekat yang muktabarah (syah) seperti Qodiriyah, Nasyabandiyah, Syatariah, Sadziliyah dll akan bersambung melaui salah satu dari dua pintu shahabat itu. Tetapi yang menarik menurut saya adalah generasi sesudahnya (tabiin) pada masa Imam Jakfar Shadiq, karena dihampir semua cabang tarekat dan madzab fikh mata rantainya sampai kesana. Ilmu Fikih ketemunya juga bersanad ke Imam Jakfar Shadiq karena Imam Hanafi dan Imam Maliki adalah murid beliau. Dengan kata lain, Fikh dan tasawuf berasal dari satu sumber yang sama. Dokumen2 sejarah juga membuktikan para penyebar agama Islam di belahan Asia dan Afrika melalui saluran tasawuf. Para Walisongo disebut juga ulama2 tasawuf dan tarekat atau bahkan ulama yang agak belakangan seperti Ibn Katsir bertarekat Syaziliyah, Ibnu Taimiyah dan Ibnu Muqodamah bertarekat Qodiriyah dll. Tarekat memang dikritik di zaman pembaruan (mulai tahun 1920-an) tetapi di masa lalu para ulama2 besar biasa membaca dzikirnya, alias juga bertarekat. Lha wong cuma jalan mendekatkan diri. KH. Hasyim Asy’ari satu2nya ulama kita yang dapat sanad langsung dari haditsnya Imam Bukhari dan ahli fikh bertarekat Qodiriyah-Naqsyabadih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here