Empat Ciri Utama Pluralisme dalam Islam

0
19

BincangSyariah.Com – Pluralisme dalam Islam bisa diidentifikasikan dengan berbagai macam ciri. Bagaimana ciri-ciri tersebut bisa dihubungkan dengan ajaran dalam agama Islam?

Sebuah penjelasan dalam buku Islam dan Humanisme yang mengidentifikasikan ciri-ciri utama pluralisme. Paling tidak, dalam buku tersebut, ada empat ciri utama pluralisme dalam Islam yakni sebagai berikut:

Pertama, pluralisme melulu berkaitan dengan proses pemeliharaan dalam kebersamaan. Pluralisme juga menjunjung tinggi hak dan kewajiban dari masing-masing individu dalam kelompok. Dua hal tersebut disertai dengan sikap menghargai perbedaan dalam kebersamaan.

Kedua, pluralisme menunjukkan dirinya sebagai bentuk untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan berkompetisi seorang individu. Perkembangan dan peningkatan tersebut bisa diwujudkan dengan sikap yang jujur, terbuka, dan adil.

Karakteristik tersebut berkaitan dengan upaya menghilangkan pendapat bahwa dalam kehidupan bermasyarakat sebenarnya ada satu kelompok yang mendominasi kelompok lainnya. Selalu ada kelompok mayoritas yang merasa lebih unggul ketimbang kelompok minoritas. Padahal pada kenyataannya bisa jadi tidak demikian.

Ketiga, pluralisme mesti didudukkan dalam posisi yang proporsional. Posisi proporsional dalam pluralisme yang dimaksud di sini bisa ditunjukkan dengan beberapa ciri. Salah satu cirinya adalah adanya pandangan-pandangan berbeda yang akan menjadi daya dorong untuk menciptakan lingkungan yang dinamis dalam kehidupan bermasyarakat dan bukan mekanisme untuk menghancurkan satu kelompok terhadap kelompok lain.

Keempat, pluralism menunjukkan adanya perasaan kepemilikan bersama. Perasaan memiliki tersebut memiliki tujuan untuk kepentingan bersama dan diupayakan bersama.

Dari empat ciri-ciri utama pluralisme di atas bisa diartikan bahwa pluralisme agama adalah sebuah sistem nilai yang memandang bahwa keberagaman atau kemajemukan agama secara positif sekaligus optimis.

Sistem nilai tersebut juga mesti didampingi dengan penerimaan yang lapang dada sebagai kenyataan atau sunnatullâh dan berupaya untuk berbuat sebaik mungkin berdasarkan kenyataan tersebut.

Baca Juga :  Belajar Toleransi dari Muslim Indonesia di Jepang

Kemajemukan agama mestinya dimanfaatkan sebagai sebuah potensi agar setiap umat terus berlomba menciptakan kebaikan di bumi. Hal tersebut persis seperti yang termaktub dalam Al-Qur’an bahwa setiap Muslim mesti berlomba-lombalah dalam hal kebajikan.

Pluralitas dan pluralisme adalah dua hal yang berbeda. Kata pluralitas maknanya sangat jelas. Ada banyak macam, perbedaan, dan keanekaan atau keanekaragaman. Pluralitas mengungkapkan fakta tentang perbedaan. Maka dari itu, pluralitas keagamaan berarti ada banyak sekali aneka agama dan orientasi keagamaan.

Sementara itu, apa yang dinamakan pluralisme adalah sikap mendukung pluralitas atau bisa juga dipakai dalam beberapa arti terutama dalam arti yang dogmatis dan dalam arti sosial. Untuk itu, apabila ada anggapan bahwa semua agama sama saja, sebenarnya anggapan tersebut justru menghilangkan pluralitas dan bertentangan baik dengan agama Islam ataupun Kristiani dan lain sebagainya. (Baca: Perbedaan Pluralitas dan Pluralisme dalam Islam)

Anggapan yang menyatakan bahwa semua agama benar lebih elok apabila disebut sebagai relativisme agama. Sebab, anggapan tersebut sejatinya merelatifkan kebenaran agama, sama saja dengan menyatakan bahwa semua agama hanya benar bagi para penganutnya. Sementara secara obyektif, tak ada yang lebih benar dari yang lain.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here