Empat Macam Bisikan Hati

5
1847

BincangSyariah.Com – Seringkali kita mendengar berita yang menghebohkan tentang orang yang mengaku menjadi Nabi palsu, terutama di Indonesia, ada Ahmad Musadek, Lia Eden, dll.

Mereka menganggap telah mendapatkan bisikan wahyu yang dibawa oleh Malaikat, setelah mereka bertapa di gunung atau menyendiri(Uzlah) di tempat sepi yang jauh dari hiruk pikuk masyarakat.

Padahal bisikan atau wangsit yang ia dapatkan bisa saja datangnya dari Jin atau Syaitan, sehingga pemahaman Agama dan akal sehatnya tidak dipakai sebagai  pijakan tolak ukur sebuah kebenaran. Akhirnya mereka terbujuk rayuan godaan yang menyesatkan.

Seorang ulama besar bernama Imam Qusyairi dalam kitab Risalahnya memaparkan bahwa bisikan hati atau dikenal ada beberapa kategori:

1. Ilham yaitu bisikan yang datangnya dari Malaikat, hal ini bisa diketahui dengan adanya kecocokan atau kesesuaian dengan ajaran Agama, misalnya: ada ajakan dalam hati kita untuk melakukan Shalat berjamaah atau ibadah lain, yang itu semua merupakan perintah Agama, maka bisikan semacam ini termasuk kategori Ilham.

2. Al Hawajis yaitu bisiskan hati yang datang dari nafsu. cara untuk mengetahuinya adalah mengajak kepada hal yang berbau maksiat atau keinginan berlebihan dalam berbagai hal, makan, minum, berpakaian yang melampaui batas kewajaran. Hal ini sesuai dengan Alquran yang berbunyi:

وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي ۚ إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي ۚ إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Artinya; Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan) karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. Yusuf; 53)

Izzuddin bin Abdissalam dalam Tafsirnya menjelaskan bahwa: Sesungguhnya Nafsu mengajak atau mengarahkan untuk berbuat kejahatan, bila sudah dikuasai Syahwat(keinginan yang berlebihan).

Baca Juga :  Tiga Tips Agar Hati Selalu Ikhlas

3. Waswas yaitu bisikan hati yang berasal dari pengaruh Syaitan. Ini bisa dideteksi melalui adanya ajakan untuk berbuat maksiat atau larangan agama. Dalam Al Qur’an Surat An Nas dijelaskan bahwa Syaitan selalu membisikkan kejahatan melalui dada manusia atau hati, karena hati sebagai pusat untuk mempengaruhi anggota tubuh yang lain, ketika hati manusia sudah dikuasai Syaitan, maka dengan mudah ia melakukan segala bentuk larangan.

4. Bisikan kebenaran yaitu bisikan yang berasal dari Allah langsung kepada hambanya yang dicintai-Nya. Hal ini bisa didapatkan ketika seorang hamba mampu melawan nafsunya serta menghalau pengaruh setan dengan didasari ilmu pengetahuan agama. Sehingga malaikat selalu memberikan ilham kepadanya supaya selamat sampai tujuan yaitu mendapatkan ridha dari Sang Maha Kuasa.

Setelah kita mengetahu tentang kategori bisikan hati, maka sebaiknya kita selalu waspada dalam menyikapi apapun dan selalu mengukur dari kaca mata agama. Hal ini sesuai pernyataan Ibnu Rislan dalam kitab Zubadnya yang berbunyi:

وَزِنْ بِحُكْمِ الشَّرْعِ كُلَّ خاطِرِ ** فإن يَكُ نْ مأمُورَهُ فَبَادِرِ

Artinya: Semua bisikan hati harus diukur dari kacamata Syariat, bila sesuai dengan perintah maka segera lakukan.

Kunci menghadapi segala godaan adalah dengan memperbanyak ilmu pengetahuan Agama yang benar serta mempraktikkan ajaran Agama sebatas kemampuan agar  kita tidak keluar dari jalur yang telah ditentukan, semoga bermanfaat.

 

5 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.