Geneologi Teori-teori Maqashid Syariah Setelah Masa Sahabat

0
270

BincangSyariah.Com – Setelah masa sahabat, teori dan klasifikasi al-maqashid mulai berkembang dan mulai matang di tangan para Ushuliyyun abad ke-5 sampai ke-8 H. Hal ini bukan berarti menegasikan perkembangannya pada 3 abad pertama, gagasan tentang tujuan/maksud atau yang dikenal dengan istilah hikmah, ‘ilal, munasabat, atau ma’ani, telah muncul di dalam berbagai metode berfikir yang digunakan oleh para imam klasik hukum Islam.

Hal itu ditandai oleh adanya metode fikih seperti qiyas, istihsan, dan maslahat, walau belum tampak sebagai ilmu yang berdiri sendiri sebelum berakhirnya abad ke-3 Hijriah. Berikut penggagas kajian al-maqashid sebelum abad ke-3 Hijriah:

  1. Al-Tirmidzi al-Hakim (296 H/ 908 M) lewat dua karyanya al-Shalah wa Maqashiduha dan al-Hajj wa Asraruh.
  2. Abu Zaid al-Balkhi (322 H/ 933 M) lewat dua karyanya al-‘Ibanah ‘an ‘ilal al-Diyanah dan Mashalih al-Abdan wa al-Anfus.
  3. Al-Qaffal al-Kabir Syasyi (365 H/ 975 M) lewat karyanya Mahasin al-Syarai’.
  4. Ibn Babawaih al-Shaduq al-Qummi (381 H/ 991 M) lewat karyanya ‘Ilal al-Syar’i.
  5. Al-Amiri al-Failasuf (381 H/ 991 M) lewat karyanya al-I’lam bi Manaqib al-Islam.

Para Penggagas al-Maqashid Dari Abad ke-5 sampai ke-8 H

Abdullah ibn Bayyah menyatakan bahwa abad ke-5 H merupakan hari lahirnya sebuah epistemologi hukum Islam atau disebut juga filsafat hukum Islam. Hal itu terbukti karena metode-metode harfiah dan statis yang dikembangkan sampai dengan abad ke-5 terlihat belum sanggup menghadapi problematika hidup dan perkembangan peradaban.

Hal inilah yang melatarbelakangi munculnya teori al-maslahah al-mursalah yang pada akhirnya melahirkan teori al-maqashid dalam disiplin ilmu dan praktik hukum Islam. Berikut beberapa ulama yang punya andil besar dalam proses kelahiran kajian al-maqashid :

Pada akhir abad ke lima ada Imam al-Juwaini (478 H/ 1085 M); Pencetus teori al-hajah al-‘ammah/kebutuhan publik. Dua karyanya yang masyhur dalam kajian ini adalah al-Burhan fi Ushul al-Fiqh dan Ghiyas al-Umam. Ia menggagas al-maqashid sebagai kebutuhan publik.

Baca Juga :  Melihat Lebih Dalam Konflik Muslim Uighur

Selanjutnya pada awal abad ke enam, ada Abu Hamid al-Ghazali (505 H/ 1111 M); pencetus teori Tartib al-Dharuriyyah/Hierarki Kebutuhan. Karyanya dalam bidang ini adalah al-Mustasfa. Ia mengemukakan al-maqashid sebagai keniscayaan yang berjenjang.

Lalu pada kuartal kedua abad ke tujuh, muncul Al-‘Izz ibn ‘Abd al-Salam (660 H/ 1209 M); Pencetus teori al-Hikmah Min Warai al-Ahkam/ Hikmah di Balik Hukum Syariat. Dedikasinya dalam bidang ini adalah ide bahwa legalitas suatu aturan bergantung pada tujuan dan hikmah yang ada di baliknya melalui tiga karyanya Maqashid al-Shalah, Maqashid al-Shaum, dan Qawaid al-Ahkam fi Mashalih al-Anam.

Selanjutnya pada akhir abad ke tujuh, ada Shibab al-Dien al-Qarrafi (684 H/1285 M); Pencetus Teori Klasifikasi Perbuatan Nabi SAW. Ia menulis kitab al-Furuq, dan mempelopori kajian klasifikasi perbuatan Nabi SAW berdasarkan posisi Nabi.

Kemudian pada pertengahan abad ke delapan ada Ibn Qayyim al-Jauziyyah (748 H. 1347 M); Pencetus teori hakikat syariah. Melalui beberapa karyanya dalam bidang ini seperti I’lam al-Muwaqqi’in, Ahkam ahl al-Dzimmah, Syifa’ al-‘Alil, Miftah Dar al-Sa’adah dan lain-lain, ia mengkritisi fenomena al-hiyal al-syar’i, beliau mengungkapkan bahwa hakikat syariat sebagai bangunan yang diletakkan atas dasar kemaslahatan di dunia dan akhirat.

Terakhir pada akhir abad ke delapan ada Abu Ishaq al-Syathibi (790 H/ 1388 M); Pencetus teori al-maqashid sebagai asas-asas hukum Islam. Ia menulis al-Muwafaqat fi Ushul al-Syariah. Sumbangsihnya adalah melakukan tiga transformasi penting terhadap konsep al-maqashid yaitu dari sekadar al-maslahat al-mursalah (maslahat-maslahat lepas) menuju asas-asas hukum. Dari hikmah di balik aturan menuju dasar-dasar aturan dan dari hal-hal yang bersifat zhonni menuju yang qath’i.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here