Empat Pelajaran Penting dari Kisah Kelahiran dan Pengasuhan Nabi Muhammad Saw

1
1262

BincangSyariah.Com – Nabi Muhammad saw sebagai manusia yang paling mulia di muka bumi pastinya bukan sebuah kebetulan. Ia dipilih langsung oleh Allah swt tanpa campur tangan manusia sama sekali. Guna menjadi bukti bahwa kemuliaan dan keistimewannya murni dari Allah swt.

Memang Allah swt memilih beliau dari kalangan manusia. Bukan dari kalangan malaikat. Walaupun demikian, Allah swt. tidak sembarang memilih keturunan sebagai nasab beliau. Terbukti, nasab beliau sepanjang sejarah menjadi nasab terbaik.

Nabi besar Muhammad Saw. lahir dari nasab, bangsa dan kabilah yang terjamin dari sifat-sifat serta kelakuan yang dimiliki oleh orang-orang jahiliyah pada umumnya. Sehingga bangsa beliau menjadi bangsa yang terpandang dan ditokohkan.

Namun sekalipun demikian rencana Allah swt sunguh luar biasa. Nabi besar Muhammad Saw. dilahirkan dengan kondisi yatim. Kemudian selama kurang lebih lima tahun beliau tidak diasuh langsung oleh ibu dan keluarganya sebagai keluarga yang terkhormat.

Ia diasingkan ke daerah dan keluarga lain. Pengasuhan Nabi Muhammad Saw. diserrahkan kepada seorang perempuan yang bernama Halimah dari kabilah Bani Sa’ad. Baru setelah menginjak umur lima tahun beliau dikembalikan kepada ibundanya.

Tidak lama kemudian, Allah swt mewafatkan ibundanya pada saat beliau berumur enam tahun. Akhirnya beliau diasuh langsung oleh kakeknya. Lagi-Lagi Allah berkehendak lain, ternyata setelah tiga tahun  kakeknya juga wafat tepat beliau diumur yang ke delapan. Lalu beliau diasuh oleh pamannya Abu Thalib.

Dari perjalanan pengasuhan beliau terdapat dua peristiwa luar biasa yang menakjubkan. Pertama, pada saat beliau mulai tinggal di kediaman Bani Sa’ad ternyata daerah yang gersang, pohon yang kering dan rerumputan yang gundul mulai menhijau dan subur kembali, hingga pada akhirnya daerah Bani Sa’ad selamat dari musim paceklik. Kedua, pada saat itu pulalah peristiwa dibelahnya dada Nabi Muhammad saw pertama kalinya oleh malaikat Jibril.

Baca Juga :  Sejarah Sahabat Nabi: Abu Ubaidah bin al-Jarrah, Sahabat Nabi Kepercayaan Umat

Disebutkan oleh Dr. Sa’id Ramadhan al-Bhuti’ dalam bukunya Fiqh as-Sirah an-Nabawiyah (h. 47) ada empat pelajaran yang perlu kita ketahui dari proses kelahiran hingga pengasuhan Nabi besar Muhammad saw semenjak kecil. Keempatnya penting sekali untuk kita dalami agar kita bisa membuka rahasia dan tabir tersembunyi dibalik proses dan perjalanan hidup kecil beliau.

Pertama, bangsa Arab lebih istimewa dari pada bangsa lainnya di dunia

Melihat nasab Nabi Muhammad saw yang dipilih oleh Allah swt dari suku Qurasy yang berbangsa Arab menjadi bukti nyata bahwa Allah swt telah mengistimewakan bangsa Arab daripada bangsa lainnya di dunia ini. hal ini dikuatkan oleh sabda Nabi Muhammad saw yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Imam Turmudzi (al-Turmudzi, Kitab al-Manaqib, 9236) berikut:

“ suatu ketika Rasulullah sedang berada di mimbar dan bertanya kepada sahabatnya, “siapakah aku?” Sahabat menjawab, “engkau adalah utusan Allah swt. Salam sejahtera bagimu.” Lalu beliau melanjutkan, “saya adalah Muhammad ibn Abdullah ibn Abdil Mutthalib. Sesungguhnya Allah menciptakan makhluk, lalu menjadikannya dua bagian. Allah menjadikanku pada kelompok yang terbaik. Lalu Allah menjadikan mereka bersuku-suku bangsa maka Dia menjadikanku pada suku yang terbaik. Lalu Allah menjadikan mereka keluarga-keluarga maka Dia menjadikanku pada keluarga terbaik serta jiwa yang terbaik pula.” (HR. Tirmidzi)

Kedua,  Lahirnya Nabi Muhammad saw dalam keadaan yatim piatu bukanlah sebuah kebetulan, akan tetapi ada rahasia besar yang tersimpan.

Allah sengaja menjadikan kehidupan Nabi Muhammad saw dalam keadaan yatim piatu. Tanpa pengasuhan dan pendidikan yang berarti dari keluarganya. Bahkan diawal kehidupannya beliau ditempatkan jauh dari sanak keluarganya berada di dusun Bani Sa’ad. Akan tetapi hal ini bukanlah menjadi sebuah kekurangan mental bagi beliau. Allah telah menolong dan menjaganya.

Baca Juga :  Perbedaan Pendapat Soal Tanggal Lahir Nabi Muhammad Saw.

Ada rahasia besar yang ingin disampaikan oleh Allah kepada kita semua bahwa beliau adalah orang-orang pilihan yang disayang oleh Allah. Disampint itu, Allah juga ingin memberikan hikmah pada kita bahwa kebesaran dan kemuliaan Nabi Muhammad saw bukanlah turunan dari keluarganya.

Selanjutnya kondisi demikian juga dapat mematahkan orang-orang yang menganggap bahwa pengetahuan, ajaran dan misi risalah Nabi Muhammad saw diperoleh dari ayah dan kakeknya, sehingga terkesan buatan. Berati dengan demikian kita bisa yakin bahwa hal itu memang betul-betul murni dari Allah swt.

Ketiga, hijaunya dedaunan pada saat berada di Bani Sa’ad menandakan ketinggian pangkat Nabi Muhammad saw

Para sejarawan sepakat bahwa dusun kediaman Halimah di Bani Sa’ad yang pada awalnya kering kerontang menjadi hijau dan subur saat kedatangan dan berdiamnya Nabi Muhammad saw di daerah itu. Unta tua yang sebelumnya tidak meneteskan susu tiba-tiba menjadi kuat dan menghasilkan susu akibat kedatangan baginda Nabi.

Ini menandakan bahwa beliau bukan orang sembarangan. Beliau memiliki pangkat dan kedudukan yang tinggi serta luar biasa dimata Allah swt dan manusia lainnya. Karena kita tahu peristiwa semacam ini bukanlah peristiwa biasa yang mudah dinalar. Ini keajaiban yang tidak bisa ditembus oleh akal dan logika.

Keempat, peristiwa pembelahan dada beliau pertama kali sebagai pertanda bahwa Muhammad Kecil adalah seserang yang akan diangkat Nabi oleh Allah swt.

“Dalam sebuah hadi riwayat Imam Muslim disebutkan bahwa pada saat Nabi Muhammad saw bermain dengan anak kecil lainnya di Bani Sa’ad, beliau didatangi malaikat jibril, merengkuh Nabi dan membaringkan tubuhnya. Lalu Jibril membelah dadanya dan mengeluarkan hatinya, darinya Jibril mengelurkan segumpal darah sebagai tempat setan. Kemudian Jibril mencuci hatinya dengan air zam-zam melalui bejana dari emas lalu mengembalikannya seperti sedia kala. Anak kecil lainnya yang bermain bersama beliau lari dan mengatakan pada ibunya bahwa Muhammad dibunuh. Akan tetapi setelah dilihat ternyata Muhammad masih hidup.” (HR. Muslim)

Baca Juga :  Dari Perang Uhud, Kita Belajar Menyikapi Kekalahan

Peristiwa ini tentunya tidak bisa dinalar dengan akal. Karena sangat dan sangat luar biasa. Ia tidak mungkin dialami oleh orang-orang yang tidak dipilih oleh Allah menjadi utusan-Nya. Maka dari itu keajaiban ini dkenal dengan Irhash. Yaitu kejadian luar biasa yang hanya terjadi pada diri seorang (colon) nabi atau rasul. Jelaslah, bahwa kejadian ini kita bisa menerimanya dengan keimanan bukan dengan kecerdasan semata.

Wallahu A’lam.

1 KOMENTAR

  1. […] Selanjutnya, sebagai kebiasaan anak-anak para pembesar dan tokoh lainnya kala itu, Nabi Muhammad saw pada saat umur sepuluh atau dua belas tahun sudah terbiasa mengembala kambing. Karena memang pekerjaan ini merupakan pekerjan yang mulia. Di samping itu juga merupakan pembelajaran bagaimana menjaga dan melindungi alam. Bukan diartikan sebagai bentuk pengurangan dan penghinaan terhadap Nabi Muhammad saw dalam hal mengasuh. (Baca: Empat Pelajaran Penting dari Kisah Kelahiran dan Pengasuhan Nabi Muhammad) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here