BincangSyariah.Com – Salah satu rukun Islam ialah perintah untuk menjalankan salat. Menurut bahasa, “salat” berarti “doa”, sedangkan secara terminologi berarti ucapan-ucapan maupun perbuatan yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam dengan syarat yang telah ditentukan, merupakan ritual ibadah yang berkaitan dengan waktu, serta sebagai syiar tegaknya ajaran agama. Dalam Alquran maupun sunnah, Rasul banyak menjelaskan tentang tujuan dasar salat, di antaranya:

Pertama, untuk mengingat Allah (zikir). Pada hakikatnya, salat mengajarkan kita sebuah komunikasi yang intens antara makhluk dengan Sang Khalik, serta adanya penghambaan diri sepenuhnya terhadap Allah, Zat yang mengatur segala yang ada di alam semesta ini, karena salat sebagai amalan utama untuk mendekatkan diri kepadaNya. Sebelum melakukan salat, ada syarat yang harus terpenuhi yaitu bersuci segala najis, baik badan, pakaian maupun tempat, ini mengisyaratkan kepada kita bahwa untuk menghadap Allah diperlukan kesiapan mental menghadapi Sang Maha Suci (Al Quddus).

Kedua, salat berfungsi mencegah dari perbuatan keji dan munkar, menurut Ibnu Abbas kata al-fahsyaa’ berarti maksiat, dan al-munkar berarti sesuatu yang tidak dikenal dalam syariat islam dan sunnah Nabi. Menurut Syeh Nawawi Al Bantani dalam tafsirnya menjelaskan tentang al-fahsyaa’ berarti larangan untuk menafikan/meniadakan adanya Tuhan atau disebut atheis, sedangkan kata al-munkar berarti menetapkan adanya Tuhan selain Allah atau bisa disebut musyrik.

Maka ketika orang yang salat mengucapkan takbir berarti dia mengakui adanya Tuhan, serta membantah orang yang tidak percaya kepada Tuhan, sedangkan ucapan akbar berati Tuhan yang Maha Agung yang esa bukan terdiri dari berbagai macam Tuhan.

Ketiga, salat mengajarkan kerukunan sesama manusia. Hal ini terdapat pada bacaan salam sebagai doa keselamatan kepada sekitar kita, baik yang dikenal maupun tidak. Hal ini sesuai hadis Nabi yang berbunyi,

Baca Juga :  Sejarah Akikah dalam Islam

 المسلم من سلم الناس من لسانه ويده والمهاجر من هجر ما نهى الله عنه.

Artinya: Muslim yang baik adalah orang yang memberikan keamanan orang lain dari gangguan ucapan dan tangannya, serta orang yang hijrah adalah orang yang meninggalkan laranganNya.

Dari penjelasan ini, Muslim yang taat mejalankan perintah agama selalu menjaga perkataan serta perilakunya agar tidak menyakiti orang lain, serta berusaha menjauhkan diri dari sikap yang tidak diridai oleh Sang Maha Pencipta.

Keempat, salat mempersatukan umat Islam seluruh dunia, terbukti orang yang salat pasti menghadap kiblat, hal ini sebagai titik persamaan semua manusia meski berbeda ras, budaya, suku bangsa. Sungguh ajaran Islam sangat mulia tidak hanya mengajarkan urusan spiritual saja, namun masalah kehidupan sehari-hari, mulai masalah kebersihan sampai masalah persatuan di masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here