Film Animasi Nussa dan Rara; Sejarah, Kontroversi Hingga Dukungan Publik

0
118

BincangSyariah.Com – Serial dan film animasi Nussa atau kartun Nussa menceritakan tentang seorang anak laki-laki periang bernama Nussa. Nussa adalah anak laki-laki berusia 9 tahun yang merupakan karakter utama.

Nussa diceritakan memiliki sifat anak kecil yang sesuai degan usianya. Terkadang, ia mudah marah, merasa hebat dengan diri sendiri, tapi ia juga memiliki sifat keingintahuan yang tinggi tentang luar angkasa. Hal tersebut membuatnya ingin menjadi astronot dan hafiz Qur’an, sebagai bentuk bakti kepada orang tua.

Saat bergaul dengan teman-temannya, Nussa sering menjadi problem solver jika ada konflik dalam cerita tertentu. Berbekal pengetahuan agama yang cukup luas, Nussa lantas dijadikan sebagai role model adik dan para sahabatnya.

Ternyata, dibalik kelebihan yang dimiliki, Nussa lahir dengan kaki yang tidak sempurna. Nussa menggunakan artificial leg di kaki kirinya agar mampu berlari dan bermain bola. Meksipun gerakannya terbatas, berbuat baik dan meraih cita-cita tidak menjadi halangan bagi Nussa agar bisa menjadi menjadi orang yang hebat.

Cikal-Bakal Serial Animasi Nussa

Ide pembuatan atau lahirnya animasi Nussa menurut Sagita Ajeng Daniari, Corporate Secretary The Little Giantz terinspirasi dari beberapa teman-teman yang mengungkapkan bahwa belum banyak tayangan edukasi di era digital.

Karena itulah pihak The Little Giantz membuat animasi edukasi dan menggaet animator dan pihak 4 Stripe Production sebagai marketing yang saling bekerja sama mengembangkan untuk serial dan film animasi Nussa.

Ada tiga tokoh utama dalam serial dan flm animasi Nussa yakni karakter Nussa yang diisi suaranya oleh Muzakki Ramdhan, Rara yang diisi oleh Aysha Razaana Ocean Fajar, dan Jessy Milianty sebagai Umma, ibu dari Nussa dan Rara. Nussa diproduksi oleh dua perusahaan animasi asal Indonesia The Little Giantz dan 4Stripe Productions.

Serial animasi Nussa sudah tayang di YouTube sejak 2018. Imdb mencatat bahwa dalam dua hari penayangannya, YouTube Nussa Official menembus angka 100 ribu subscribers. Saat ini, kanal Youtubenya memiliki lebih dari 5 juta subscribers. Jadwal penayangan Nussa di YouTube adalah setiap hari Jumat, pukul 04.30 WIB.

Serial animasi Nussa diklaim akan membangun karakter dan moralitas anak-anak melalui cerita dan musik yang menyenangkan. Dalam animasi ini, ada juga orang tua dan anak-anak yang akan menikmati petualangan dan pemecahan masalah kehidupan sehari-hari yang berasaskan ajaran islam.

Keluarga Nussa juga diceritakan memiliki seekor kucing berwarna abu-abu bernama Antta. Ada pula dua karakter teman Nussa yakni Syifa dan Abdul yang menemani kesehariannya.

Kehadiran serial animasi Nussa sebenarnya membawa warna baru untuk dunia hiburan anak Indonesia. Karakter dan alur cerita yang disajikan dalam serial Nussa dapat menjadi tuntunan untuk anak yang menontonnya.

Serial animasi Nussa memang mengusung tema Islami yang mudah di pahami anak. Tak bisa dipungkiri, Nussa adalah salah satu dari hanya segelintir tayangan ramah anak dan edukatif di tanah air.

Berhenti Produksi Karena Pandemi

Animasi islami Indonesia Nussa harus berhenti produksi karena terdampak pandemi Covid-19. Dalam postingan akun Instagramnya, Felix Siauw menjelaskan bahwa sebelum diputuskan untuk berhenti produksi, pandemi mengharuskan tim produksi Nussa memberhentikan 70% karyawan. Kantornya juga pindah ke tempat yang lebih affordable.

Episode Nussa yang terakhir ditayangkan pada Jumat, 1 Januari 2021 di kanal YouTube Nussa Official. Meski telah diputuskan untuk berhenti produksi, hal tersebut tidak berarti bahwa perjalanan Nussa berhenti begitu saja.

Salah satu pendiri Nussa, Aditya Tritantoro menjelaskan bahwa dalam postingan Instagramnya bahwa tim produksi tetap berkomitmen untuk menyajikan karya tontonan penuh tuntunan di kesempatan berikutnya.

Ia juga menginformasikan bahwa jika pandemi sudah membaik dan bioskop sudah berangsur normal, Nussa akan menghibur penggemarnya dengan peluncuran Film Nussa. Film yang diklaim akan mengkisahkan arti sebuah keikhlasan adalah hasil kerja sama antara The Little Giantz dan Visinema.

Visinema Pictures didirikan oleh Angga Dwimas Sasongko pada 2008. Sampai saat kini, Visinema Pictures sudah memproduksi 12 film layar lebar yakni Cahaya Dari Timur Beta Maluku, Filosofi Kopi, Surat Dari Praha, Bukaan 8, Filosofi Kopi 2: Ben & Jody, Love for Sale, Keluarga Cemara, Terlalu Tampan, Mantan Manten, Bridezilla, Eggnoid dan Love For Sale 2.

Film Keluarga Cemara adalah film keluarga Indonesia pertama yang meraih 1.7 juta penonton di awal 2019. Film terbaru Visinema, Nanti Kita Cerita Tentang Hari menjadi film pembuka awal tahun 2020 berhasil meraih 2.2 juta penonton.

Film-film produksi Visinema Pictures memiliki visi progresif untuk menambah perspektif dalam melihat berbagai sisi kehidupan masyarakat Indonesia. Kualitas film yang dihadirkan oleh Visinema pun berlandaskan pada keintiman pengalaman menonton setiap orang. Hal tersebut menjadikan Visinema sebagai representasi seni dan kekayaan intelektual Indonesia.

Polemik Film Animasi Nussa

Kehebohan terjadi di Twitter setelah trailer film Nussa dirilis rumah produksi Visinema melalui kanal YouTube resminya. Banyak netizen memuji Nussa sebagai film animasi dengan gambar yang bagus dan berkualitas. Salah satunya adalah pengguna akun Twitter @Madannyal.

Dont u think this need more appreciation? Kerenn bgt loh kartunnyaaa. Smooth!!,” tulis akun @Madannyal.

Ada juga netizen yang membahas tentang aspek emosi dalam film Nussa yang terlihat dalam trailer dan membandingkannya dengan film Keluarga Cemara dan NKCTHI yang sama-sama diproduksi oleh Visinema.

Dalam trailer tersebut, diceritakan bahwa Nussa adalah anak sekolah yang pintar. Ia sering menjadi juara satu lomba sains di sekolah dan berambisi untuk mempertahankan gelar juaranya.

Sampai akhirnya, sekolah Nussa pun kedatangan seorang siswa baru bernama Joni. Sama seperti Nussa, ia adalah juara sains di sekolahnya dan mempunyai peralatan yang canggih.

Nussa kemudian merasa kalah saing hingga patah hati. Ia pun bercerita dengan ayahnya tapi hanya lewat telefon. Sementara, ia merasa bahwa ibunya tidak pernah mendengarkan ceritanya.

Denny Siregar, seorang penyiar radio mencuit bahwa film animasi Nussa mengandung ideologi yang tidak sesuai dengan negara Indonesia. Ia menuliskan bahwa pakaian yang digunakan Rara tidak merepresentasikan anak-anak Indonesia sebab menggunakan baju yang kearab-araban. Polemik kemudian muncul.

Angga Sasongko sendiri sudah merespons. Namun, polemik tersebut terus mencuat di media sosial. Ada yang mendukung dan memuji animasi Nussa, ada pula yang mengkritik bahwa ajaran yang dibawa dalam cerita animasi Nussa tidak menggambarkan Islam yang inklusif, melainkan Islam yang eksklusif.

Kritik tentang animasi Nussa telah berulang kali dituliskan dalam Islami.Co. Respons yang muncul sangat beragam. Film Nussa belum tayang di bioskop, akan tetapi, untuk bisa menilai cerita dalam Nussa, kita bisa terlebih dahulu menonton serial animasinya terlebih dahulu di Youtube.

Cerita Tentang Tiga Episode Nussa

Pertama, episode Tolong dan Terima Kasih pada 3 Desember 2020.

Episode ini menceritakan bahwa Nussa terus-terusan menyuruh Rara tanpa meminta tolong terlebih dahulu dan bilang terima kasih setelah Rara melaksanakan perintahnya. Hal tersebut kemudian Rara ungkapkan kepadanya ibunya yang dipanggil dengan sebutan Umma

Panggilan untuk seorang ibu ada berbagai macam. Ada Ummi yang berarti ibuku. Umma, yang sering digunakan orang, dan maksudnya adalah Ya ummah yang artinya: wahai ibuku (panggilan ini dianggap memiliki rasa yang lebih sopan). Ada juga Ummu yang bermaksud alummu atau ummun artinya: ibu.

Panggilan tersebut, jika memang Nussa adalah orang Indonesia, kenapa tidak memanggil dengan sebutan ibu saja?

Kedua, episode Dashyatnya Bismillah.

Dalam episode ini, Nussa membonceng Rara menggunakan sepeda. Baru beberapa kayuhan, mereka kemudian terjatuh. Dalam episode ini, ada karakter seekor kelelawar berwarna ungu yang merepresentasikan setan.

Saat tidak membaca basmallah, kelelawar tersebut mengikuti Nussa dan Rara dan menakuti kucing peliharaan mereka yang bernama Anta. Saat membaca basmallah, kelelawar tersebut kemudian mengecil.

Ketiga, episode Adab Makan.

Episode ini dibuat dengan nyanyian. Metode ini menjadi nilai plus sebab mengantarkan adab makan dengan ceria. Hal tersebut perlu diapresiasi sebab animasi dalam serial kartun Nussa sangat rapi dan bagus.

Sebaiknya, saat menonton serial atau film animasi Nussa, anak-anak mesti didampingi oleh orang tua. Sebab, ada banyak hal yang mengganjal dalam beberapa episode seperti misalnya Rara yang masih memakai baju panjang dan jilbab di dalam rumah.

Tidak dijelaskan mengapa Rara masih memakai jenis pakaian tersebut di dalam rumah yang mestinya adalah ruang privat dirinya dan tidak masalah untuk memakai baju santai sebab ia bersama keluarganya.[]

(Baca: Blackpink dan Krisis Tayangan Positif untuk Anak-anak)

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here