Sejarah Kemunculan Gerakan Kekuasaan di Kalangan Bani Abbas

0
990

BincangSyariah.Com – Pada masa awal setelah Rasulullah saw wafat, belum ada indikasi apapun bahwa Abbas akan naik sebagai khalifah. Mayoritas kaum muslimin saat itu menerima baiat Abu Bakar sebagai khalifah. Faksi atau sikap berbeda saat itu memang menyuarakan bahwa keturunan Hasyim lah yang lebih layak menajdi khalifah, namun Abbas (meskipun menjadi tokoh tertua di kalangan Bani Hasyim saat itu) tidak menjadi kandidat yang diajukan oleh faksi ini, melainkan Ali Ibn Abi Thalib.

Abbas sendiri masih hidup setelah khalifah berlanjut ke tangan sayyidina Umar dan Usman. Beliau baru wafat pada penghujung masa kepemimpinan Usman Ibn ‘Affan. Diantara anak beliau yang paling berpengaruh tentu Abdullah Ibn Abbas, namun Abdullah Ibn Abbas sendiri tidak tertarik pada posisi khalifah. (Baca: Silsilah Muhammad Ibn Ali Al-Abbasy; Perintis Daulah Abbasiyah)

Setelah posisi khalifah berpindah kepada sayyidina Ali, -dengan berbagai polemik dan konflik yang timbul- Abdullah Ibn Abbas jelas sama sekali tidak termasuk dalam gerakan perebutan khalifah. Lalu sepeninggal Ali, Muawiyah mengambil posisi khalifah dari Hasan Ibn Ali. Muawiyah kemudian memberikan tampuk kekuasaan kepada anaknya Yazid dan seterusnya hingga masa Abdul malik Ibn Marwan.

Pada masa kekhalifahan Abdul Malik, dengan berbagai intrik yang terjadi antara bani Umayyah dengan keturunan Husain dan Ali, dan juga perpecahan ditubuh umat Islam dalam memihak dan berbai’at kepada mereka, tokoh bani Abbasiyah yang paling senior saat itu adalah Ali Ibn Abbdullah Ibn Abbas. Beliau saat itu di tinggal di Humaimah. Dari sini lah kebangkitan Bani Abbasiyah bermula, hingga kemudian dapat menggulingkan kekhalifahan Bani Umayyah.

Faktor yang menentukan dalam masalah ini adalah; kala itu imam Zainal Abidin menetap di sana pada masa penghujung hidupnya. Oleh sebab itu, suara umat Islam dari sebagian faksi syiah kemudian ikut bersimpati pada gerakan bani Abbasiyah. Sepeninggal Imam Zainal Abidin memang faksi syiah kemudian terpecah dalam suara-suara dan sikap yang berbeda.

Baca Juga :  Enam Sahabat Nabi yang Paling Banyak Meriwayatkan Hadis

Tokoh Abbasiyah pada yang paling berpengaruh pada masa itu adalah Muhammad Ibn Ali Ibn Abbas. Beliau dalam upayanya mengumpulkan kekuatan memang memanfaatkan simpati dari faksi-faksi syiah yang tidak puas dengan kekhalifahan Bani Umayyah. Tidak heran jika titik awal kebangkitan Abbasiyah dimulai dari negeri Kufah dan Khurasan. Dua wilayah yang menjadi basis kekuatan para pendukung dan simpatisan bani hasyim dari jalur Sayidina Husain Ibn Ali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here