Ghassan bin Malik; Penyembah Berhala di Masa Nabi yang Masuk Islam

0
526

BincangSyariah.Com – Dalam hadis yang kesembilan belas, Imam Muhammad Bin Abu Bakar dalam Kitab al-Mawaizh al-‘Ushfuriyyah menyajikan sebuah kisah tentang Rasulullah Saw. dan penyembah berhala yang memeluk Islam. Kisah ini diriwayatkan dari Sayyidina Ali Bin Abi Thalib ra. Menurut beliau, cerita ini terjadi pada awal mula kedatangan Islam.

Sebagaimana yang telah kita ketahui, Kaum Jahiliyah memiliki keyakinan akan adanya kekuatan dari arwah nenek moyang (animisme). Mereka juga percaya terhadap kekuatan gaib dari pohon atau batu besar (dinamisme).

Bahkan, selain itu, mayoritas mereka menjadi penyembah berhala yang dibuat sendiri. Mereka memberi nama tuhan-tuhan mereka di antaranya dengan nama Hubal (berhala terbesar), Uzza, Latta, dan Manat. Dalam hal ini, Allah Swt. berfirman,

اَفَرَءَيْتُمُ اللّٰاتَ وَالْعُزّٰى وَمَنٰوةَ الثَّالِثَةَ الْاُخْرٰى

Maka apakah patut kamu (orang-orang musyrik) menganggap (berhala) Al-Lata dan Al-‘Uzza, dan Manat, yang ketiga (yang) kemudian (sebagai anak perempuan Allah). (Qs. An-Najm (53) : 19-20)

Dalam Tafsir Jalalain Juz 2/hal. dijelaskan bahwa berhala-berhala tersebut terbuat dari bebatuan. Orang-orang musyrikin menyembahnya dengan berkeyakinan bahwa itu semua dapat memberi pertolongan.

Setelah Islam datang, banyak dari mereka yang memeluk islam. Mereka mengikuti ajakan Nabi Muhammad Saw. Di antaranya adalah Ghassan Bin Malik Al-‘Amiry. Cerita keislaman beliau akan dipaparkan di bawah ini.

Sayyidina Ali ra. berkata bahwa suatu saat para sahabat berkumpul bersama Nabi. Tiba-tiba seorang laki-laki yang menunggangi unta menghampiri kerumunan. Dia berdiri di depan kami, lalu bertanya “Siapakah di antara kalian yang bernama Muhammad?”

Kami langsung memberi isyarat padanya, di mana Nabi Muhammad Saw. duduk. Lalu dia berkata,

يا محمد اتعرض علي ما امرك به ربك او اعرض عليك ما امرني يه صنمي

Baca Juga :  Sejarah Sholawat Asyghil

Hai Muhammad, apakah Anda dulu yang menjelaskan mengenai perintah Tuhan Anda, ataukah aku yang lebih dulu memaparkan ajaran berhalaku?

Nabi Muhammad Saw. memilih beliau yang menjelaskan secara singkat apa Islam dan apa yang diperintahkan Allah Swt. pada makhluk-Nya. Beliau memulai penjelasannya dari seputar keislaman, meliputi rukun dan syaratnya. Setelah dianggap cukup, beliau mempersilakkan orang tersebut untuk menyampaikan apa yang ingin disampaikan.

Orang ini memperkenalkan dirinya. Dia mengaku bernama Ghassan Bin Malik Al-‘Amiry. Lalu di bercerita,

Aku memiliki berhala. Setiap Bulan Rajab, aku menyembelih kambing di sampingnya sebagai bentuk persembahan. Itu semua dimaksudkan untuk semakin mendekatkan diri padanya. Sahabat kami, namanya Ishom juga mempersembahkan seekor kambing untuk sang berhala. Saat ia mengangkat kedua tangannya, tiba-tiba terdengar suara dari berhala tersebut. Ia berkata “Wahai Ishom, islam telah datang. Semua berhala telah hancur. Darahpun akan terjaga dan silaturrahim akan semakin erat. Islam sejati pun akan semakin nampak padamu.”

Ishom, sahabat dari Ghassan, amat gembira. Ia menyampaikan apa yang didengar padanya. Namun, Ghassan masih belum yakin akan kabar datangnya Nabi Muhammad Saw. Dia tidak begitu menggubris kabar tersebut.

Selang beberapa hari kemudian, giliran Thariq yang mengalami hal serupa dengan yang dirasakan Ishom. Ia mendengar suara dari berhala yang disembahnya. Suata itu berkata, “Hai Thoriq, telah diutus seorang nabi yang jujur dengan membawa wahyu dari Allah Swt. yang Maha Mulia dan Maha pencipta.”

Mendengar ada suara dari berhalanya, ia sangat bergembira. Ia menyampaikan apa yang baru didengarnya tentang  Nabi Muhammad Saw. pada masyarakat sekitar, termasuk pada Ghassan. Namun, Ghassan masih belum percaya 100 persen pada kabar tersebut.

Baca Juga :  Innalilahi, Ustad Arifin Ilham Dikabarkan Telah Meninggal Dunia

Ghassan masih belum percaya sepenuhnya. Tiga hari kemudian, dia mencoba sendiri menyembelih kambing. Dalam hal ini, Ghassan berkata, “Aku dengar suara agak tinggi dan keras dari berhala itu. Dia berbicara dengan lancar. Dia memanggil, hai Ghassan Bin Malik Al-‘Amiry, nabi dari Bani Hasyim yang hak telah datang. Siapapun yang menolongnya, maka ia akan selamat. Tapi, sebaliknya orang yang mengganggunya akan menyesal. Nabi akan menuntun dan memberi hidayah pada umatnya.”

“Selesai bicara, berhala tersebut terbang tinggi. Lalu jatuh ke tanah,” imbuh Ghassan. Sontak jawabannya diikuti pekikan takbir dari nabi dan para sahaba yang laint atas keislamannya. Wallahualam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here