Enam Sahabat Nabi yang Paling Banyak Meriwayatkan Hadis

0
2083

BincangSyariah.Com – Sahabat adalah orang yang bertemu dengan Nabi saw. beriman kepada beliau, dan wafat dalam keadaan Islam. Para sahabat nabi tersebut mendapatkan kesempatan emas untuk berinteraksi dan menimba ilmu dengan beliau. Setelah Nabi saw. wafat, merekalah yang meneruskan estafet keilmuan Nabi saw. kepada para tabiin; sebagai generasi setelahnya dengan cara meriwayatkan hadis-hadis Nabi saw.

Imam Mahmud At-Thahhan di dalam kitab Taisir Mustalah Hadis menjelaskan bahwa ada enam sahabat Nabi saw. yang menduduki peringkat teratas yang paling banyak meriwayatkan hadis.

Pertama, Abu Hurairah r.a. 5374 hadis

Abu Hurairah kecil berasal dari desa Daus kota Yaman. Ia telah yatim sejak kecil dan tinggal bersama ibunya yang bernama Maimunah bint Shabih. Abu Hurairah masuk Islam ketika perang khaibar tahun ketujuh hijriyyah di bulan Muharram. Sehingga ia hanya dapat berkumpul dengan Nabi Saw. sekitar empat tahun. Waktu yang sangat singkat ini ia gunakan dengan maksimal untuk menimba ilmu sedalam- dalamnya dari sosok panutan umat Islam. Sahabat yang pernah menjabat sebagai gubernur Bahrain di pemerintahan Umar dan gubernur Madinah di pemerintahan Umayyah ini wafat di tahun 58 H. di usianya yang ke 78. Ia dimakamkan di Baqi’.

Kedua, Ibnu Umar r.a. 2630 hadis

Ibnu Umar r.a. memiliki nama asli Abdullah bin Umar bin Al-Khattab Al-Aduwi, Abu Abdirrahman. Ia lahir di Makkah pada tahun 10 sebelum hijrah atau 613 M. Ia turut serta hijrah ke Madinah bersama ayahnya dan menyaksikan peristiwa fathu Makkah. Semasa hidupnya, Ibnu Umar ra. telah memberikan fatwa kepada orang-orang selama enam puluh tahun. Ia adalah sahabat Nabi saw. yang paling terakhir wafat di kota Makkah pada tahun 73 H. / 692 M.) dalam keadaan telah kabur penglihatannya.

Baca Juga :  Humor: Empat Kelompok Berdebat Soal Lampu Mati

Ketiga, Anas bin Malik r.a. 2286 hadis

Anas r.a. adalah putra dari pasangan Malik bin an-Nadhr dan Ummu Sulaim yang telah mengabdikan dirinya untuk melayani Rasulullah saw. selama sepuluh tahun. Selain mendapat keistimewaan dapat melayani Rasulullah saw. Anas juga mendapat doa khusus dari Rasulullah saw. atas permintaan ibunya. “Allahumma Aktsir malahu, wawaladahu wa adkhilhul jannah.” (Ya Allah, berikanlah ia harta yang melimpah, keturunan yang banyak, dan masukkanlah ia ke surga). Ia adalah termasuk sahabat yang terakhir wafat. Ia wafat di kota Bashrah pada hari jum’at tahun 93 Hijriyyah di usianya yang ke 107 tahun.

Keempat, Aisyah r.a. 2210 hadis

Putri dari pasangan Abu Bakar As Shiddiq dan Ummu Ruman ini lahir tahun keempat kenabian. Ketika masih sangat belia, sekitar umur 6 atau 7 tahun ia dipersunting Rasulullah saw. di Makkah dua tahun sebelum hijrah ke Madinah. Dan saat berumur 9 tahun ketika di Madinah setelah kepulangan dari perang Badar di bulan Syawwal tahun 2 Hijriyyah Rasulullah Saw. baru menunaikan kewajiban sebagai suami kepadanya. Aisyah dikenal sangat alim dalam segala bidang. Bahkan Az Zuhri salah satu tabiin yang menjadi muridnya mengandaikan “Seandainya ilmu Aisyah, ilmu semua istri Nabi Saw. dan ilmu semua wanita dikumpulkan, maka ilmu Aisyah lebih afdhal.” Sosok yang ditinggal wafat Rasulullah Saw. ketika berusia 18 tahun ini meninggal dunia ketika tahun 57 H. menurut pendapat yang shahih. edangkan pendapat lainnya mengatakan bahwa ia wafat malam selasa tanggal akhir bulan Ramadhan tahun 58 H. dan dimakamkan malam hari setelah shalat witir di Baqi’ sesuai permintaannya.

Kelima, Ibnu Abbas r.a. 1660 hadis

Nama aslinya adalah Abdullah bin Abbas bin Abdul Muthalib Al-Qurasyi Al-Hasyimi, Abul Abbas. Ia lahir tahun 3 Sebelum Hijriyyah di Makkah dan tumbuh di awal masa kenabian. Ia termasuk sahabat yang selalu mulazamah dengan Rasulullah saw. Ia juga adalah salah satu sahabat yang menyaksikan perang Jamal dan Shiffin. Di akhir hayatnya ia mengalami kebutaan hingga wafat di Thaif tahun 68 H..687 M. Menurut Ibnu Mas’ud, sahabat Ibnu Abbas r.a. mendapatkan julukan turjumanul Qur’an disebabkan karena keahliannya dalam bidang tafsir Al-Qur’an dan merupakan berkah dari doa khusus dari Nabi saw. kepadanya, “Allahumma faqqihhu fid diin wa ‘allimhu at-ta’wil” Ya Allah, berikanlah pemahaman padanya dalam masalah agama dan ajarilah ia tafsir.”

Baca Juga :  Kisah Tragis Kematian Husein bin Ali bin Abi Thalib

Keenam, Jabir bin Abdillah 1540 hadis

Jabir bin Abdillah bin Amr bin Haram Al-Anshari Al-Khazraji As-Sulami. Nama kunyahnya adalah Abu Abdillah, Abu Abdirrahman, atau Abu Muhammad Al-Madani. Ia adalah salah satu sahabat yang mengikuti 9 peperangan. Ia lahir tahun 16 sebelum hijriyyah atau 607 M. dan wafat pada tahun 78 H. atau 697 M. di Madinah.

Demikianlah enam sahabat Nabi saw. yang menduduki peringkat teratas yang paling banyak meriwayatkan hadis. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here