Enam Tips Imam Gazhali untuk Mengatasi Amarah yang Bergejolak

2
1893

BincangSyariah.Com – Suatu kali, Rasulullah pernah berkali-kali mewasiatkan kepada seorang pemuda agar ia bisa mengatasi amarah dalam dirinya. Sebab amarah ibarat bara api yang menyala dalam hati yang bisa memusnahkan kebaikan-kebaikan. Beliau bersabda

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْصِنِي قَالَ لَا تَغْضَبْ فَرَدَّدَ مِرَارًا قَالَ لَا تَغْضَبْ

Dari Abu Hurairah Ra bahwa seorang laki-laki berkata kepada Nabi Saw, “Berilah aku wasiat?” beliau bersabda, “Janganlah kamu marah.” Laki-laki itu mengulangi kata-katanya, beliau tetap bersabda, “Janganlah kamu marah.” (HR. Bukhari)

Dalam banyak riwayat hadis, Nabi Muhammad mengajarkan umatnya bagaimana cara menahan amarah atau meredamm rasa amarah dalam hati. Seperti dengan duduk saat sedang berdiri sambil marah, atau dengan terlentang saat sedang duduk. Atau dengan mengambil wudhu untuk mendinginkan hati dan kepala. Namun jika hal tersebut tidak berhasil, maka ikuti beberapa tips yang diajarkan Imam Gazhali berikut ini untuk mengatasi marah yang bergejolak:

Pertama. Dengan menyadari bahwa pahala dari menahan amarah itu sangat besar, seperti telah dikemukakan.

Kedua. Dengan menakut-nakuti diri sendiri seputar konsekuansi yang akan diterima (berupa siksa Allah) abikat memperturutkannya.

Ketiga. Dengan meyakini bahwa Allah Ta’ala lebih kuasa mengatasi hal itu daripada orang lain.

Keempat. Dengan memperingatkan diri sendiri akan akibat yang akan dihadapi, karena pihak lain yang menjadi objek amarah kita akan selalu siap untuk membalas, sehingga akibatnya bisa menjadi permusuhan yang berkepanjangan.

Kelima. Dengan belajar dan memikirkan betapa buruk penampilan orang lain yang sedang marah, sebab wajahnya yang cemberut dan masam tampak begitu buruk dan tiadk sedap dipandang. Sehingga akibatnya orang lain akan enggan mendekati kita.

Keenam. Dengan menyadari kalau sedang marah seseorang lebih mirip binatang buas. Namun sebaliknya, kalau bersikap ramah lebih menyerupai para nabi dan wali Allah.

Jika semua orang mau merenungkan cara-cara yang diajaran Imam Ghazali tersebut, maka tidak akan ada orang yang akan marah demi menuruti hawa nafsunya saja. Mereka hanya akan marah demi hal-hal yang sesuai dengan kehendak Allah ta’ala/

2 KOMENTAR

  1. […] Robbanaa ashlih dzaata baininaa wahdinaa subulal islaami wa akhrijnaa minadz dzulumaati ilan nuur. Washrif ‘anaal fawaahisya maa dzahara minhaa wa maa bathona wa baarik lanaa fii asmaa-‘inaa wa abshoorinaa wa quluubinaa wa azwaajinaa wa dzurriyyaatina wa tub ‘alainaa wa ‘alaihim innaka antat tawwaabur rohiim. Waj’alanaa li an’umika syaakiriina mutsniina bihaa qoo-iliina bihaa wa atimmahaa ‘alainaa. (6 Tips Imam al-Ghazali untuk Mengatasi Amarah yang Bergejolak) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here