Fiddhah An-Nabawiyah; Pelayan Fatimah Putri Rasulullah SAW

0
126

BincangSyariah.Com – Nama lengkapnya adalah Fiddhah An-Nabawiyah Al-Misriyyah. Beliau adalah sosok perempuan terpandang dan terhormat. Beliau sangat menjaga dalam hal ibadahnya terbukti beliau masyhur dengan sebutan perempuan yang mendalami agama.  Hal ini pernah dituturkan oleh Umar bin Khaththab “Fidhah adalah sehelai rambut keluarga Ali bin Abi Thalib yang lebih mendalami fiqhnya daripada  Ali.”

Fidhah berasal dari Mesir. Beliau dikenal sebagai pelayan Fatimah putri Rasulullah. Sejak umur tujuh tahun, beliau sudah diasuh dan dibimbing oleh Fatimah. Sejak itu pula,beliau sering berkumpul dengan ahlu bait.

Kehidupan Fidhah Bersama Fatimah

Dalam kitab Al-Ishabah Fi Tamyiz As-Shahabah diceritakan mengenai kedekatan Fidhah dengan keluarga nabi. Kala itu, nabi memintanya untuk membantu menjadi pelayan Fatimah. Beliau sangat menghormati keluarga nabi. Saat rumah Fatimah diserang oleh musuh, beliau membela untuk melawannya. Disamping itu, beliau ikut serta dalam perang Karbala pada hari ‘Asyura. Beliau keluar bersama Hasan  menghadapi musibah besar yang sangat menakutkan itu.

Pada hari Fatimah wafat, Fidhah juga turut mengurus dan mengafani jenazahnya. Setelah Fatimah wafat, beliau tetap tinggal di rumah Ali bin Abi Thalib guna mengabdikan diri pada putranya.

Dalam kitab tafsir Mafatihul Ghayb diceritakan mengenai Asbab an-Nuzul suatu ayat yang berkaitan dengan kisah keluarga Fatimah. Hal ini disebutkan dengan firman Allah surat al-Insan ayat 7-8 :

يُوفُونَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُونَ يَوْمًا كَانَ شَرُّهُ مُسْتَطِيرًا (7) وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَى حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا – 8

Mereka menunaikan nadzar dan takut akan suatu hari yang adzabnya merata di mana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.”

Ibn Abbas menceritakan dalam suatu riwayat bahwa sewaktu Hasan dan Husain sakit. Kakek mereka dan mayoritas orang Arab datang untuk menjenguknya. Mereka berkata pada Abu Thalib, “Wahai Abu al-Hasan, seandainya engkau bernadzar atas kesembuhan anakmu.”

Maka Ali bin Abi Thalib bernadzar, “Andai putraku sembuh, aku akan berpuasa selama tiga hari karena Allah sebagai bentuk syukur.” Demikian pula Fatimah dan Fidha ikut berpuasa seperti Ali bin Abi Thalib.

Baca Juga :  Jejak Islam di Dunia: Ketika Berbuka Puasa di Sisi Jalan Sudan

Tak lama kemudian Hasan dan Husain sembuh. Mereka bermaksud menjalankan nadzar. Sayangnya mereka tidak memiliki makanan sedikitpun. Akhirnya Ali pergi untuk meminjam tiga sha’ gandum. Setelah gandum itu berada ditangan Fatimah, beliau mengambilnya satu sha’ dan menumpuknya untuk dijadikan roti. Sementara itu, Ali melaksanakan shalat bersama Rasulullah. Ketika pulang dan akan menyantap roti tersebut, tiba-tiba laki-laki miskin datang dan mengetuk pintunya, seraya mengucapkan , “Assalamualaikum, wahai keluarga Muhammad. Aku orang miskin dari anak-anak kaum muslimin. Berilah aku makanan, semoga Allah memberi makanan dalam hidangan surga.” Mendengar pernyataan itu, Ali memerintahkan keluarganya memberikan makanan itu kepada laki-laki tersebut. Dan malam itu, keluarganya tidak makan apa apa kecuali minum air putih.

Pada hari kedua, Fatimah melakukan hal yang sama menumbuk gandum untuk dijadikan roti. Ketika Ali dan keluarganya hendak makan tiba-tiba datang ada yang mengetuk pintu, “Assalamualaikum, wahai keluarga Muhammad. yang ada di depan pintu ini adalah anak yatim dari kaum Muhajirin. Ayahnya gugur sebagai syahid. Maka berilah aku makan.” Mendengar pernyataan itu, Ali memerintahkan keluarganya memberikan makanan itu kepada laki-laki tersebut. Dan malam itu, keluarganya tidak makan apa apa kecuali minum air putih.

Pada hari ketiga, Fatimah melakukan hal yang sama menumbuk gandum untuk dijadikan roti. Ketika Ali dan keluarganya hendak makan tiba-tiba datang ada yang mengetuk pintu, “Assalamualaikum, wahai keluarga nabi. Kami tawanan yang sedang menderita karena tak diberi makan. Maka berikanlah aku makanan.” Mendengar pernyataan itu, Ali memerintahkan keluarganya memberikan makanan itu kepada laki-laki tersebut. Dan ketiga hari itu, keluarganya tidak makan apa apa kecuali minum air putih. Kemudian Rasulullah datang dan turun ayat surat al-Insan ayat 1-9.

Baca Juga :  Ini Doa yang Dibaca Fatimah Az-Zahrah pada Hari Sabtu

Wafatnya Fidhah

Suatu hari, Ali bin Abi Thalib mendoakan Fidhah, “Ya Allah, berilah keberkahan kepada Fidhah.” Atas izin Allah, sejak perang Karbala hingga wafatnya, Fidhah tak pernah banyak berbicara kecuali mengenai al-Qur’an. Beliau wafat  pada penghujung tahun 80 H.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here