Fazlur Rahman: Tokoh Pembaharu Islam dari Pakistan

0
42

BincangSyariah.Com – Tokoh Pembaharu Islam dari Pakistan, Fazlur Rahman Malik, dilahirkan di anak benua Indo-Pakistan yang pada saat itu belum terpecah menjadi negara Pakistan seperti saat ini. Ia lahir pada 1919 dan dibesarkan dalam lingkungan yang kental dengan mazhab Hanafi.

Meski demikian, ia mempunyai pemikiran yang tidak terikat oleh sekat-sekat mazhab yang ada. Selain mengenyam pendidikan formal di Madrasah, ia juga mendapatkan pendidikan dari ayahnya sendiri yang merupakan seorang Kiai di Madrasah tradisional Deoban yang cukup terkenal dan bergengsi pasa waktu itu. (Baca: Perjalanan Intektual Muhammad Abduh; Tokoh Islam Pembaharu dari Mesir)

Setelah meraih gelar Ph.D untuk kedua kalinya, ia tidak langsung pulang ke kampung halaman sebab persepsi masyarakat Pakistan tentang sarjana-sarjana yang mendapatkan pendidikan dari Barat dipandang menyimpang sehingga masyarakat belum bisa menerima kehadiran para pemikir-pemikiran kritis yang merupakan alumni dari Barat.

Sebab itu, untuk sementara waktu Fazlur Rahman tetap tinggal di Inggris dan mengajar selama beberapa tahun di Durham University. Ia juga mengajar di Institute of Islamic Studies dan pernah mengajar di McGill University Kanada serta menjabat sebagai Associate Professor of Philosophy.

Pada 1962, setelah beberapa lama mengembara di Barat, ia pun diundang pulang ke tanah airnya, Pakistan, oleh Presiden Ayub Khan. Ia diberi kedudukan sebagai Direktur Lembaga Riset Islam yang bertugas untuk menafsirkan Islam dalam kerangka-kerangka yang rasional dan ilmiah, dalam rangka memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat modern yang progresif.

Pada 1964, Fazlur Rahman ditunjuk menjadi Anggota Dewan Penasehat Ideologi Negara Islam Pakistan yang mendapatkan tugas meninjau seluruh hukum, baik yang telah ada atau yang akan dibuat agar bisa selaras dengan al-Qur’an dan as-Sunnah. Ia mengajukan rekomendasi-rekomendasi kepada pemerintah pusat dan provinsi-provinsi tentang bagaimana seharusnya kaum Muslim Pakistan mampu menjadi Muslim yang baik.

Baca Juga :  K.H. Marzuqi Dahlan; Berbekal Kemauan Keras Menjadi Ulama Berwawasan Luas

Fazlur Rahman menerima tawaran tersebut dengan antusias. Pandangan-pandangan ke-Islamannya yang mewakili sudut pandang modernisme Islam diutarakan dalam tiga jurnal yang diterbitkan Lembaga Riset Islam: Dirāsah Islāmiyah (Arab), Islamic Studies (Inggris), dan Fikr O Nazr (Urdu).

Rahman tidak hanya bergerak dalam wilayah kajiannya yang lama yaitu sejarah filsafat dan pemikiran Islam, tapi juga merambah dalam bidang-bidang yang lebih praktis. Ia mulai membahas tentang riba dan bunga bank, sistem pendidikan dan lain sebagainya.

Konsistensi dan kesungguhannya dalam dunia intelektual bisa dibuktikan dari pengakuan lembaga keilmuan yang berskala internasional. Sebagai misal, pada tahun 1983, ia menerima penghargaan Giorgio Levi Della Vida dari Gustave E. Von Grunebaum Center for Near Eastern Studies, Universitas California, Los Angeles. Ia adalah orang Islam pertama dan satu-satunya yang menerima penghargaan tersebut.

Usaha Fazlur Rahman untuk memberi makna baru pada ayat-ayat al-Qur’an menggunakan metodologi tafsir baru adalah salah satu hal yang ia geluti. Sayangnya, hampir seluruh pemikirannya mendapat penolakan keras dari para ulama tradisional dan kalangan fundamentalis, terutama penolakan terhadap posisinya yang cukup strategis dalam pemerintahan pada waktu itu.

Lantaran merasa tidak ada kecocokan dan penerimaan yang baik dari masyarakat di Pakistan yang memang belum siap menerima pemikirannya, maka Fazlur Rahman memutuskan untuk hijrah ke Chicago, Amerika Serikat, setelah mengambil keputusan untuk mengakhiri jabatannya sebagai anggota Dewan Penasehat Ideologi Islam di Pemerintah Pakistan.

Berlandaskan pengalamannya tersebut, Fazlur Rahman memandang bahwa pembaharuan harus dilakukan dalam bidang intelektual yakni dengan melakukan pendekatan penafsiran atau sumber-sumber Islam secara sistematis dan koheren. Pemikiran inilah yang kemudian disebut sebagai Neo-Modernisme.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here